Tampilkan postingan dengan label Panduan dan Tips. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Panduan dan Tips. Tampilkan semua postingan

PANDUAN BUDIDAYA LIDAH BUAYA DI POT ATAU POLYBAG

http://tipspetani.blogspot.com/2017/09/panduan-budidaya-lidah-buaya-di-pot.html


Cara menanam lidah buaya dalam polybag dalam polybag merupakan salah satu solusi tidak tersedianya lahan untuk menanam lidah buaya. Tanaman yang bernama latin aloe vera ini memiliki banyak manfaat, diantaranya dapat dijadikan pengobatan berbagai penyakit seperti penyakit mag, penyembuh luka, atasi luka bakar, herpes (dompo), ketombe dan sebagainya. Selain itu, tanaman asli afrika ini juga bisa digunakan sebagai bahan minuman segar dengan diolah menjadi nata de coco. Oleh karena itu, tidak jarang dimanfaatkan untuk berwirausaha karena prospeknya cerah.

Bagi anda yang memiliki lahan sempit tetapi ingin sekali membudidayakan lidah buaya, berikut akan dijelaskan cara budidaya lidah buaya dalam polybag:

1. Polybag

Hal pertama yang harus anda ketahui adalah menentukan ukuran polybag. Ukuran polybag ini snagat penting karena sebagai tempat pertumbuhan lidah buaya. Pilihlah ukuran polybag yang tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil. Polybag dengan ukuran besar memang bagus untuk pertumbuhan lidah buaya, namun tidak efisien. Oleh karena itu, gunakanlah polybag paling minim berukuran diameter 20 cm.
2. Media tanam

Media tanam lidah buaya menggunakan tanah yang kering. Anda bisa menggunakan tanah yang dicampur dengan pasir dan pupuk kandang. Kemudian masukkan dalam polibag.

3. Cara menanam

Cara penanaman lidah buaya tidaklah sulit, hampir sama dengan tanaman yang lainnya. Caranya yaitu, ambil lidah buaya anakan (masih kecil) dan tanam seperti menanam tanaman lain. Namun, menanam lidah buaya jangan terlalu dalam dan dangkal karena dapat mengakibatkan bibit busuk dan roboh.

4. Pemupukan

Pupuk lidah buaya bisa menggunakan npk atau pupuk oganik. Npk bisa diberikan dua minggu sekali sebanyak 2 gr/polybag.

5. Penyiraman

Jangan terlalu sering menyiram lidah buaya karena akan menyebabkan busuk pada daun. Hal ini karena tanaman lidah buaya menyimpan banyak air sehingga anda tidak perlu repot menyiramnya.

6. Penempatan

Tempatkan lidah buaya di tempat yang teduh namun terkena sinar matahari secara langsung.

7. Panen

Panen perdana lidah buaya bisa dilakukan setelah umur 6 bulan. Cara panennya yakni dengan memetik menggunakan pisau pada daun yang paling luar. Begitulah cara budidaya lidah buaya dalam polibag yang bisa anda coba sebagai peluang untuk wirausaha.

CARA MUDAH MENGETAHUI KADAR KEASAMAN TANAH

http://tipspetani.blogspot.com/2017/06/cara-mudah-mengetahui-kadar-keasaman.html

A. Cara Mudah Mengetahui Tanah Masam atau Basa


Cara Menggunakan pH Meter Tanah

Budidaya – Dalam usaha budidaya tanaman tanah berfungsi sebagai media tanam dan sebagai sumber unsur hara dimana akar tanaman memperoleh nutrisi atau makanan. Syarat utama media tanam yang baik adalah mengandung unsur hara yang cukup yang dibutuhkan oleh tanaman sehingga tanaman mampu tumbuh dengan baik dan berproduksi secara maksimal. Faktor penting lainnya yang juga sangat berpengaruh terhadap keberhasilan usaha budidaya tanaman adalah kadar keasaman tanah atau pH tanah. Dimana setiap tanah memiliki kadar keasaman (pH) yang berbeda-beda. Sebagian jenis tanaman dapat tumbuh dengan baik pada tanah dengan kadar pH rendah (tanah asam) dan sebagian lainnya bisa tumbuh pada tanah yang ber pH tinggi (tanah basa). Akan tetapi sebagian besar tanaman yang sering dibudidayakan hanya bisa tumbuh pada tanah yang ber-pH netral. Oleh karena itu setiap petani hendaknya wajib mengetahui kondisi tanah sebelum melakukan kegiatan budidaya tanaman. pH tanah atau media tanam sangat berpengaruh terhadap keberhasilan suatu usaha budidaya pertanian. Seringkali kegagalan usaha pertanian disebabkan karena minimnya kesadaran masyarakat akan pentingnya mengetahui kadar keasaman lahan pertanian.

