SEKILAS TENTANG TANAMAN KEDONDONG



Kedondong ini merupakan tanaman buah yang umumnya banyak sekali terdapat di seluruh daerah tropic dan termasuk ke dalam Angiospermae. Biasanya dalam bahasa Inggris orang sering menyebutnya dengan ambarella, otaheite apple, atau great hog plum. Dalam setiap Negara maupun daerah, nama buah ini berbeda-beda seperti di Asia Tenggara biasa disebut : kedondong (Indonesia & Malaysia), hevi (Filipina), gway (Myanmar), mokah (Kamboja), kook kvaan (Laos), makak farang (Thailand), dan co'c (Vietnam). Selain itu kedondong juga disebut Kadondong (Sunda), Kedondong (Jawa), Kedundung (Madura), Kacemcem (Bali), Inci (Bima,NTT), Karunrung (Makasar), dan Dau kaci (Bugis).

MORFOLOGI

Kedondong ini adalah buah yang berasal dari pohon dengan tinggi ± 20 m.

Daun kedondong : Tumbuhan ini termasuk ke dalam tanaman berdaun majemuk, bagian yang terlebar yang berada di tengah-tengah helaian daunnya berbentuk jorong ( ovalis ), pangkal daun runcing ( acutus ), ujung daun meruncing ( acuminatus ), warna daun hijau dengan panjang daunnya 5-8 cm dan lebar 3- 6 cm, dilihat dari arah tulang-tulang cabang yang besar pada helaian daun daun kedondong ini termasuk daun yang bertulang menyirip dengan jumlah anak daun yang gasal ( imparipinnatus ) dan anak daun yang berpasang-pasangan, tepi daunnya rata ( integer ), tata letak daun tersebar ( folia sparsa ), permukaan daun licin (laevis) dan mengkilat ( nitidus ).

Batang : Tumbuhan ini mempunyai batang yang berkayu ( lignosus ) yang biasanya keras dan kuat karena sebagian besar terdiri dari kayu yang terdapat pada pohon dengan bentuk batangnya yang bulat ( teres ) dan tumbuh tegak, percabangan batangnya yaitu simpodial dimana batang pokoknya sukar untuk ditemukan karena dalam perkembangannya kalah cepat dan besar pertumbuhannya dibandingkan dengan cabangnya, permukaan batang halus dan berwarna putih kehijauan.

Akar kedondong : Tumbuhan ini berakar tunggang dan berwarna coklat tua.


Bunga : Tumbuhan ini termasuk bunga majemuk ( inflorescentia ), berbentuk malai ( panicula ) dimana ibu tangkainya mengadakan percabangan monopodial, panjang 24-40 cm, panjang kelopak bunganya ± 5 cm, jumlah benang sari delapan berwarna kuning, mahkota bunga berjumlah empat sampai lima, lanset, warna bunganya putih kekuningan.


Buah kedondong : Berbuah buni ( bacca ) dimana buah ini mempunyai dinding lapisan luar yang tipis atau kaku seperti kulit dan lapisan dalam yang tebal, lunak, dan berair serta seringkali dimakan, berbentuk lonjong, buah sejati tungga yang berdaging, mempunyai diameter ± 5 cm dan berserat, warna buah hijau kekuningan dengan rata-rata beratnya ± 0,7-1 kg/buah, biasanya buahnya tumbuh dalam jumlah yang banyak.

Biji kedondong : Bijinya bulat dan berserat kasar, warna biji putih kekuningan.


ANATOMI

Keterangan gambar :

1. Pembuluh yang berhubungan dengan floem : fasiculer dan intravasiculer 2. Bagian pembuluh yang dibulatkan lumen, 3. pembuluh floem dengan lumen yang oval, 4. Parenkim dengan sel epitel sekresi, 5. Sekresi translucent dalam pembuluh lumen, 6. Lumen dari floem dengan sekresi translucent, 7. Lumen elongasi dari bagian pembuluh, singkatannya :

Bd ( duct sheath ), Co ( kolenkim ), Ep ( Epidermis ), Es ( sekresi epithelium ), Df ( pembuluh yang dihubungkan dengan floem ), Dm ( bagian pembuluh ), Id ( idioblast ), Mp ( parenkim ).

