Tampilkan postingan dengan label Artikel Perikanan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel Perikanan. Tampilkan semua postingan

CIRI-CIR TANAH HUMUS DAN MANFAATNYA


Tanah yang sangat subur dan banyak digunakan atau dimanfaatkan untuk menanam adalah tanah yang baik da banyak menjadi incaran, apalagi bagi mereka yang hobi dalam menanam tanaman, meskipun tidak semua tanaman harus di tanam di tanah yang subur, tetapi pasti akan lebih baik hasilnya jika di tanam pada tanah yang subur, dan tanah subur inilah yang disebut dengan tanah humus. Tanah humus sudah tidak asing lagi di telinga, beda ketika dahulu membahas mengenai beberapa manfaat tanah seperti manfaat tanah latasol, , dan Manfaat Tanah Organosol, tentu tanah-tanah itu masih terdengar asing, namun jika mengenai manfaat tanah kapur dan manfaat tanah humus sudah di pastikan tidak akan asing di telinga, untuk itu langsung saja membahas ciri-ciri dan manfaat tanah humus.

Ciri-ciri Tanah Humus
Memiliki warna gelap pada lapisan tanah

Sering kali ketika lewat di tanah-tanah yang ada di perkebunan sering ditemukan tanah yang berwarna agak gelap dan terletak pada lapisan paling luar tanah, tanah inilah yang disebut dengan tanah humus, tanah humus biasanya berwarna agak gelap ketimbang tanah yang lainnya sehingga sedikit mudah untuk di tandai tanahnya, selain itu keberadaan tanah humus pun dapat dengan mudah di tandai keberadaannya. 

Memiliki daya serap yang tinggi

Selain memiliki ciri-ciri warna yang gelap tanah ini pun memiliki daya serap air yang tinggi, tanah ini dapat merasakan manfaat air yang baik sehingga memiliki daya serap air yang tinggi. 

Unsur yang terbentuk dari bagian tumbuhan yang membusuk

Biasanya jenis tanah ini keberadaanya berada diantara tanaman-tanaman yang memiliki daun atau ranting yang sudah lama tertimbun sehingga tanah itu bisa menjadi tanah yang subur tau tanah humus. Tanah humus terbentuk akibat adanya timbunan ranting ataupun daun yang berada di tanah yang membusuk sehingga tanah menjadi lebih subur sehingga Manfaat Tanah Subur dapat dirasakan.

Merupakan tanah yang sangat subur

Tanah humus memang merupakan tanah yang sangat subur, sehingga tanah ini sangat baik untuk di manfaatkan dalam menanam tanaman apapun. 

Terletak pada lapisan tanah paling atas

Karana terbentuk akibat pembusukan ranting dan dedaunan, maka tanah ini biasanya seirng ditemukan pada bagian lapisan teratas dari tanah, meskipun begitu, tanah ini tetapi merupakan tanah yang subur yang baik untuk kehidupan dan menompang daya hidup tanaman lebih lama.

Dapat meningkatkan kandungan unsur hara

Unsur hara pada tanah pun dapat ditinggkatkan karena keberadaan tanah humus ini, oleh sebab itu terkadang tanah ini dimanfaatkan untuk menanam tanaman seperti tanaman hias dengan cara mencampurkan tanah biasa dengan tanah humus ini, sehingga unsur hara pada tanah tersebut dapat berubah dengan baik, dan tanaman yang akan dihasilkan pun baik. 

Digunakan sebagai sumber energi dari jasad-jasad mikro

Tak berhenti pada mengubah dan meningkatkan unsur hara saja, tetapi ternyata tanah humus ini dapat digunakan untuk memberikan sumber energi dari beberapa jasad-jasad mikro yang berada di tanah. Pada wilayah musim yang beriklim tropis banyak di jumpai tanah ini

Ciri yang terakhir adalah tanah humus biasnaya dapat di jumpai atau banyak di jumpai di wilayah yang memiliki iklim yang tropis. 

Manfaat Tanah Humus
Merupakan makanan bagi tumbuhan

Tanah humus dapat diibaratkan sebagai makanan yang baik bagi tumbuhan, meskipun tidak begitu sebenarnya, tetapi memang dengan adanya tanah humus ini dapat menyebabkan tumbuhan menjadi lebih subur dan lebih besar, bila dalam bahasa manusia bisa menjadi lebih makmur, itulah sebabnya mengapa tanah humus sering disebut sebagai makanan tumbuhan. Karena tanah humus menjadi kan tumbuhan menjadi tumbuh dengan baik. 