Kadar pH tanah diukur dalam skala pH dengan rentang angka antara 0 hingga 14. Tanah dengan kadar pH 0 hingga 7 bersifat asam, sedangkan tanah dengan kadar pH antara 7-14 disebut basa. Tanaman yang dibudidayakan pada tanah ber pH rendah maupun tinggi tidak akan tumbuh dengan baik. Sebab pada tanam masam dan basa akar tanaman tidak mampu menyerap unsur hara dengan baik. Sebagian besar tanaman budidaya hanya mampu tumbuh dengan baik pada tanah yang memiliki kadar pH netral, yaitu 7. pH minimal yang masih bisa ditoleransi oleh tanaman adalah 5,5.

B. Faktor Yang Mempengaruhi pH Tanah Rendah

Beberapa faktor penyebab rendahnya pH tanah antara lain sebagai berikut ;
  • Tercucinya unsur hara pada tanah akibat curah hujan yang tinggi,
  • Adanya unsur Aluminium (Al), Tembaga (Cu) dan Besi (Fe) yang berlebihan,
  • Drainase yang kurang baik sehingga menyebabkan tergenangnya air secara terus menerus dan dalam wakyu yang lama,
  • Terjadinya dekomposisi bahan organik yang berakibat keluarnya kalsium dari dalam tanah,
  • Penggunaan pupuk kimia yang berlebihan, terutama pupuk nitrogen,
  • Tanah kekurangan unsur magnesium (Mg) dan kalsium (Ca).

C. Cara Sederhana Mengukur dan Mengetahui pH Tanah

Cara mengetahui pH tanah dapat dilakukan dengan berbagai metode, baik secara tradisional (cara sederhana) maupun menggunakan pH meter tanah. Secara tradisonal, pH tanah dapat diketahui dengan memperhatiakn jenis tanaman yang tumbuh secara alami pada tanah tersebut dan menggunakan indikator dari bahan alami, misalnya kunyit. Berikut ini beberapa cara mudah mengetahui tanah asam (pH Tanah), baik secara tradisional maupun menggunakan alat pH Meter ;

1). Cara Sederhana Mengetahui Keasaman pH Tanah dengan Indikator Tanaman

Tanaman liar yang tumbuh secara alami pada tanah asam dan basa berbeda-beda. Oleh karena itu tumbuhan yang ada pada suatu lahan dapat digunakan sebagai indikator kadar pH tanah tersebut. Dengan cara ini kita dapat mengetahui apakah tanah tersebut asam atau basa hanya dengan memperhatikan tanaman yang tumbuh di atasnya. Tumbuhan yang bisa kita jadikan indikator misalnya adalah Senggani atau Keduduk (Melastoma malabathricum). Senggani memiliki banyak nama lokal atau nama daerah, diantaranya yaitu Harendong (Sunda), Senduduk atau Sikaduduk (Minang), Keduduk (Melayu) dan dalam bahasa Jawa dikenal dengan Senggani atau Kemanden. Jika suatu lahan banyak ditumbuhi tanaman tersebut maka mengindikasikan bahwa tanah pada lahan tersebut memiliki kadar pH yang rendah atau masam.

