Tahapan Cara menanam hidroponik

Tulisan kali ini berisi informasi cara menanam hidroponik yang sederhana dan dapat dilakukan di rumah anda. Hidroponik merupakan cara atau teknik bercocok tanam dengan menggunakan media tanam non tanah atau selain tanah. Media tanaman hidroponik dapat berupa sekam bakar, cocopeat, pasir kerikil rockwool dan lan-lain. Cara menanam hidroponik dapat dilakukan dimana saja contohnya di halaman rumah anda, wadahnya pun bisa menggunakan apa saja pot, drum bekas, kaleng bekas cat atau bahkan botol mineral bekas. 

Tahapan Cara menanam hidroponik

Semai benih pada tray atau wadah semai, gunakan benih yang tingkat germinasinya diatas 80%. Media semai yang baik dan umum digunakan adalah rockwool. Rockwool sangat praktis karena memiliki daya serap air yang tinggi dan steril. Jika benih telah cukup umur pindahan ke media tanam
Media Semai Rockwool


2. Penyiapan media tanam
Gunakan media tanam yang poros bisa campuran sekam bakar dan pasir kerikil, atau campuran rockwool dan pasir kerikil. Tempatkan media tanam pada wadah yang diinginkan seperti pot atau kaleng bekas.

3. Pemberian Nutrisi
Gunakan nutrisi hidroponik yang tepat, pemberian nutrisi dalam cara menanam hidroponik sangat penting bagi pertumbuhan tanaman. Anda bisa meracik sendiri atau membeli nutrisi hidroponik di pasaran. Pemberian nutrisi bisa dengan cara siram manual pagi dan sore hari, atau jika anda ingin lebih praktis anda bisa mencoba cara menanam hidroponik dengan sistem sumbu atau wick silahkan cek pada gambar. Sumbu (bisa dari kapas, sumbu kompor atau kain bekas) akan mengalirkan nutrisi ke seluruh bagian tanaman. Teknik wick ini adalah salah satu teknik hidroponik sederhana.
Teknik Wick Hidroponik Sederhana
4. Perawatan
Perawatan pada sistem hidropinik pada dasarnya tidak berbeda jauh dengan perawatan pada penanaman sistem konvensional seperti pemangkasan, pembersihan gulma dll

PRINSIP BETERNAK PERKUTUT


Prinsip Beternak Perkutut dan Pemasaran
  1. Pilih yang baik dan sehat, baik jantan maupun betina.
  2. Mempersiapkan kandang, perpasang bisa seukuran 80x80x80 cm atau 60x120x180 cm. Beratap, terlindung dari hujan dan angin posisi tidak terisolir tetapi tenang suasananya.
  3. Melakukan mendekatkan induk jantan dan betina untuk penjodohan . Umur yang jantan paling tidak 12 bulan dan betinanya 10 bulan.
  4. Pakan tersedia secara cukup seperti jewawut, milet, biji kenari, ketan hitam, beras merah, gabah mini, pakan ayam 521, dan vitamin.
  5. Pada saat mengeram (telur 2 butir), induk tidak boleh diganggu, biarkan suasananya tenang. Telur bisa dititipkan ke burung puter.
  6. Anakan akan menetas selama 14 hari dierami dan piyik akan diasuh induknya selama 25 hari. Pada umur itu, piyik sudah dapat dipisahkan dan dipindahkan ke sangkar perawatan.
  7. Melakukan silang menyilang dengan kerabat bisa dilakukan untuk mendapatkan mutu perkutut yang digemari para hobiis dan memiliki nilai jual yang tinggi.
  8. Piyik dalam pemeliharaan pada segala umur laku dipasaran.
  9. Sistem pemasaran berlangsung secara tradisional, dari mulut ke mulut, secara profesional dan menggunakan cara-cara pemasaran modern.
  10. Kemungkinan ekspor dalam jangka panajang, sangat terbuka luas anatara lain ke Thailand, (walaupun saat ini kita masih import), singapura, malaysia, Filipina, Suriname (50 % penduduknya dari jawa) dan lain-lainnya.