Struktur pada tanah terjaga

Selain sebagai makanan tumbuhan, tanah humus ini memiliki fungsi protection yaitu menjaga tanah dan tumbuhan yang ada disekitarnya dari kekeringan, karena pada dasarnya tanah ini memiliki banyak mineral dan mudah menyerap air, sehingga akan menjaga tanah dan tumbuhan dari kekeringan, selain itu tanah humus pun mememili manfaat ganda, selain untuk perlindungan tanah humus dapat digunakan sebagai pupuk dalam tanaman. 

Sebagai pupuk

Pupuk alami adalah pupuk yang terjadi karena endapan atau pembusukan ranting dan juga dedaunan pada pohon atau dapat dikatakan Manfaat Sampah Organik. Dan hasil dari pembusukan ranting dan pohon itulah yang disebut dengan tanah humus. Sehingga tanah humus memang memiliki manfaat untuk dijadikan sebagai pupuk, terutama pupuk alami dalam kehidupan. Tanah humus terkadang tidak memerlukan pembentukan yang secara sengaja, biasanya tanah humus ini terjadi dengan tidak sengaja, dalam artian tanah humus ini terjadi secara alamiah tanpa di buat-buat. Biasanya tanah humus terdapat diantara temapat-tempat yang memiliki banyak pohon seperti kebun dan lain sebagainya. Kaerna pohon dan ranting serta daun pohonlah yang menyebabkan tanah menjadi tanah yang subur yang di artikan pula sebagai tanah humus. 

Menambah kandungan air pada tanah

Ciri-ciri dari tanah humus adalah mampu atau memiliki daya serap yang tinggi dari pada tanah yang lain, sehingga dengan menambahkan tanah humus biasanya akan membantu tanah yang berada di campuran tanah humus ini ikut mendapatkan air yang cukup karena tanah humus mampu memberikan serapa air yang baik pada tanah terutama pada tumbuhan. Sehingga dengan mencampurkan tanah humus atau menggunakan tanah humus dapat memiliki fungsi sebagai penambah kandungan air pada tanah. 

Sebagai bahan pengomposan

Meskipun ini terjadi secara alami, namun memang sejatinya tanah humus ini dapat dijadikan sebagai bahan pengomposan. Tanah ini biasanya di letakan pada bagian atas tanah. Misalnya ketika hendak menanam bunga atau tumbuhan lain di pot, biasanya diberikan terlebih dahulu tanah kemudian biji tanaman atau tanaman yang kecil, kemudian baru diberikan tanah humus di atasnya, hal ini agar tanah humus dapat bekerja lebih maksimal karena berada di permukaan dari tanah yang lainnya.

INFO TENTANG HABITAT LELE DAN PERILAKUNYA


Habitat Ikan Lele
Habitat atau lingkungan hidup lele adalah air tawar. Meskipun air yang terbaik untuk memelihara lele ialah air sungai, air dari saluran irigasi, air tanah dari mata air, maupun air sumur, tetapi lele juga relatif tahan terhadap kondisiairyang menurut ukuran kehidupan ikan dinilaikurang baik. Sebagai contoh, lele dapat hidup subur di kolam penampungan air comberan maupun di sawah dengan air yang dangkalnya 5-10 cm saja, asalkan ada tempat-tempat untuk berlindung seperti kolong dari tumpukan batu-batu atau potongan pipa-pipa paralon.

Lele juga dapat hidup dengan padat penebaran tinggi maupun pada kolam yang kadar oksigennya rendah karena lele mempunyai alat pernapasan tambahan yang disebut labirin yang memungkinkan lele mengambil oksigen langsung dari udara untuk pernapasannya. Lele dapat dipelihara di berbagai jenis kolam dengan kualitas air yang tidak terlalu baik. Air comberan masih dapat dimanfaatkan untuk memelihara lele, asalkan tidak mengandung air sabun, deterjen, dan bahan- bahan berbahaya seperti sisa obat semprot serangga, karbol, atau kreolin. Apalagi limbah dari pabrik yang mengandung bahan kimia berbahaya seperti limbah pabrik tekstil tentu tidak mungkin digunakan untuk memelihara ikan termasuk lele. Air comberan yang boleh digunakan untuk memelihara lele hanya yang mengandung bahan-bahan organik seperti air cucian beras atau buangan sisa makanan dari dapur.