baca juga CARA MEMANEN BUAH KOPI YANG BENAR

2). Cara Mudah Mengetahui pH Tanah Menggunakan Indikator Kunyit

Selain dengan cara memperhatikan tanaman yang tumbuh, cara lain untuk mengetahui keasaman tanah adalah menggunakan kunyit. Rimpang kunyit dapat digunakan sebagai indikator kadar keasaman tanah. Cara mengetahui pH tanah menggunakan kunyit adalah sebagai berikut ;

  • Sediakan rimpang kunyit seukuran jempol,
  • Potong kunyit tersebut menjadi dua bagian,
  • Ambil sampel tanah dari 5 titik yang berbeda, yaitu 4 titik pada ujung lahan dan 1 titik di tengah-tengah lahan,
  • Semua sampel tanah dijadikan satu dalam wadah dan dibasahi dengan air secukupnya, kemudian diaduk hingga tercampur rata,
  • Satu bagian kunyit dimasukkan kedalam adonan tanah tersebut dan biarkan selama 30 menit, kemudian angkat,
  • Selanjutnya bandingkan warna kunyit dengan potongan kunyit yang tidak dimasukkan kewadah berisi adonan tanah,
  • Jika warna kunyit menjadi pudar maka tanah tersebut dapat dipastikan masam (pH rendah), Jika warna kunyit tetap berarti pH tanah tersebut netral, dan jika warna kunyit berubah menjadi biru berarti tanah tersebut ber pH tinggi atau basa.
3. Cara Mengukur pH Tanah Menggunakan Kertas Lakmus

Kedua cara diatas memang sudah cukup membantu kita dalam mendeteksi kadar keasaman suatu lahan pertanian, namun kita tidak dapat mengetahui dengan pasti angka pH-nya. Sehingga kita masih mengalami kesulitan dalam perlakuan tanah tersebut. Misalnya ketika kita akan melakukan pengapuran untuk menaikkan pH tanah, kita tidak tahu pasti berapa dosis kapur yang harus diberikan. Untuk itu kita perlu mengukur pH tanah menggunakan suatu alat, salah satunya adalah kertas lakmus. Cara mengukur pH tanah menggunakan kertas lakmus adalah sebagai berikut :

  • Ambil sampel tanah dari 5 titik yang berbeda, yaitu 4 titik pada ujung lahan dan 1 titik di tengah-tengah lahan,
  • Semua sampel tanah dijadikan satu dalam wadah dan dibasahi dengan air dengan perbandingan 1:1, kemudian diaduk hingga tercampur rata,
  • Biarkan selama kurang lebih 15-20 menit sehingga tanah mengendap (air dan tanah terpisah),
  • Celupkan ujung kertas lakmus pada air selama 1 menit dan jangan sampai menyentuh tanah,
  • Segera angkat jika warna kertas lakmus sudah stabil,
  • Cocokkan warna kertas lakmus tersebut dengan bagan warna,
  • Lihat warna tersebut ada pada skala berapa, apakah 0, 1, atau 7
4. Cara Mengukur pH Tanah Menggunakan pH Meter

Cara yang yang terakhir ini merupakan cara yang paling mudah, praktis dan akurat jika dibandingkan dengan ketiga cara diatas. Dengan menggunakan pH Meter bisa langsung diketahui berapa skala pH tanah tersebut, sehingga mempermudah kita dalam memberikan perlakuan. Cara menggunakan pH meter tanah sangat mudah dan praktis, yaitu cukup dengan menusukkan ujung alat pH meter pada keempat ujung titik lahan dan satu titik ditengah-tengah lahan. Hasil yang diperoleh pada skala pH akan menunjukkan angka yang sudah dirata-ratakan.

Mengukur kadar keasaman tanah menggunakan pH Meter sangat mempermudah kita dalam pemberian dosis kapur pertanian. Karena angka atau skala pH hasil pengukuran dapat diketahui dengan pasti. Secara umum untuk menaikkan 1 tingkat skala pH membutuhkan 2 ton dolomit (kapur pertanian) setiap hektar. Misalnya jika hasil pengukuran menunjukkan angka skala pH 6 maka untuk memperoleh pH 7 dalam satu hektar lahan dibutuhkan 2 ton dolomit. Jika hasil pengukuran menunjukkan angka 4, maka dalam satu hektar dibutuhkan 6 ton dolomit untuk memperoleh pH netral (7.0). Pengukuran pH tanah dan pemberian dolomit atau pengapuran sebaiknya dilakukan saat pengolahan lahan, sehingga ketika benih atau bibit ditanam pH tanah sudah benar-benar stabil.
sumber http://mitalom.com/