Pada penampang melintang pada daun terdapat epidermis papilla abaxial, juga terdapat hypodermis adaxial, tetapi dalam urat daun minornya tidak terdapat transfer sel floem. Pada stem terdapat lubang sekresi yang mengandung resin dan getah, berkambium gabus, nodes tri-lakunar, jaringan pembuluh darah utama sentrifugal, tidak terdapat floem internal, terdapat xylem tanpa fiber trakeid melainkan dengan fiber libriform. Tipe reproduksi dari tumbuhan ini yaitu hermaprodit.

FISIOLOGI

Spondias dulcis ini atau lebih dikenal dengan nama kedondong ini termasuk ke dalam tumbuhan C3 karena produk fiksasi karbon organic pertamanya ialah senyawa berkarbon tiga ( 3-fosfogliserat), dimana tumbuhan ini melewati reaksi gelap dan reaksi terang serta tumbuhan ini memproduksi sedikit makanan apabila stomatanya tertutup pada hari yang panas dan kering. Tingkat CO2 yang menurun dalam daun akan mengurangi bahan ke siklus Calvin, dimana rubisko ini dapat menerima O2 sebagai pengganti CO2. Karena konsentrasi O2 melebihi konsentrasi CO2 dalam ruang udara di dalam daun, maka rubisko menambahkan O2 pada siklus Calvin dan bukannya CO2. Akibatnya produknya terurai dan satu potong senyawa berkarbon dua dikirim keluar dari kloroplas. Lalu mitokondria dan peroksisom akan memecah molekul berkarbon dua itu menjadi CO2 sehingga proses ini sering juga disebut fotorespirasi karena proses ini terjadi dalam cahaya dan mengkonsumsi O2. Akan tetapi fotorespirasi ini tidak menghasilkan ATP. Tahap-tahap respirasi dari tumbuhan ini juga sama secara umum, yaitu melalui tahap glikolisis, grooming phase, siklus Krebs, fosforilasi oksidatif dan ETC.

MANFAAT DAN KANDUNGAN

Manfaat buah kedondong ini enak jika dimakan dalam keadaan segar, tetapi sebagian buah matangnya bisa juga diolah menjadi selai, jeli, dan sari buah. Buah yang direbus dan dikeringkan dapat disimpan untuk beberapa bulan sedangkan buah mentahnya banyak digunakan dalam rujak dan sayur, serta untuk dibuat acar. Daun mudanya dapat juga dikukus untuk dijadikan sebagai lalapan. Buah dan daunnya juga dapat dijadikan sebagai pakan ternak serta kayunya yang berwarna coklat muda dan mudah mengambang ini tidak dapat digunakan sebagai kayu pertukangan, tetapi kadang-kadang dapat dibuat perahu. Manfaat obat dari buah, daun, dan kulit batangnya yaitu dapat digunakan untuk pengobatan borok, kulit perih, dan luka bakar.

Dalam setiap 100 gram bagian buah kedondong yang dapat dimakan ini biasanya mengandung 60-85 gram air, 0,5-0,8 gram protein, 0,3-1,8 gram lemak, 8-10,5 gram sukrosa, dan 0,85- 3,60 gram serat. Dimana daging buahnya ini merupakan sumber vitamin C dan zat besi sedangkan buah yang belum matang mengandung pektin sekitar 10%. Daun, kulit batang dan kulit akarSpondias dulcis ini juga mengandung saponin, flavonoida, dan tanin.

Jenis Tanaman Hias Bunga Anthurium Paling Populer

Jenis Tanaman Hias Bunga Anthurium Paling Populer | Tanaman Hias Bunga Anthurium memiliki lebih dari 1000 jenis marga. Sedangkan Anthurium sendiri tergolong dalam keluarga Araceae. Jenis Anthurium yang akan kita bahas kali ini merupakan tanaman anthurium yang sudah populer di indonesia.

Anthurium Jenmanii


Anthurium Jenmanii
Anthurium Jenmanii
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
Sub Kelas: Arecidae
Ordo: Arales
Famili: Araceae (suku talas-talasan)
Genus: Anthurium
Spesies: Anthurium jenmanii.
Anthurium ini bentuk daunnya mirip daun tembakau. Teksturnya keras dan tebal, bertangkai pendek, lebar dan panjang, urat daun tampak jelas dan tepi daun agak bergelombang. Daun muda sedikit agak merah, sedangkan bila sudah tua berwarna hijau. Julukan Sang Raja Anthurium Daun pantas disandang oleh Anthurium jenmanii. Mengapa? Selain berkat penampilannya yang elegan, kokoh, dan berwibawa, Anthurium jenmanii juga menduduki tahta tertinggi di jagad bisnis tanaman hias anthurium daun berkat harganya yang tetap tinggi di tengah sederet nama anthurium lain.