Perilaku Ikan Lele

Pada dasarnya lele disebut binatang nokturnal artinya bersifat aktif pada malam hari atau suasana gelap. Oleh karena itu, di siang hari lele lebih suka bersembunyi atau berlindung di balik benda-benda atau bebatuan didasar perairan. Berkaitan dengan sifat dan tingkah lakunya, memancing lele pada malam hari lebih berhasil daripada di siang hari karena lele aktif mencari makan pada waktu malam atau sesudah matahari terbenam. Cara menangkap lele pada siang hariadalah dengan meletakkan tabung-tabung dari bambu atau bahan lainnya di dasar kolam atau sawah kemudian lele digiring agar berkumpul di dalam tabung tersebut. Setelah penuh lele, tabung-tabung tersebut diangkat dan lele dipindahkan ke dalam wadah yang telah disediakan.

CARA MEMULAI USAHA BUDIDAYA BAWAL



Dalam industri perikanan di tanah air ikan bawal ini tergolong baru. Namun peningkatannya sangat pesat sebab mendapat sambutan yang sangat baik dari para petani ikan di indonesia. Meski banyak durinya namu daging ikan bawal sangat gurih dan nikmat. Peluang usaha budidaya ikan bawalsangat terbuka dan prospek bisnis kedepannya sangat bagus. Proses produksi ikan ikan predator ini terbilang sangat singkat.Masa pemijahan (jual larva) sekitar 2 – 3 minggu, pembenihan (jual benih) sekitar 1 – 2 bulan dan pembesaran (jual ukuran konsumsi) sekitar 3 – 5 bulan. Secara ekologi, ikan ini dianggap sebagai “perusak” karena dapat menjadi predator bagi ikan lain dan mengancam kelestarian biodiversitas ikan asli perairan Indonesia.Ikan bawal ini mampu bertahan hidup dalam kolam yang tingkat kepadatannya tinggi. Makannya pun tidak rewel sebab hewan berjenis omnivora ini memiliki nafsu makan yang sangat besar.

Budidaya ikan bawal air tawar relatif mudah dilakukan. Pemijahan ikan bawal dapat dilakukan secara induced-spawning: induk yang sudah matang gonad dirangsang dengan penyuntikan hormon kemudian dipijahkan secara alami. Tempat pemijahan cukup menggunakan kain hapa yang disimpan di dalam bak tembok ataupun di kolam. Telur yang dikeluarkan induk betina dan sudah dibuahi oleh sperma induk jantan dapat dipanen kemudian ditetaskan di dalam akuarium atau hapa penetasan. Larva hasil penetasan dapat bertahan dengan yolksack yang dibawanya sampai 4 – 5 hari setelah penetasan sebelum kemudian diberi pakan Artemia.

Cukup dengan pemberian 2 – 3 kali per hari selama hanya 2 – 3 hari, larva sudah dapat dijual atau ditebar ke kolam. Pendederan dan pembesaran di kolam relatif tidak sulit dilakukan. Pertumbuhan ikan bawal relatif cepat meskipun memerlukan kandungan oksigen yang mencukupi melalui aliran air ke kolam. Pakan yang diberikan dapat beragam mulai dari pakan buatan, sisa-sisa sayuran, ikan yang lebih kecil bahkan sampai biji kapuk. Kemudahan-kemudahan tersebut telah mendorong para pengusaha ikan memacu produksi ikan ini yang menyebabkan perkembangan budidayanya sedemikian cepat dan berkembang di banyak tempat bahkan cenderung tidak terkendali.

Proses pendederan ikan bawal di kolam juga perlu diperhatikan agar tidak ada lagi benih ikan ini yang tercampur ke ikan lain, misalnya nila atau mas, yang kemudian ikut terbawa ke keramba jaring apung dan dapat merusak jaring dari dalam. Perkembangan kemampuan reproduksi secara alami di perairan bebas juga perlu diteliti secara akurat untuk memastikan kemungkinan tingkat perkembangan ikan ini di perairan Indonesia, sejalan juga dengan penelitian terhadap kemampuan ikan ini untuk merusak keramba jaring apung dari luar. Lebih lanjut, perlu juga diteliti kemungkinan ikan ini dapat mendesak ikan lain pada suatu relung yang sama, seperti yang diyakini telah terjadi pada kasus lele dumbo yang mendesak relung lele organik lokal.