Mengenal lebih Jauh Tentang Perkutut
  • Perkutut yang selama ini dikenal adalah perkutut lokal dan perkutut Bangkok. Walau – pun asalnya dari Bangkok, sebenarnya sama saja dengan perkutut Indonesia.
  • Pakan utama perkutut adalah biji-bijian, rumput dan padi-padian. Diperternakan tak jarang diberikan beras merah, milet, butiran jagung, campur makanan pabrik dengan kandungan protein tinggi, ditambah vit dan mineral pada makanan atau minumannya.
  • Musim kawinnya terjadi pada bulan April- Juni Sarangnya berbentuk mangkuk dan cekung, bertelur 2 butir. Telur akan dierami perkutut jantan maupun betina. Masa pengeraman 14 hari

Bila dikaitkan dengan konkurs/lomba atas dasar penilaian suara, ikuti kriteria versi P3SI.

  • Suara depan, dengan ketentuan panjang, mengayun/membat dan bersih.
  • Suara tengah, dengan kriteria bertekanan , lengkap dan jelas.
  • Irama, dengan ketentuan senggang, lenggang, elok dan indah.
  • Dasar suara(air sungai/lantar suara), dengan kriteria tebal, kering bersih dan jernih.

CARA BETERNAK BURUNG PUYUH




Puyuh merupakan jenis burung yang tidak dapat terbang, ukuran tubuh relatif kecil, berkaki pendek dan dapat diadu. Burung puyuh disebut juga Gemak (Bhs. Jawa-Indonesia). Bahasa asingnya disebut “Quail”, merupakan bangsa burung (liar) yang pertama kali diternakan di Amerika Serikat, tahun 1870. Dan terus dikembangkan ke penjuru dunia. Sedangkan di Indonesia puyuh mulai dikenal, dan diternak semenjak akhir tahun 1979. Kini mulai bermunculan di kandang-kandang ternak yang ada di Indonesia. 

MANFAAT 
  • Telur dan dagingnya mempunyai nilai gizi dan rasa yang lezat
  • Bulunya sebagai bahan aneka kerajinan atau perabot rumah tangga lainnya
  • Kotorannya sebagai pupuk kandang ataupun kompos yang baik dapat digunakan sebagai pupuk tanaman 

PERSYARATAN LOKASI 
  • Lokasi jauh dari keramaian dan pemukiman penduduk
  • Lokasi mempunyai strategi transportasi, terutama jalur sapronak dan jalur-jalur pemasaran
  • Lokasi terpilih bebas dari wabah penyakit
  • Bukan merupakan daerah sering banjir
  • Merupakan daerah yang selalu mendapatkan sirkulasi udara yang baik. 

TEKNIS BUDIDAYA BURUNG PUYUH 

Yang perlu diperhatikan oleh peternak sebelum memulai usahanya, adalah memahami 3 (tiga) unsur produksi usaha perternakan yaitu bibit/pembibitan, pakan (ransum) dan pengelolaan usaha peternakan. Secara rinci akan kita bahan lebih lanjut satu persatu. 

PENYEDIAAN SARANA DAN PERALATAN 
1. Persiapan kandang 

Untuk budidaya burung puyuh, persyaratan kandang yang baik perlu diperhatikan adalah temperatur kandang yang ideal atau normal berkisar 20-25 derajat C; kelembaban kandang berkisar 30-80%; penerangan kandang pada siang hari cukup 25- 40 watt, sedangkan malam hari 40-60 watt (hal ini berlaku untuk cuaca mendung/musim hujan). Tata letak kandang sebaiknya diatur agar sinar matahari pagi dapat masuk kedalam kandang. Sehingga kondisi kandang tidak lembab. 

Dalam mempersipkan kandang burung puyuh ini, kita mempunyai 2 alternatif yang biasa diterapkan peternak puyuh, yaitu sistem litter (lantai sekam) dan sistem sangkar (batere). Sedangkan ukuran kandang yang digunakanumumnya untuk 1 m2 dapat diisi 90-100 ekor anak puyuh, selanjutnya menjadi 60 ekor untuk umur 10 hari sampai lepas masa anakan. Terakhir menjadi 40 ekor/m2 sampai masa bertelur. 

Ada beberapa tahapan dalam budidaya burung puyuh. Masing-masing tahapan idealnya memerlukan persiapan kandang yang sesuai, yaitu : 
Kandang untuk induk pembibitan 

Kandang ini berpegaruh langsung terhadap produktifitas dan kemampuan menghasilkan telur yang berkualitas. Besar atau ukuran kandang yang akan digunakan harus sesuai dengan jumlah puyuh yang akan dipelihara. Idealnya satu ekor puyuh dewasa membutuhkan luas kandang 200 m2. 

Kandang untuk induk petelur 

Kandang ini berfungsi sebagai kandang untuk induk pembibit. Kandang ini mempunyai bentuk, ukuran, dan keperluan peralatan yang sama. Kepadatan kandang lebih besar tetapi bisa juga sama. 