Anthurium Gelombang Cinta


Anthurium Gelombang Cinta
Anthurium Gelombang Cinta
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
Sub Kelas: Arecidae
Ordo: Arales
Famili: Araceae (suku talas-talasan)
Genus: Anthurium
Spesies: Anthurium plowmanii.
Anthurium Gelombang Cinta juga beken dengan nama wafe of love. Anthurium gelumbang cinta murni memiliki ciri daunnya tebal, lonjong panjang, berujung runcing, dan tepinya bergelombang. Gelombang yang indah di tepi daun inilah yang manjadi ciri utamanya. Permukaan tanaman hias daun ini berwarna hijau mengilap, panjang daun bisa mencapai satu meter dan lebar bisa mencapai 10 - 30 centimeter tangkai daun pendek dan kekar, seludang bunga dan tongkol berwarna ungu.


Anthurium Hookeri


Anthurium Hookeri
Anthurium Hookeri
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Divisi: Spermatophyta
Kelas: Monocoty ledonae
Sub Kelas: Arecidae
Ordo: Arales
Famili: Araceae (suku talas-talasan)
Genus: Anthurium
Spesies: Anthurium hookeri.

Jenis ini dikenal dengan sebutan anthurium    sarang burung karena susunan daunnya tumbuh seperti sarang burung. Semakin ke atas, daunnya melebar, dan cenderung rebah. Tangkai daunny pendek, kaku, tebal, dan berwarna gelap. Daunnya halus tidak berbulu, berwarna hijau muda mengilap dan tebal. Ketebalan daun bervariasi, mulai dari yang tipis hingga tebal. Pinggiran daun agak bergelombang dengan urat-urat daun tampak menonjol. Lebar daun mencapai 35 cm dengan panjang mencapai 60 cm. Anthurium ini ada yang bertangkai hijau dan bertangkai merah.

Bagi Anda yang tertarik dengan tanaman hias Anthurium, kini Anda bisa membelinya secara online. Tidak perlu khawatir karena ada garansi tanaman hidup selama 14 hari sejak tanaman hias diterima. Juga Anda akan mendapatkan panduan cara menanam tanaman hias anthurium secara cuma-cuma. Silahkan kunjungi Toko Online Khusus Tanaman Hias berikut ini >>> BibitBunga.id

Itulah tanaman hias bunga anthurium yang sudah sangat terkenal di Indonesia. Masing masing pernah merajai pasar tanaman hias dan mengangkat bisnis tanaman hias pada eranya. Jenis anthurium diatas bahkan sempat dihargai sangat mahal.

Cara Budidaya Tanaman Hias Bunga Begonia

Tanaman Hias Bunga Begonia
Begonia merupakan tanaman hias dari keluarga Begoniaceae. Spesies tanaman ini di seluruh dunia diperkirakan mencapai 1500 jenis. Begonia spesies dibedakan menjadi dua, begonia alam dan begonia eksotik. Begonia alam bisa diartikan sebagai begonia dengan penampilan "biasa-biasa" saja, sementara begonia eksotik memiliki penampilan menawan dengan aneka bentuk, warna, corak, dan ukuran daun dan bunga yang beragam. Cantik dan eksotik. Dua kata ini seolah menggambarkan sosok begonia.

Begonia bisa diperbanyak dengan beberapa cara. Setek irisan daun paling sering dipakai untuk perbanyakannya. Mari kita pelajari langkah-Iangkah setek irisan daun. Kelebihan cara ini adalah dari satu daun dapat dihasilkan beberapa tunas baru. Berikut adalah cara setek irisan daun begonia.

1. Sterilkan media Pakailah pasir steril sebagai media setek begonia. Apa sih pasir steril? Sebenarnya hanya pasir biasa. Cuma sudah disterilkan terlebih dahulu. Caranya? Tampung pasir dalam wadah semisal baskom. Tuangkan air mendidih ke dalam wadah berisi pasir. Tutup dan diamkan selama sehari. Bakteri dan penyakit yang ada dalam pasir bakalan mati. Dalam sehari, air dan pasir biasanya masih panas. Setelah itu buang air mendidih. Pasir dikeringangin sampai dingin. Siap deh dipakai.