BETERNAK MAGGOT UNTUK PAKAN LELE

TIPSPETANI Postingan sebelumnya :


BETERNAK MAGGOT
UNTUK PAKAN LELE


Pada dasarnya, anda bisa menemukan berbagai jenis pakan yang bisa diberikan pada lele yang anda ternakkan mulai dari pakan organik hingga pakan anorganik. Pelet mungkin merupakan jenis pakan yang paling populer yang digunakan dalan teknik beternak lele. Selain pelet, anda juga dapat memberikan pakan berupa maggot atau belatung.

Maggot atau belatung sudah sering digunakan sebagai alternatif pakan bagi ternak lele. Jenis maggot yang biasa digunakan adalah maggot dari lalat jenis Black Soldier. Mbahan pakan lele.aggot sendiri sebenarnya merupakan salah satu bentuk yang terjadi pada fase transformasi telur lalat Black Soldier menjadi lalat dewasa. Dikarenakan fungsinya yang bisa digunakan sebagai pakan lele, tak jarang peternak lele ikut mempelajari tentang cara ternak maggot sebagai 

Saat ini bahkan telah banyak ditemukan orang yang khusus melakukan budidaya maggot yang kemudian digunakan sebagai bahan pakan lele. Hal ini juga menjadi peluang bisnis yang cukup menjanjikan. Tak jarang ditemukan peternak yang bisa menghasilkan 100 hingga 200 Kg maggot per hari.

Jika anda ingin beternak maggot sendiri baik untuk keperluan ternak lele anda pribadi atau untuk dijual kembali pada peternak lele lain, anda harus mengetahu mengenai teknik-teknik yang biasa digunakan dalam beternak maggot. Sejauh ini, ada dua teknik budidaya maggot yang cukup populer dan cukup sering digunakan. Yang pertama adalah dengan menggunakan bekatul sebagai media ternak dan yang kedua adalah dengan menggunakan bungkil kelapa sawit sebagai media ternak.

Ternak Maggot Dengan Media Bekatul
Adapun bahan-bahan yang dibutuhkan dalam cara budidaya maggot dengan media ternak bekatul adalah bak hitam atau baskom dengan diameter 60 cm, bekatul, plastik hitam, daun pisang yang telah mengering, air, dan tali rafiah.

Jika bahan-bahan telah tersedia, yang pertama harus anda lakukan adalah melubangi bak dengan lubang berdiameter 2 cm. Kemudian bak dicuci dengan air panas. Lalu masukkan bekatul dan air dengan perbandingan 1:2. Air dibiarkan hingga mengendap dengan sendirinya. Letakkan daun pisang kering di atas bekatul sebagai tempat bagi lalat Black Soldier untuk meletakkan telurnya. Tutup bak dengan plastik rapat-rapat dan letakkan di tempat teduh agar terjadi fermentasi. Maggot siap dipanen dalam 2 minggu.

Ternak Maggot Dengan Media Bungkil Kelapa Sawit
Pada dasarnya, cara beternak maggot dengan menggunakan bungkil kelapa sawit menggunakan metode yang sama dengan ternak maggot dengan menggunakan bekatul yaitu fermentasi. Hanya saja, bahan baku utama yang digunakan bukan bekatul melainkan bungkil kelapa sawit.

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah menggiling bungkil kelapa sawit hingga halus lalu mencampurnya dengan air limbah jeroan agar terjadi fermentasi. Bak diletakkan di tempat terbuka untuk menarik lalat Black Soldier. Maggot dapat dipanen dalam 2 minggu dengan cara menyemprotkan air ke dalam bak agar maggot terpisah dari media ternak. 4 Kg bungkil kelapa sawit dapat menghasilkan maggot sebanyak 1 kg
disarikan dari : http://sirgalung.blogspot.com/

CARA PENGEMBANGBIAKAN IKAN GABUS

CARA PENGEMBANGBIAKAN IKAN GABUS


Teknik Budidaya Ikan Gabus dengan Cara Pemijahan
Cara budidaya ikan gabus ini dikenal juga sebagai pemijahan. Langkah ini bisa dilakukan didalam bak beton atau fiberglass. Cara melakukan budidaya dengan pemijahan adalah sebagai berikut. Siapkan bak beton dengan ukuran panjang 5m, lebar 3m dan tinggi 1m. Kemudian keringkan bak ini dalam jangka waktu 3 sampai dengan 4 hari.