PANDUAN MENANAM SELEDRI DALAM POT ATAU POLYBAG

http://tipspetani.blogspot.com/2017/06/panduan-menanam-jambu-air-menggunakan.html
PANDUAN MENANAM SELEDRI DALAM POT ATAU POLYBAG


Bisnis budidaya seledri amat sangat tepat dilakukan di dataran tinggi dgn ketinggian 1000-1200 meter dari permukaan laut. Tetapi tanaman ini masihlah toleran ditumbuhkan di dataran rendah. Tanaman ini kurang tahan pada curah hujan tinggi. 

Kategori tanah yg dikehendaki dalam budidaya seledri yaitu tanah yg gembur & mengandung tidak sedikit bahan organik. Tanaman ini tumbuh baik kepada tingkat keasaman tanah PH 5,5-6,5. Jika tanah terlampaui asam sebaiknya tambahkan kapur atau dolomit. 

Terdapat dua kiat menanam seledri merupakan perbanyakan generatif (dari biji) & perbanyakan vegetatif (dari anakan). Perbanyakan generatif kebanyakan diterapkan buat budidaya seledri skala luas atau komersial. Utk budidaya skala pekarangan seperti dalam pot atau polybag, perbanyakan dengan cara vegetatif lebih mudah dilakukan. 

Perbanyakan generatif dmulai bersama menyemaikan biji lebih-lebih dulu. Sesudah biji tumbuh jadi bibit, baru dipindahkan ke dalam pot atau polybag. Berikut langkah-langkahnya : 
  • Sebelum biji disemai, rendam apalagi dulu dalam air hangat kuku (50-60 derajat celcius) sewaktu 1 jam. 
  • Siapkan lokasi persemaian berupa bedengan atau baki semai. Sarana semai terdiri dari campuran tanah & kompos yg sudah diayak bersama perbandingan 2 : 1. Baca kiatmenciptakan sarana persemaian. 
  • Memberi naungan bersama plastik bening kepada bedengan semai utk menlindungi tanaman dari kucuran air hujan serta-merta & terik matahari. 
  • Utk alur garitan di atas bedengan sedalam 0,5 centimeter dgn jarak antar alur 10-20 centi meter. Tebarkan benih ke dalam alur tersebut & tutup slim dgn tanah dulusiram utk mempertahankan kelembabannya. 
  • Siram dgn air secukupnya tiap-tiap pagi atau sore utk mempertahankan kelembaban fasilitas persemaian. Sarana janganlah terlampaui basah & jangan sampai pun hinggakekeringan. 
  • Bibit siap dipindahkan ke pot atau polybag sesudah 1 bln atau sesudah tumbuh 3-4 helai daun. 
  • Perbanyakan vegetatif rata rata dilakukan jika kita sudah mempunyai tanaman seledri diawal mulanya. Kiat perbanyakannya, ambil anakan yg terdapat dalam rumpun tanaman seledri yg sudah ada. Selanjutnya pindahkan ke pot atau polybag baru. Seterusnya tanaman dapat diperbanyak dari rumpun seledri yg tumbuh. 
  • Sesudah bibit siap dipindahkan, siapkan pot atau polybag ukuran sedang. Isikan bersama alat tanam yg terdiri dari campuran tanah, kompos & arang sekam dgnperbandingan 1 : 1 : 1. Ayak terlabih dulu bahan-bahan tersebut. Pemakaian arang sekam tujuannya supaya sarana tanam mempunyai porositas yg baik & bobot fasilitasjadi ringan maka pot atau polybag mudah dipindahkan. 
  • Jikalau ga ada arang sekam sanggup ditukar dgn sekam padi, jerami padi atau serbuk gergaji. Hati-hati dalam menciptakan fasilitas tanam, pakai bahan-bahan yg bebas dari hama & penyakit. Mari baca trik menciptakan sarana tanam. 