2. Potong daun Ambil daun dari tanaman begonia. Pilih tanaman indukan yang bagus dan sehat. Daun yang akan disetek harus bebas penyakit. Cirinya, daun bersih, mulus, segar dan tidak ada cacat. Sebaiknya pakai daun begonia yang tak terlalu muda tapi juga tak terlalu tua. Daun yang sedengan itu berada di at as posisi daun terbawah dari tanaman. Cuci daun sampai bersih kemudian tiriskan. Setelah itu potong daun membentuk segitiga. Tulang daun harus ada pada setiap irisan daun.

3. Tanam irisan daun Masukan pasir yang sudah dingin ke dalam pot. Bisa juga pakai wadah yang lebih lebar macam nampan. Penanamannya sangat mudah. Cukup tancapkan irisan daun ke dalam media pasir steri!. Bagian irisan daun yang runcing ditancapkan. Tancapan dibuat miring sekitar 45%. Kira-kira separo dari irisan daun menancap di media.

4. Kerudungi plastik Setelah irisan daun tertanam, kerudungi pot dengan plastik. Pakailah plastik transparan agar perkembangan setek bisa dimonitor setiap saat. Pengkerudungan dimaksudkan agar kelembapan yang ada pada media terus terjaga. Air yang sudah menguap akan akan tertangkap oleh kerudung dan akan tumbuh lagi ke media. Sebaiknya taruh di tempat teduh.

5. Buka kerudung Dalam jangka waktu sebulan, akar akan mulai tumbuh. Tunas baru begonia pun akan mulai muncul dari masing-masing irisan daun. Setelah itu kerudung boleh dibuka. Biarkan selama seminggu berada di tempat semula. Selama itu lakukan perawatan seperti penyiraman. Penyiraman cukup dilakukan dengan percikan air tipis, sehari sekali. Berikan juga sedikit pupuk cair pada media.

6. Pindahkan tunas Dua minggu setelah kerudung dibuka, tunas siap dipindahkan Cabut secara hati-hati irisan daun yang sudah ditumbuhi tunas. Upayakan akar tidak terluka. Penggunaan pasir porous akan memudahkan pencabutan. Setelah tercabut, pindahkan tanaman muda itu ke pot individu. Media tanam di pot individu berupa campuran tanah, pasir/sekam, dan pupuk (komposisi 1:1:1).

Begonia akan tumbuh baik jika mendapatkan cahaya matahari yang tidak langsung. Oleh karena itu begonia banyak di tempatkan di teras-teras rumah maupun di dalam rumah. Bisa menjadi ide buat Anda dalam memilih jenis tanaman hias dalam ruangan.

5 Tips Sederhana Merawat Tanaman Hias Yang Benar

5 Tips Sederhana Merawat Tanaman Hias Yang Benar | Merawat tanaman hias sebenarnya adalah bukan hal yang susah untuk dilakukan. Kuncinya adalah kesabaran dan ketelatenan. Disamping itu pengetahuan akan cara merawat tanaman hias yang benar juga diperlukan. Tentu Anda tidak ingin koleksi tanaman hias Anda yang berharga mahal kemudian layu dan mati. Nah kali ini saya akan berikan tips merawat tanaman hias secara benar.

Teknik merawat tanaman hias kali ini saya akan bagi menjadi 5 bagian. Penyiraman, Pemupukan, Pembersihan hama, pemangkasan dan terakhir penggantian pot. Untuk lebih jelasnya silahkan disimak uraian berikut.

Penyiraman


5 Tips Sederhana Merawat Tanaman Hias Yang Benar
Air merupakan kebutuhan paling mendasar bagi semua mahluk hidup tidak terkecuali tanaman hias di rumah anda. Oleh karena itu, penyiraman merupakan bagian terpenting dalam merawat tanaman. Agar proses penyiraman baik dan benar, anda perlu memperhatikan beberapa aspek seperti jenis tanaman, media tanam, dan cuaca.

Jika tanaman anda berada di area taman rumah yang terbuka, mungkin ada tidak perlu menyiram tanaman anda ketika musim hujan. Namun, jika tanaman hias anda ditaman pada media pot dan ditempatkan di ruang beratap, anda pasti perlu menyiramnya dengan intensitas yang dapat disesuaikan bergantung pada kondisi cuaca. Pada musim kemarau, anda dapat menyiraminya dua kali sehari, sedangkan pada musim hujan, anda dapat menyirami tanaman hias anda satu kali sehari atau bahkan dua hari sekali saja.