Proses siap memijah juga harus anda lakukan dengan cara memasukan air hingga setinggi 50 cm kedalam bak dan biarkan air tersebut mengalir selama pemijagan berlangsung. Lalu masukakan enceng gondok untuk merangsang proses pemijahan yang berlangsung. Kemudian masukan 30 ekor induk betina dan 30 ekor induk jantan.

Dengan menggabungkan antara induk jantan dan induk bertina di sistem memijah ini, nantinya akan terjadi penetasan dimana anakan ikan gabus akan muncul. Proses perkawinan induk akan bisa terjadi dengan lebih mudah di proses pemijagan ini. Maka dari itu langkah mengembangbiakan ikan gabus dengan cara memijah ini merupakan langkah yang sangat tepat dan banyak digunakan oleh para petani ikan gabus.

Kemudian proses pemeliharaan juga harus dilakukan caranya dengan melakukan kontrol setiap hari pada ikan ini. Nantinya telur yang dihasilkan akan mengapung di air. Perlu anda ketahui juga bahwa satu ekor induk betina ini akan bisa menghasilkan telur sebanyak 10.000 hingga 11,000 butir dalam satu kali melahirkan saja.
Menyiapkan kolam perawatan untuk ikan ini juga sangat penting. Isilah air hingga setinggi 40 cm dan kemudian pasanglah dua buah titik aerasi yang harus dihidupkan pada saat proses penetasan berlangsung. Suhu air tidak boleh lebih dari 28 derajat celcius. Akan lebih baik lagi jika suhunya pas.

Proses Pemindahan Larva atau Telur Ikan Gabus
Setelah anda menyiapkan kolam pemijahan untuk ikan gabus, nantinya dua induk yang bergabung didalamnya akan melakukan perkawinan dan mereka menghasilkan telur. Biarkan proses memijah ini selama beberapa saat dan kemudian ambil telur tersebut. Ambil telur tersebut secara hati-hati dengan menggunakan sekupnet halus.

Proses Pemeliharaan Larva Ikan Gabus
Proses kolam penetasan dan pemeliharaan larva atau telur ikan gabus bisa anda lakukan ketika larva telah berumur 2 hari dan hingga berumur 15 hari. Siapkan aquarium dengan kepadatan yang sama dengan kepadatan 5 ekor ikan gabus per liternya. Untuk larva kelebihannya bisa anda pelihara di aquarium yang lain. Ketika sudah memasuki umur 2 hari, larva bisa anda beri pakan menggunakan naupli artemia.

Proses penyortiran dan pemberian pakan dilakukan dengan frekuensi 3 kali dalam sehari. Lakukan analisis kakaban juga untuk mengetahui perkembangan telur atau larva dari ikan gabus yang anda budidayakan. Ikan ini akan bisa menghasilkan hasil panen ikan yang memuaskan untuk anda. Jangan lupa untuk mengganti air yang baru apabila air menjadi keruh dan kotor setelah pemberian makanan.

Persiapan Pakan untuk Ikan Gabus
Mengingat ikan gabus adalah ikan predator atau karnivora, anda bisa melakukan pemberian pakan dengan makanan berupa ikan kecil. Ikan yang satu ini juga bisa dibudidayakan dengan cara memisahkan telur dari induknya. Hal ini untuk mencegah induk ikan gabus memangsa anakannya sendiri. Setelah proses bertelur terjadi, ambil larva atau telur ikan tersebut di akuarium dengan ukuran panjang, lebar dan tinggi 60cm x 40 xm x 40 cm.
Sumber : http://sirgalung.blogspot.com/

Perawatan Kolam Ikan Non Permanen (Tanah)