Kandang untuk anak puyuh/umur stater(kandang indukan) 

Jenis kandang ini merupakan kandang bagi anak puyuh pada umur starter, yaitu mulai umur satu hari sampai dengan dua sampai tiga minggu. Kandang ini berfungsi untuk menjaga agar anak puyuh yang masih memerlukan pemanasan itu tetap terlindung dan mendapat panas yang sesuai dengan kebutuhan. Sebaiknya kandang ini perlu dilengkapi alat pemanas. Biasanya ukuran yang sering digunakan adalah lebar 100 cm, panjang 100 cm, tinggi 40 cm, dan tinggi kaki 50 cm. (ukuran ini cukup memuat 90-100 ekor anak puyuh). 
Kandang untuk puyuh umur grower (3-6 minggu) dan layer (lebih dari 6 minggu) 

Jenis kandang berikutnya, bentuk, ukuran maupun peralatannya sama dengan kandang untuk induk petelur. Alas kandang biasanya berupa kawat ram. 

2. Kelengkapan kandang 

Perlengkapan yang diperlukan dalam kandang berupa tempat makan, tempat minum, tempat bertelur dan tempat obat-obatan. 

PENYEDIAAN BIBIT 

  • Seperti sudah diainggung diatas, penyediaan bibitmerupakan tahapan yang penting dalam budidaya burung puyuh. Pemilihan bibit burung puyuh disesuaikan dengan tujuan pemeliharaan, ada 3 (tiga) macam tujuan pemeliharaan burung puyuh, yaitu: 
  • Untuk produksi telur konsumsi, dipilih bibit puyuh jenis ketam betina yang sehat atau bebas dari kerier penyakit.
  • Untuk produksi daging puyuh, dipilih bibit puyuh jantan dan puyuh petelur afkiran.
  • Untuk pembibitan atau produksi telur tetas, dipilih bibit puyuh betina yang baik produksi telurnya dan puyuh jantan yang sehat yang siap membuahi puyuh betina agar dapat menjamin telur tetas yang baik. 

Perawatan Kolam Ikan Non Permanen (Tanah)



Perawatan Kolam Ikan Non Permanen (Tanah)
  • Setiap kali selesai melakukan kegiatan pemanenan, lakukan pembersihan tanggul atau dinding kolam dengan cara dicangkul tipis-tipis atau dikepras dengan bentuk miring menggunakan cangkul yang tajam. Tanah dari keprasan ini disebar ke dasar kolam bagian tepi. Tanggul atau dinding kolam yang bocor disumbat dengan lumatan tanah liat berpasir. Lubang bocoran tersebut ditutup dengan lumatan tanah, kemudian diinjak-injak dengan tumit hingga benar-benar terisi penuh dan padat. Setelah selesai melakukan penyumbatan pada seluruh bocoran tanggul atau dinding kolam, seluruh permukaan tanggul atau dinding kolam yang menghadap ke kolam ikan dilapisi kembali dengan lumatan tanah liat berpasir atau tanah bekas keprasan tersebut.
  • Dasar tanggul di sekitar saluran pembuangan atau pengurasan harus dipadatkan kembali, bila terjadi kebocoran, perlu diberbaiki dengan cara seperti pada penyumbatan tanggul yang bocor.
  • Perbaikan pada caren kolam ikan dilakukan dengan cara membuang endapan lumpur yang memenuhi caren, bersihkan dari sampah plastik dan sebagainya, sehingga caren atau kemalir dapat berfungsi seperti semula. Bila lumpur yang terdapat pada caren terlanjur padat, buatkan caren baru dengan bentuk dan ukuran seperti semula.
  • Lakukan pengontrolan terhadap pintu pemasukan air dan pintu pembuangan kolam ikan yang terbuat dari PVC atau bambu. Pengontrolan dilakukan dengan membongkar pintu air tersebut kemudian dibersihkan, bila ditemukan kerusakan segera diganti dengan yang baru. Setelah pintu air dipasang kembali, lakukan penimbunan saluran tersebut dengan lumatan tanah berpasir yang diambil dari dasar kolam. Penimbunan juga dimaksudkan untuk mengembalikan posisi tanggul seperti semula.
  • Lakukan pengecekan terhadap saringan air, jika ada kerusakan segera diperbaiki bila perlu diganti dengan yang baru kemudian pasang kembali seperti semula.
  • Jika kolam ikan menggunakan pintu air yang dibuat permanen, harus dilakukan pengontrolan secara khusus. Bagian-bagian yang retak, pecah, atau geripis segera ditambal. Papan kayu pembatas yang rusak juga harus diganti. Celah yang digunakan sebagai tempat pemasangan papan pembatas dibersihkan dari lumpur atau lumut.
  • Saluran pintu pemasukan air dan saluran pembuangan perlu dijaga kebersihannya. Lakukan perbaikan dengan segera jika ditemukan kerusakan pada saluran-saluran tersebut. Rumput-rumput yang perakarannya dapat merusak dinding kolam ikan juga harus dibersihkan dengan cara dicabut atau diptong.
  • Tanggul harus dijaga dari hewan-hewan perusak, seperti kepiting, tikus, atau belut. Selain itu, untuk menghindari permukaan tanggul akibat dilewati binatang-binatan besar, seperti kerbau atau sapi, maka tanggul tersebut harus diberi pagar yang dibuat mengelilingi kolam.