Pemupukan


Tanpa anda sadari, nutrisi yang terkandung di dalam tanah dimana tanaman anda di tanam dapat berkurang dan mempengaruhi pertumbuhan tanaman hias anda. Pemupukan merupakan solusi penting untuk masalah ini agar nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman anda dapat terpenuhi. Konsultasikan jenis dan takaran pupuk yang anda perlukan untuk perawatan tanaman hias anda dengan ahli perawatan tanaman.

Pembersihan Gulma


Tamu tak diundang seringkali tumbuh dan merusak keindahan tanaman hias anda. Pembersihan gulma yang tumbuh liar seperti rumput di sekitar tanaman hias anda merupakan salah satu kunci merawat tanaman agar tetap terlihat indah.

Pemangkasan


Demi menjaga keindahan dan kerapian tanaman hias anda, anda perlu melakukan pemangkasan sebagai langkah perawatan tanaman hias anda. Tentu saja pemangkasan hanya berlaku pada tanaman hias tertentu seperti mawar dan serut yang kita kenal memiliki daun yang cukup lebat dan menjadi kurang indah jika daun daun tersebut kita biarkan tumbuh secara liar. Gunakan gunting tanaman yang tajam untuk hasil yang maksimal.

Penggantian Pot


Jika tanaman hias anda tanam pada media pot, anda perlu mengganti pot yang lama dengan yang baru seiring dengan terus tumbuhnya tanaman anda. Proses ini akan terasa lebih mudah jika pot anda terbuat dari bahan yang mudah pecah seperti pot tanah liat. Anda hanya perlu memecahkan pot yang lama dan menggantikannya dengan pot yang baru. Selain menganti pot lama dengan yang baru, anda juga dapat memindahkan tanaman dari pot lama ke tanah sesuai dengan kebutuhan anda.
(referensi: http://www.pagiceria.com/tips-perawatan-tanaman-hias)

Demikian tips perawatan tanaman hias yang baik yang dapat anda terapkan di taman hunian Anda. Sekali lagi, kunci sukses dalam merawat tanaman di rumah anda adalah kesabaran dan ketelatenan. Semoga tips ini bermanfaat. Selalu kunjungi blog ini untuk mendapatkan tips tips seputar tanaman hias bermanfaat yang lain.

Cara Menanam Tanaman Hias di Dalam Pot

Cara Menanam Tanaman Hias di Dalam Pot
Cara Menanam Tanaman Hias di Dalam Pot | Bertaman itu tidak harus mempunyai lahan ataau pekarangan yang luas. Pada lahan taman yang sempit sekalipun bisa dimanfaatkan untuk ditanami tanaman hias -simak jenis tanaman hias yang cocok untuk taman minimalis pada artikel sebelumnya-. Salah satu solusinya adalah menempatkan tanaman di dalam pot. Kali ini saya akan bahas mengenai cara dan tips menanam tanaman hias dalam pot.

Berikut ini adalah tips cara menanam tanaman hias di dalam pot yang baik :

Persiapan Media Tanam


1. Letakan beberapa pecahan batu merah (sebagai pengikat air) di dasar pot

2. Isi pot dengan campuran tanah yang ideal untuk tiap-tiap jenis
  • Campuran umum;  pasir 1/3 bagian, tanah 1/3 bagian, 1/3 bagian pupuk kandang
  • Campuran untuk jenis suka kering; pasir ½ bagian, 1/2 bagian pupuk kandang
  • Campuran untuk jenis suka lembab: tanah ½ bagian, 1/2 bagian pupuk kandang

3. Media siap untuk ditanami.

Cara Pengepotan yang Baik


Pilihlah pot tanaman dan media tumbuh yang sesuai dengan jenis tanaman hias yang akan kita potkan. Pot juga harus disesuaikan dengan tempat dimana dan bagaimana pot tersebut diletakkan.

Bila pot dan media yg telah disiapkan tersedia, pastikan pot memiliki lubang drainase yang cukup. Isikan media kurang lebih 1/3 bagian pot. masukkan tanaman, usahakan media asal yang menempel pada tanaman masih ada, agar tanaman tidak mengalami stres saat beradaptasi dengan media yang baru.

Tambahkan lagi media tanam, sambil tanaman dipegang terus dengan sebelah tangan. Setelah hampir penuh, tekan media perlahan-lahan dengan ibu jari agar tanaman dapat berdiri kokoh. Pot jangan diisi sampai penuh, sisakan sekitar 2 cm dari bibir pot agar mudah waktu melakukan penyiraman.