Perawatan Kolam Ikan Non Permanen (Tanah)
  • Setiap kali selesai melakukan kegiatan pemanenan, lakukan pembersihan tanggul atau dinding kolam dengan cara dicangkul tipis-tipis atau dikepras dengan bentuk miring menggunakan cangkul yang tajam. Tanah dari keprasan ini disebar ke dasar kolam bagian tepi. Tanggul atau dinding kolam yang bocor disumbat dengan lumatan tanah liat berpasir. Lubang bocoran tersebut ditutup dengan lumatan tanah, kemudian diinjak-injak dengan tumit hingga benar-benar terisi penuh dan padat. Setelah selesai melakukan penyumbatan pada seluruh bocoran tanggul atau dinding kolam, seluruh permukaan tanggul atau dinding kolam yang menghadap ke kolam ikan dilapisi kembali dengan lumatan tanah liat berpasir atau tanah bekas keprasan tersebut.
  • Dasar tanggul di sekitar saluran pembuangan atau pengurasan harus dipadatkan kembali, bila terjadi kebocoran, perlu diberbaiki dengan cara seperti pada penyumbatan tanggul yang bocor.
  • Perbaikan pada caren kolam ikan dilakukan dengan cara membuang endapan lumpur yang memenuhi caren, bersihkan dari sampah plastik dan sebagainya, sehingga caren atau kemalir dapat berfungsi seperti semula. Bila lumpur yang terdapat pada caren terlanjur padat, buatkan caren baru dengan bentuk dan ukuran seperti semula.
  • Lakukan pengontrolan terhadap pintu pemasukan air dan pintu pembuangan kolam ikan yang terbuat dari PVC atau bambu. Pengontrolan dilakukan dengan membongkar pintu air tersebut kemudian dibersihkan, bila ditemukan kerusakan segera diganti dengan yang baru. Setelah pintu air dipasang kembali, lakukan penimbunan saluran tersebut dengan lumatan tanah berpasir yang diambil dari dasar kolam. Penimbunan juga dimaksudkan untuk mengembalikan posisi tanggul seperti semula.
  • Lakukan pengecekan terhadap saringan air, jika ada kerusakan segera diperbaiki bila perlu diganti dengan yang baru kemudian pasang kembali seperti semula.
  • Jika kolam ikan menggunakan pintu air yang dibuat permanen, harus dilakukan pengontrolan secara khusus. Bagian-bagian yang retak, pecah, atau geripis segera ditambal. Papan kayu pembatas yang rusak juga harus diganti. Celah yang digunakan sebagai tempat pemasangan papan pembatas dibersihkan dari lumpur atau lumut.
  • Saluran pintu pemasukan air dan saluran pembuangan perlu dijaga kebersihannya. Lakukan perbaikan dengan segera jika ditemukan kerusakan pada saluran-saluran tersebut. Rumput-rumput yang perakarannya dapat merusak dinding kolam ikan juga harus dibersihkan dengan cara dicabut atau diptong.
  • Tanggul harus dijaga dari hewan-hewan perusak, seperti kepiting, tikus, atau belut. Selain itu, untuk menghindari permukaan tanggul akibat dilewati binatang-binatan besar, seperti kerbau atau sapi, maka tanggul tersebut harus diberi pagar yang dibuat mengelilingi kolam.



Perawatan Kolam Ikan Permanen

Perawatan Kolam Ikan Permanen

  • Pada kolam ikan yang dibuat dari tanggul atau dinding permanen ini kerusakan biasanya berupa geripis dan kebocoran. Dinding tanggul yang rusak tersebut ditambal dengan campuran semen dan pasir dengan perbandingan 1:5.
  • Jika terjadi keretakan pada bagian tanggul atau dinding kolam, maka retakan tersebut harus disuntik atau dalam bahasa Jawa dicokol. Penyuntikan atau penyumbatan retakan dinding kolam tersebut dilakukan dengan campuran semen dan pasir, tetapi jika retakannya kecil, penyuntikan cukup dilakukan menggunakan semen saja.
  • Menyumbat lubang-lubang kecil di bawah pondasi tanggul dengan tanah liat berpasir. Tanah sumbatan ditimbunkan di atas lubang, lalu diinjak-injak hingga keras.
  • Lakukan penimbunan dengan tanah pada bagian dasar tanggul di sekitar pintu, meskipun tidak bocor, kemudian diinjak-injak hingga keras
  • Membersihkan celah-celah papan kayu dan saringan pintu air yang tertutup oleh lumpur dan lumut. Sedangkan papan kayu yang rusak harus diganti.
  • Mengeluarkan lumpur, sisa pakan dan kotoran serta sampah yang tertimbun di caren. Caren dibuat lagi sesuai dengan bentuk semula.
  • Bersihkan seluruh saluran disekitar kolam, jika ada perakaran tanaman yang menembus dinding kolam harus dipotong.
  • Pasangan batu atau batu bata yang goyah dikencangkan kembali dengan cara melapisi dan menyuntik rongga pasangan batu atau batu bata tersebut dengan semen.