PANDUAN MEMILIH BIBIT AYAM BANGKOK BERKWALITAS


Selain beberapa kriteria di atas, untuk memilih bibit ayam bangkok yang akan dijadikan sebagai ayam aduan harus diperoleh dari keturunan induk yang memiliki naluri dan kemampuan bertarung cukup bagus. Bibit yang diperoleh dari induk juara kemungkinan akan memiliki kualitas genetis yang tidak jauh dari induknya. Bakalan ayam aduan yang bagus bisa dilihat setelah berumur paling tidak lima bulan. Ayam bangkok yang telah berumur lima bulan atau lebih sudah bisa dilihat ciri-ciri fisiknya, misalnya kriteria warna bulu, bentuk kepala, taji, postur tubuhnya, bahkan naluri dan gaya bertarungnya juga sudah kelihatan.

Beberapa kriteria yang harus dipenuhi untuk memilih bakalan ayam aduan yang bagus :

  • Pastikan bibit berasal dari keturunan induk yang memiliki kemampuan dan naluri bertarung yang baik.
  • Fisik sehat, tidak menunjukkan cacat, dan belum pernah sakit. Ayam bangkok yang akan dijadikan sebagai ayam aduan juga harus memiliki pertumbuhan yang baik. Jika pernah mengalami sakit, kemungkinan akan mengalami hambatan dalam pertumbuhannya.
  • Bagian-bagian tubuhnya ideal, sesuai dengan kriteria yang disebutkan di atas.
  • Bakalan harus mewarisi pola dan gaya bertarung pemacek atau induk jantannya. Jika induk jantan yang digunakan adalah ayam juara dan tidak pernah terkalahkan, kemungkinan bibit tersebut juga akan memiliki naluri yang tidak jauh berbeda.

Selain kriteria tersebut di atas, ada beberapa ciri-ciri khusus yang harus diperhatikan saat memilih bakalan ayam aduan yang berkualitas, antara lain :

Kepala

Kepala berbentuk menyerupai burung jalak atau dalam bahasa Jawa disebut njalak, berbentuk agak tebal dan panjang, serta kulit tipis dan halus. Kepala yang memenuhi kriteria tersebut biasanya memiliki daya tahan yang baik terhadap pululan lawannya, mudah sembuh dari luka setelah bertarung, dan memiliki penampilan yang berwibawa.

Paruh

Paruh bagian atas terdapat garis tengah dengan bentuk menyerupai paruh burung rajawali. Warna paruh sesuai dengan warna ruas kaki. Kriteria tersebut menunjukkan ayam aduan memiliki paruh yang kuat dan ganas untuk mematuk lawannya.

Mata

Mata agak masuk ke dalam dengan tulang alis yang menonjol, berbentuk bulat dan tampak jernih. Mata yang demikian menunjukkan bahwa ayam aduan memiliki tingkat kewaspadaan tinggi, sehingga sulit untuk diserang lawannya.

Kaki

Kaki tersusun dengan perpaduan yang seimbang antara paha atau kaki bagian atas dengan kaki bagian bawah. Lutut agak menjorok ke belakang, dengan jari-jari normal, terbuka lebar, agak kering, dan panjang. Ruas jari tersusun rapi dengan posisi taji searah jari bagian luar. Ayam dengan kriteria kaki tersebut memiliki kuda-kuda yang kuat dan pukulan yang terarah. Selain itu, serangan taji biasanya cukup efektif mengenai sasaran.