Setelah pengepotan selesai, siramlah tanaman hias secukupnya. Dinding luar dan dasar pot dibersihkan dari kotoran dan media tanam yang masih menempel sebelum diletakkan pada tempat yang diinginkan.

Cara Pengairan Pot yang Tepat


Beberapa cara mengairi tanaman dalam pot dalam ruangan yaitu :

1. Air diberikan melalui alas pot. Dengan cara ini air akan meresap ke atas ke media tanam dengan melalui sistem kapiler. Keuntungan media tidak terlalu basah, tetapi ketersediaan air cukup terjamin. Untuk membantu peresapan air ke media tanam sebaiknya dipasang tali dari media ke alas pot melewati lubang drainase.

2. Air diberikan langsung pada media tanam. Pada cara ini air dapat disiramkan langsung pada permukaan media tanam atau juga dapat melalui pipa yang ditancapkan ke media tanam. Usahakan air siraman tidak mengenai tanaman hias secara langsung.

Waktu terbaik untuk melakukan penyiraman tanaman hias adalah di pagi hari kira-kira jam 7 -10 pagi atau sore hari.

Tanaman Hias Untuk Halaman Rumah dan Manfaatnya

Tanaman Hias Untuk Halaman Rumah dan Manfaatnya | Jenis tanaman hias bunga dan hortikultura atau buah yang cocok di tanam di halaman rumah. Sudah banyak saya bahas di blog ini tentang berbagai manfaat menanam tanaman hias di pekarangan rumah. Nah kali ini, kembali kita akan ulas beberapa tanaman hias bunga maupun buah yang baik ditanam di taman rumah beserta manfaat dan kegunaannya.

Tanaman Bunga Bougenville


Tanaman Hias Untuk Halaman Rumah dan Manfaatnya
Tanaman hias bunga ini selain punya bentuk yg indah, mudah perawatan, bisa di modifikasi warna dan bunganya juga berfungsi sebagai filter debu untuk rumah kita.Selain itu tanaman ini tidak terlalu besar dan akarnya pun tidak merusak pagar atau tembok rumah karena akarnya yg lembut tapi kuat.

Kalau halamannya lumayan besar, menurut saya pohon palem sangat bagus dan dapat membuat kesan indah/asri. Untuk tanaman kecil lainnya, banyak sekali yang bisa ditanam contoh : anggrek, mawar, melati, alamanda, kembang sepatu, dll

Tanaman Peneduh


Pohon mangga gampang merawatnya, cocok untuk peneduh, dan tentunya bisa dinikmati hasil buahnya. Pohon peneduh menciptakan iklim mikro, sehingga angin yg masuk ke pekarangan dan ke dalam rumah akan lebih sejuk karena telah mendapat bulir-bulir uap air. Mangga adalah salah satu yang tajuk pohonnya tepat sebagai peneduh.

Tanaman Penyerap Racun


Tanaman hias dan bunga yang memiliki fungsi sebagai penyerap racun antara lain: lidah mertua, krisan, lidah buaya, sansiviera, andong, aglonema, beringin. Bahkan lidah mertua mampu menyerap logam berat seperti timbal yang paling berbahaya yang ada di udara.

Jenis aglonema sangat cocok ditanam di sekitar rumah bagi perokok karena segala jenis aglonema, selain mampu menyerap CO2 juga bisa menyerap nikotin dengan baik.

Tanaman Penolak Nyamuk


Tanaman hias yang bisa berfungsi sebagai hiasan sekaligus penolak nyamuk, antara lain, selasih, tahi kotok, suren, zodia, geranium, rosemary dan tembelekan. Yang bisa dijadikan anti nyamuk oles alami misalnya, kenanga, lavender dan catnip. Nyamuk tidak menyukai beberapa jenis tanaman hias tersebut karena mengeluarkan senyawa yang tidak disukai bahkan bisa mematikan nyamuk.

Diharapkan dengan mengetahui berbagai manfaat tanaman hias tersebut dapat menggerakkan kita semua untuk menciptakan lingkungan hijau. Sebagaimana kita ketahui, dilingkungan perkaotaan saat ini sangat sedikit sekali ruang terbuka hijau yang tersedia. Ayo kita mulai budidaya tanaman hias.