Perawatan budidaya seledri 
  • Melakukan penyiraman tiap-tiap pagi & sore sampai tanaman berusia satu pekan. Sesudah itu frekuensi penyiraman pass dilakukan 2-3 kali dalam satu pekan. Tergantungkepada keadaan cuaca, usahakan sarana tak terlampaui becek atau kering. 
  • Buat budidaya seledri organik pemberian pupuk organik cair amat efektif diberikan sbg pupuk susulan. Pupuk organik cair tidak sedikit dipasarkan di toko-toko pertanian dalam beraneka ragam brand, atau bisa pula dibuat sendiri. Silakan baca trick menciptakan pupuk organik cair. Tidak Cuma pupuk cair juga dapat diperlukan pupuk kompos, pupuk kandang atau pupuk hayati. 
  • Encerkan pupuk organik cair sebelum disiramkan terhadap tanaman. Rata-rata 10 ml pupuk cair diencerkan bersama 1 liter air sebelum dipakai. Buat lebih khsususnya ikuti pedoman yg terdapat dalam kemasan pupuk tersebut. Siramkan pupuk yg sudah diencerkan dgn dosis 100 ml per polybag. Frekuensi pemupukan dilakukan tiap-tiap1-2 pekan sekali. 
  • Budidaya seledri dalam pot atau polybag sebenarnya relatif jarang terkena hama atau penyakit. Tapi terhadap budidaya seledri skala luas serangan tidak sedikit dijumpai.Tak ada salahnya kita mengetahui jenis-jenis hama & penyakit tersebut. 
  • Terdapat sekian banyak hama yg tidak jarang dijumpai dalam budidaya seledri. Sekian Banyak diantaranya yakni ulat tanah, keong, kutu & tunggau. Hama-hama tersebutsanggup diberantas bersama dipungut cepat dgn tangan. Terlebih utk penanaman dalam polybag. 
  • Sedangkan jenis-jenis penyakit budidaya seledri ialah cercospora, bercak septoria & virus aster yellow. Buat menghindari serangan penyakit-penyakit itu, jalankanpencegahan sejak dini. Pencegahan dilakukan sejak pemilihan benih, menjaga sanitasi kebun & pemupukan yg baik. 
  • Seandainya serangan penyakit menghebat, mampu dilakukan penyemprotan bersama pestisida organik. Silakan baca tentang pengendalian penyakit bersama pestisida organik. 
Panen budidaya seledri 
Panen budidaya seledri dapat dilakukan berkali-kali. Panen mula-mula umumnya berlangsung sesudah tanaman berusia 1-3 bln sesudah tanam, tergantung varietasnya. Pertumbuhan seledri dikatakan sudah maksimum sesudah daunnya rimbun & anakannya tidak sedikit. 
Seledri dipanen secara memotong pangkal batang dengan cara periodik. Frekuensi pemanenan dapat dilakukan 1-2 pekan sekali. Panen berhenti kalau pertumbuhan anakan telah tak produktif lagi. Panen dapat juga dilakukan bersama dicabut. 

Pilihlah pot tanaman & fasilitas tumbuh yg serasi bersama type tanaman hias yg bakal kita potkan. Pot serta mesti disesuaikan dgn ruangan di mana & macam mana pot tersebut diletakkan. 

Kalau pot & alat yang sudah disiapkan sedia, pastikan pot mempunyai lubang drainase yg pass. Isi alat lebih kurang 1/3 bidang pot. masukkan tanaman, usahakan fasilitasasal yg menempel kepada tanaman tetap ada, supaya tanaman tak mengalami stres kala beradaptasi bersama fasilitas yg baru. 

Tambahkan lagi alat tanam, sambil tanaman dipegang konsisten bersama sebelah tangan. Sesudah nyaris penuh, tekan alat perlahan-lahan bersama ibu jari supayatanaman bakal berdiri kokoh. Pot janganlah diisi hingga penuh, sisakan lebih kurang 2 senti meter dari bibir pot supaya gampang dikala laksanakan penyiraman. 