Tulang

Secara umum, tulang terbagi menjadi tiga bagian penting, yaitu tulang leher, tulang penyusun tubuh, dan tulang kaki. Tulang leher sebaiknya agak panjang dan besar dengan ruas-ruas yang tersusun rapat. Tulang tubuh bagian bawah atau tulang dada harus besar dan tebal, panjang hingga ke bagian tulang belakang (supit). Antara tubuh dan tulang ekor harus rapat, kuat, dan terasa kaku saat diraba. Bagian ini biasanya menjadi prioritas utama saat memilih ayam aduan, karena menunjukkan memiliki kekuatan pukulan yang dahsyat. Untuk tulang kaki justru dipilih yang tidak terlalu besar dengan bentuk membulat dan keras.

Kokok

Biasanya kokok tidak begitu diperhatikan oleh para penggemar ayam aduan. Namun demikian, beberapa orang menyukai ayam bangkok yang berkokok pendek dan keras dengan nada tinggi. Menurut keyakinan beberapa penggemar, ayam demikian mampu mempengaruhi mental bertarung lawannya. Untuk membentuk kokok yang keras, bisa diberikan jamu, seperti jape, kayu cina (widoro) dan rimpang kunci secara teratur.


Perawatan Kolam Ikan Permanen

Perawatan Kolam Ikan Permanen

  • Pada kolam ikan yang dibuat dari tanggul atau dinding permanen ini kerusakan biasanya berupa geripis dan kebocoran. Dinding tanggul yang rusak tersebut ditambal dengan campuran semen dan pasir dengan perbandingan 1:5.
  • Jika terjadi keretakan pada bagian tanggul atau dinding kolam, maka retakan tersebut harus disuntik atau dalam bahasa Jawa dicokol. Penyuntikan atau penyumbatan retakan dinding kolam tersebut dilakukan dengan campuran semen dan pasir, tetapi jika retakannya kecil, penyuntikan cukup dilakukan menggunakan semen saja.
  • Menyumbat lubang-lubang kecil di bawah pondasi tanggul dengan tanah liat berpasir. Tanah sumbatan ditimbunkan di atas lubang, lalu diinjak-injak hingga keras.
  • Lakukan penimbunan dengan tanah pada bagian dasar tanggul di sekitar pintu, meskipun tidak bocor, kemudian diinjak-injak hingga keras
  • Membersihkan celah-celah papan kayu dan saringan pintu air yang tertutup oleh lumpur dan lumut. Sedangkan papan kayu yang rusak harus diganti.
  • Mengeluarkan lumpur, sisa pakan dan kotoran serta sampah yang tertimbun di caren. Caren dibuat lagi sesuai dengan bentuk semula.
  • Bersihkan seluruh saluran disekitar kolam, jika ada perakaran tanaman yang menembus dinding kolam harus dipotong.
  • Pasangan batu atau batu bata yang goyah dikencangkan kembali dengan cara melapisi dan menyuntik rongga pasangan batu atau batu bata tersebut dengan semen.



  • CARA PERAWATAN KOLAM IKAN
  • Perawatan Kolam Ikan Non Permanen (Tanah)
  • Perawatan Kolam Ikan Permanen

  • Sifat Dan Bagian-bagian Tubuh Ayam Aduan


    Ayam aduan pun memiliki sifat-sifat sendiri. Seperti halnya mahluk lain, ayam aduan juga memiliki naluri atau insting yang kuat untuk bertarung. Dengan melatih naluri atau insting inilah ayam bangkok bisa dikendalikan gerak-geriknya. Jika lapar, secara naluriah binatanga akan mencari makanan, jika disakiti akan meronta, begitu juga jika diserang, maka cara naluriah ia akan membela diri. Untuk itulah, perlu melatih insting ayam aduan agar lebih cepat dan beringas dalam membela diri ketika diserang. Semua aktivitas tersebut terjadi dengan sendirinya, secara spontan, tanpa sebuah perencanaan. Oleh karena itulah, perlu latihan agar gerakannya yang bersifat spontan lebih terarah dan mematikan lawannya.

    Membentuk insting harus dilakukan perlahan dan butuh sebuah kesabaran. Selain rutinitas, juga memerlukan waktu yang cukup lama. Ayam aduan yang secara naluriah selalu dilatih sejak kecil akan memiliki gerakan tubuh dan spontanitas lebih lincah. Untuk mendukung latihan-latihan tersebut, kebutuhan fisik, dalam hal ini lebih pada nutrisinya, harus dipenuhi dengan baik, sehingga lebih jinak saat dipegang, dan memudahkan perawatan.