Jenis Tanaman Hias Yang Cocok Untuk Taman Minimalis

Jenis Tanaman Hias Yang Cocok Untuk Tanam Minimalis | Mendesain taman minimalis diperlukan kecermatan dan ketelitian agar terlihat cantik seperti harapan. Begitupun saat memilih jenis tanaman hias untuk mengisi taman rumah Anda. Agar taman tertata apik dan tidak terkesan kaku, perlu disiasati dengan pemilihan tanaman hias yang tepat.

Tanaman Hias untuk Taman Minimalis biasanya berjenis ringan, tidak  terlalu rimbun, dan memiliki struktur dahan yang teratur. Jika Anda sedang mencari ide tanaman untuk taman minimalis rumah hunian Anda, jenis tanaman hias berikut bisa menjadi bahan pertimbangan.

Aneka Tanaman Hias untuk Taman Minimalis


Tabebuia (Tabebuia Aurea)

Tabebuia (Tabebuia Aurea)
Tabebuia (Tabebuia Aurea)
Berbunga dengan warna bunga kuning. Tanaman ini mudah dalam perawatan, tak perlu memerlukan banyak pemangkasan, pas untuk taman minimalis dan dapat ditanam dengan cangkok. Tabebuia batangnya cukup kuat dan tergolong tumbuhan yang lambat dalam pertumbuhan.

Perdu

Perdu juga dapat menghiasi taman minimalis Anda. Jenis tanaman ini dapat digunakan sebagai tanaman pengisi disela-sela tanaman yang lebih besar atau pembatas taman.

Iris (Iris Pseudacorus)

Iris dengan bunga berwarna kuning dengan aksen daun hijau berbentuk pita. Dapat ditanam dalam pot, ditanam di tanah yang lembab dan tak tahan kering. Bisa difungsikan sebagai pembatas maupun pengisi taman minimalis.

Carrubean Copper Plant (Euphorbia Cotinifolia)

Carrubean Copper Plant (Euphorbia Cotinifolia)
Carrubean Copper Plant
(Euphorbia Cotinifolia)
Carrubean Copper Plant adalah golongan semak dan batangnya tidak berkayu. Daunnya berwarna merah dan bergetah merupakan tumbuhan yang merupakan salah satu dari jenis marga Euphorbia.

Siklok (Agave Attenuata)

Attenuata adalah keluarga Agaveceae. Tanaman ini tahan panas dan kering dengan daun runcing, pinggir daun tidak berduri, dengan pangkal batang kuat, berwarna hijau keputihan.

Nanas Hias (Ananas Comosus)

Nanas hias ini berbuah sebagaimana nanas buah, tetapi ukurannya kecil, sebagai keluarga nanas-nanasan (Bromeliaceae) tetapi berbeda varian.Tanaman ini tahan panas dan kering.

Melati Air (Echinodorus Phalaefolius)

Berbunga putih seperti melati, daun lebar, permukaannya kasar. Melati air kerap ditanam didalam pot dan untuk menanamnya, pot tidak berlubang agar media sela basah dan berlumpur karena cocok di air.

Dracena Tricolor

Seperti Song of Jamaica, daunnya lebih runcing dan tiap helai terdiri dari tiga warna, coklat, merah dan hijau

Bawang Brojol (Zephyranthes Grandiflora)

Juga disebut Rain Lily, berbunga serempak seperti bunga lili dengan ukuran yang lebih kecil. Dapat berbunga sepanjang tahun, dan dibiakkan dengan umbi, cocok dengan sinar matahari langsung dan kering.

Bambu Buda Belly (Bambusa Tuldoides Ventricosa)

Bambu Buda Belly (Bambusa Tuldoides Ventricosa)
Bambu Buda Belly
(Bambusa Tuldoides Ventricosa)
Bambu asal Cina, agar tampak cantik dapat mengurangi jumlah unsur haranya, agar batang bisa berlekuk-lekuk dan jarak antarbuku semakin pendek.

Mimosa Silver (Acacia Podalyriifolia)

Tanaman ini disebut sebagai mimosa karena bunganya berbentuk mirip dengan putri malu (Mimosa pudical). Daun berwarna putih keperakan, tumbuh sepanjang tahun, dan dikembang-biakkan dengan cangkok atau biji.

Aneka Tanaman Hias untuk Taman Minimalis diatas bisa Anda beli di sentra sentra penjualan tanaman hias. Atau bahkan diantaranya ada yang tumbuh liar disekitar lingkungan rumah.