Sesudah pengepotan selesai, siramlah tanaman hias secukupnya. Dinding luar & basic pot dibersihkan dari kotoran & fasilitas tanam yg masihlah menempel sebelum diletakkan kepada area yg di inginkan. 

Trik Pengairan Pot yg Pas 

1. Air diberikan lewat alas pot. secara ini air bakal meresap ke atas ke sarana tanam dgn lewat system kapiler. Keuntungan sarana tak terlampaui basah, tapi ketersediaan air pass terjamin. Buat mempermudah peresapan air ke fasilitas tanam sebaiknya dipasang tali dari fasilitas ke alas pot melintasi lubang drainase. 

2. Air diberikan serta-merta terhadap alat tanam. Terhadap kiat ini air bisa disiramkan serta-merta terhadap permukaan fasilitas tanam atau serta bakal lewat pipa ygditancapkan ke sarana tanam. Usahakan air siraman tak tentang tanaman hias dengan cara serta-merta.

MEMBUAT RAMUAN ANTI BURUNG PADA TANAMAN PADI


Sumber Gambar: Wikipedia

Ramuan Anti burung 

Bahan RAMUAN ANTI BURUNG PADA TANAMAN PADI :
  • Kelor : 100 gram
  • Kunyit : 200 gram
  • Buah Jarak : 150 gram
  • Daun Jarak : 100 gram
  • Buah srikaya : 250 gram
  • Daun srikaya :100 gram
  • Bawang putih : 100 gram
  • Jeringau :100 gram
  • Daun kipait :100 gram
  • Buah kemiri : 25 butir
  • Brotowali :50 gram
  • Air cucian beras : 3 ltr

baca juga


Cara RAMUAN ANTI BURUNG PADA TANAMAN PADI :
  • Bahan no 1 – 9 dihaluskan /blender dengan air leri (air crucian beras)
  • Kemiri di panggang dulu baru dihaluskan
  • Total nanti jadi 3 liter
  • panaskan tapi tidak boleh sampe mendidih (api kecil), sampai menjadi kurleb 2 liter.
  • saring…
  • ampasnya jgn dibuang, gonseng dgn api kecil hingga jd serbuk kering. Selanjutnya bisa blender ulang sampe jadi tepung.
Catatan :
  • Semua bahan wajib segar jangan yang sudah kering

Dosis :
  • Yang berupa cairan 2 liter
  • 1 liter untuk 10 liter air. Pakai untuk merendam benih kurleb 1-2 jam.
  • Ingat tidak boleh dibilas lagi, langsung semai kan

Yang berupa tepung
  • 1 sdm untuk 10 liter air.
  • Pakai saat bulir hijau / masa susu, disemprot kan pada padi

PANDUAN MEMBUAT KECAP DENGAN BAHAN AIR KELAPA


Air kelapa selain dapat diminum segar, juga dapat diolah sebagai bahan baku industri untuk menghasilkan berbagai produk minuman ringan seperti alkohol, sirup, asam cuka, nata de coco, kecap, dan lain-lain. Air kelapa mempunyai kandungan nutrisi yang cukup tinggi, sehingga dapat dibuat berbagai produk makanan karena mengandung gula 0,56% klorida 0,17%, protein 0,55% dan lemak 0,74%.

Beberapa hal yang perlu dipersiapkan dalam pembuatan kecap air kelapa antara lain adalah peralatan seperti: panci, wajan, saringan, tampah, kompor, sendok/pengaduk kayu, baskom dan botol. Sedangkan bahan yang dipergunakan yaitu: air kelapa 10 liter, 1 kg kedelai, 4 kg gula merah, 25 g garam, 0,25 kg bawang putih, 175 g kemiri, 0,25 lengkuas, 10 lembar daun/5 batang sereh, 0,75 kluwak dan 0,05% natrium benzoat.