    Perawatan harus dilakukan pada setiap bagian tubuh, karena setiap bagian tubuh ini memiliki peran dan fungsi masing-masing, yang juga akan memberikan andil besar saat berada di arena adu ayam. Berikut ini kami uraikan bagian-bagian paling vital pada tubuh ayam bangkok yang harus dilakukan perawatan :

    Paruh

    Selain berfungsi sebagai mulut untuk memasukkan makanan, paruh juga berfungsi sebagai senjata yang baik saat menghadapi musuh. Paruh akan menjadi senjata pembuka sebelum dilanjutkan dengan serangan-serangan lain. Oleh karena itu, jika ayam aduan memiliki paruh kuat, maka akan memiliki senjata pembuka yang kuat pula, sehingga serangan-serangan yang dilancarkan akan lebih mematikan. Cara merawat paruh tidaklah sulit, cukup hindarkan ayam bangkok dari air panas, dan berikan kalsium laktat secara teratur, sebagai unsur pembentuk tulang termasuk juga paruh.

    Ekor

    Ekor memiliki fungsi vital untuk menjaga keseimbangan tubuh, baik saat menyerang maupun diserang. Saat menerima dorongan dari lawannya atau terjatuh setelah menyerang, ia akan mengandalkan ekor untuk menyangga tubuhnya. Ekor yang panjang dan terawat, selain memperkuat keseimbangan, juga akan memperindah penampilan dan performanya. Agar ekor tetap terawat dengan baik, sebaiknya ayam bangkok tidak ditempatkan pada kandang yang terlalu sempit.

    Taji

    Bagi ayam, taji merupakan senjata utama paling mematikan. Tidak semua ayam dapat menggunakan taji sebagai senjata efektif. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, agar taji dapat berfungsi optimal sebagai senjata. Salah satu faktor yang sangat menentukan efektifitas penggunaan taji adalah posisi. Sebaiknya taji ayam aduan tidak menghadap ke belakang, sehingga saat melakukan pukulan akan lebih mudah mengenai sasaran. Usahakan untuk tidak meraut taji, terutama saat dalam masa istirahat. Hindari pula membungkus taji saat sedang bertarung, hal ini akan melemahkan nalurinya untuk menggunakannya sebagai senjata. Jika naluri sudah berkurang, maka latihan yang dilakukan pun akan sia-sia.

    Kaki

    Hindarkan kaki dari gesekan-gesekan dengan benda keras atau kasar, hal ini akan membuat kaki mengeras, kemudian terjadi infeksi didalamnya. Jika kondisi ini terjadi, ayam bangkok kesayangan Anda akan menderita penyakit bubul, dan biasanya akan berjalan pincang. Selain bubul, ayam bangkok juga sering terserang penyakit tedun, yang disebabkan membekunya darah di sekitar kaki. Gejala ini bisa dilihat dengan timbulnya bercak merah di sekitar kaki, kemudian kaki akan membengkak. Pembekuan darah tersebut bisa diakibatkan benturan keras pada telapak kaki, terutama saat melompat dari ketinggian, atau waktu istirahat yang terlalu lama setelah ayam aduan bertarung. Oleh karena itu, saat masa istirahat, sebaiknya ayam bangkok ditempatkan pada kandang yang agak luas agar bisa lebih bebas bergerak.

    Otot

    Bagian lain yang perlu mendapat perawatan dan latihan adalah otot. Otot yang kuat akan memberikan serangan mematikan, juga membantu pertahanan lebih kuat saat menerima serangan. Saat bertarung, ayam bangkok akan mengandalkan sebagian otot-otot tertentu, sehingga otot-otot ini harus dilatih agar lebih kuat. Beberapa otot penting yang perlu mendapatkan latihan dan perawatan baik adalah otot di sekitar bahu, leher, lutut, pangkal paha, dan otot perut bagian belakang.

    Sayap

    Bagian lain yang sangat vital saat ayam bangkok bertarung adalah sayap. Usahakan Ayam Anda tidak mengalami kerusakan pada sayapnya. Selain berfungsi untuk terbang, sayap juga bisa dijadikan sebagai senjata pemukul. Latihan sayap bisa dilakukan dengan menerbangkannya, tetapi harus diperhatikan, jangan terlalu tinggi karena bisa menyebabkan pembekuan darah pada kaki saat mendarat. Selain itu, dapat juga dengan memasukkannya ke dalam kolam yang tidak begitu luas, sehingga Anda mudah mengambilnya lagi.