  • CARA PERAWATAN KOLAM IKAN
  • Perawatan Kolam Ikan Non Permanen (Tanah)
  • Perawatan Kolam Ikan Permanen

  • CARA PERAWATAN KOLAM IKAN

    CARA PERAWATAN KOLAM IKAN


    Kolam ikan beserta seluruh perlengkapannya perlu dirawat secara baik. Selama masa pemeliharaan, kolam ikan selalu tergenang air, terguyur hujan, tercemar lumpur dan sampah atau terpanggang oleh panasnya sinar matahari. Akibatnya, kolam sering mengalami kerusakan, misalnya tanggul bocor atau retak, pintu air tersumbat, dan caren menjadi dangkal tertimbun lumpur atau sampah. Selain itu, banyak sekali hewan dan organisme liar yang hidup di dalam atau di sekitar kolam ikan yang termasuk dalam golongan hewan perusak, yaitu kepiting, tikus, dll.

    Kolam ikan yang tidak dirawat dengan baik akan berkurang fungsinya dan bahkan akan kehilangan manfaatnya sebagai tempat memelihara atau budidaya ikan. Oleh karena itu, prinsip pemeliharaan atau perawatan kolam ini tidak sekedar memperbaiki kerusakan-kerusakan pada kolam ikan, tetapi juga sekaligus memulihkan dan kegunaan kolam tersebut sebagai tempat untuk memelihara ikan, sehingga kegiatan atau usaha budidaya ikan tetap bisa dilangsungkan di kalam ikan tersebut.

    Bagian-bagian kolam ikan yang perlu dilakukan perawatan secara rutin, terutama setelah melakukan selesai melakukan panen adalah tanggul atau dinding kolam, caren atau parit, pintu air, dan saringan atau papan-papan penutup pintu air.



    CARA MENGATASI IKAN KOI YANG SAKIT

    Ada 9 jenis penyakit yang paling sering menyerang ikan koi. Penyebabnya beraneka ragam, misalnya parasit, bakteri, dan jamur. Untuk mengatasinya pemilik koi harus mengetahui gejala dan penyebab penyakit itu.

    Penyakit itu menyerang saat kondisi tubuh koi lemah/stress akibat pengangkutan atau kondisi air yang tidak sehat. Pada saat itu daya tahan tubuh koi terhadap penyakit menurun, sehingga “musuh”-nya bisa masuk ke dalam tubuh. Ciri ikan koi sakit antara lain gerakannya lesu atau sebaliknya terlalu lincah sambil menggosokkan badannya ke permukaan benda keras, dan siripnya menguncup.

    Bila ikan terlanjur sakit, penanggulangannya atau cara mengatasinya adalah dilakukan berdasarkan jenis penyakitnya. Misalnya dengan “mandi obat”, pemberian obat lewat mulut, mengoleskan obat pada permukaan tubuh, injeksi, dan pembedahan. Berikut cara mengatasi 9 penyakit koi yang disarankan dalam A Fishkeeper’s Guide to Koi :

    1. Lernaea
    Penyakit ini sebenarnya disebabkan oleh organisme kecil bernama Lernaea sp, bukan sebangsa cacing tapi termasuk anggota udang-udangan. Organisme sepanjang 20 mm ini separuh tubuhnya masuk ke dalam tubuh ikan, sehingga kalau dilihat tampak seperti cacing menjuntai ke luar dari sisik. Penyakit ini banyak menimpa koi impor, karena telurnya yang terbawa pada tubuh ikan menetas.

    Cara mengatasinya dengan memberi zat yang mengandungdimetiltriklorohidroksietil fosfonat, atau di pasaran terkenal dengan nama dagang Dipterex, Dylox, atau Masoten. Obat ini dimasukkan ke dalam kolam sesuai dengan dosis yang tertera.

    Selain dengan obat, ada cara lain yang lebih sederhana, yakni dengan mencabut parasit itu menggunakan penjepit. Luka bekas cabutannya diolesi merkurokrom dengan sikat yang terbuat dari bulu unta atau cotton bud. Selama pencabutan parasit-parasit ini, ikan dibius dan ditaruh di dalam bak yang telah diberi obat anti jamur dan bakteri, agar tak terjadi infeksi sekunder melalui luka.