Yang perlu dilakukan dalam membuat kecap air kelapa adalah sebagai berikut: menyiapkan air kelapa kemudian dijernihkan dengan cara air kelapa diendapkan terlebih dahulu dengan baskom kapasitas 10 liter. Pisahkan air kelapa dari kotoran-kotoran yang mengendap lalu ambil /tuangkan air kelapa yang jernih di baskom lain perlahan-lahan. Kemudian masukkan air kelapa ke dalam wajan. Sementara itu tumbuk kemiri dan bawang putih sampai halus dan goreng dengan air kelapa, diaduk jangan sampai gosong dan atur api jangan terlalu besar supaya tidak gosong yang dapat mempengaruhi rasa kecap karena akan menjadi pahit.


Bersihkan kedelai dan cuci bersih dengan air mengalir hingga bersih dan kemudian rendam selama 12 jam. Setelah itu cuci bersih kedelai kemudian rebus selama 30 menit dengan tujuan agar kulit arinya mudah dikelupas, lalu kedelai dicuci dan ditiriskan. Setelah itu tebarkan di atas tampah yang bersih, beri Aspergilus flavus lebih dikenal dengan nama jamur kecap. Jamur ini berwarna hijau pupus dan agak sulit diperoleh di pasaran bebas, atau berilah Rhizipus Oryzae lebih dikenal dengan jamur tempe, jamur ini mudah sekali diperoleh. Kemudian tutuplah dengan tampah dan fermentasikan di tempat yang lembab selama 3 hari. Setelah timbul jamur, jemurlah pada terik matahari hingga kering.


Buatlah larutan garam, untuk 1 liter air diberi garam 300 gram. Agar garam larut benar benar dan waktu pembuatan lebih cepat sebaiknya direbus dan dibiarkan sampai dingin. Rendamlah kedelai yang telah berjamur dalam larutan garam tersebut selama seminggu sampai seluruh kedelai terendam. Jemur pada terik matahari setiap hari dalam keadaan terendam. Setelah proses perendaman dalam air garam selesai, saringlah rendaman kedelai dengan saringan. Cairan hasil saringan ini yang disebut filtrate (calon kecap). Filtratini yang ditambahkan dalam pengolahan kecap air kelapa. Masaklah air kelapa yang sudah jernih sampai mendidih, tambahkan kemiri dan bawang putih yang sudah dilembutkan dan digoreng, tambahkan irisan lengkuas, daun salam, daun sereh, kluwak, filtrate garam, dan gula. Aduklah terus menerus untuk mencegah terjadinya penggosongan dan pengerakan. Kecap air kelapa sudah bisa dianggap masak apabila cairan tersebut dituangkan, tetesannya tidak putus dan kadar gula mencapai antara 65 – 80%, warna cairan coklat tua kehitam-hitaman. Angkatlah dari perapian dan dinginkan serta saringlah dengan mempergunakan saringan. Berilah bahan pengawet yaitu Natrium Benzoat sebanyak 0,02% perliter kecap. Penambahan bahan pengawet dimaksudkan untuk mencegah terjadinya penjamuran atau perubahan rasa sebelum kecap dimanfaatkan. Hasil saringan ini merupakan kecap manis dengan kadar protein 3%, gula 46,71%, sukrosa 35,3% dan garam 8,66%. Komposisi ini memenuhi standar yang telah ditetapkan.


Agar kecap dapat dijual atau didistribusikan, maka diperlukan pembotolan dan pengepakan yang tepat. Botol yang akan digunakan harus disterilkan dahulu supaya tidak mengandung bakteri yang dapat merusak kecap selama penyimpanan. Untuk menutup botol dapat dilakukan dengan alat penutup yang disebut bottle panning Selanjutnya dapat dipak dalam peti kayu untuk dipasarkan. Dari pengolahan air kelapa sebanyak 10 liter diperoleh kecap manis sebanyak 6 liter atau 10 botol ukuran 600 ml. Kecap ini dapat disimpan kurang lebih 6 bulan lamanya.
PenulisSetia Wahyuti, SH, MP
Referensi :
Anonimous. 1991. Budidaya dan Pengolahan Hasil Kedelai. Departemen Pertanian
Suwarno. 1985. Kecap Fermentasi dan Pengolahan Bahan. Penebar Swadaya Jakarta