HEWAN YANG DINYATAKAN SUDAH PUNAH TETAPI MASIH ADA

HEWAN YANG DINYATAKAN PUNAH
TETAPI MASIH ADA
Satu spesies Lazarus atau takson yang telah dianggap punah, benar benar ditemukan kembali dalam keadaan hidup. Ikan Coelecanth ini mungkin contoh spesies yang paling terkenal yang telah dinggap punah namun ternyata ditemukan masih ada, Tapi daftar ini akan menampilkan urutan yang lebih baru tentang spesies – spesies yang dianggap sudah punah namun masih ada dan hidup. Dalam daftar yang disusun listverse ini mencakup spesies dari golongan mamalia, burung, ampibi dan juga reptil.


1. Gagak Banggai 
Corvus unicolor

Tidak tercatat sejak 1885
Ditemukan kembali: 2007 (dikonfirmasi 2009)
Status terkini: sangat terancam punah

Sekali lagi, makhluk ini dikenal para ilmuwan hanya dengan beberapa spesimen yang diambil dari sebuah pulau tak dikenal di kepulauan Banggai Indonesia, sekitar tahun 1880-an. Tidak ada bukti bahwa burung telah terus bertahan hidup setelah itu.
Penampakan belum dikonfirmasi pada tahun 1991 tidak menyebabkan sesuatu yang lebih konklusif meskipun laporan bahwa burung-burung itu terlihat di Pulau Peleng terus berlanjut.

Selama survei di sana pada tahun 2007 bulan agustus,ornithologist dari Indonesia Mochamad Indrawan menangkap dan memfoto burung ini, tetapi konfirmasi bahwa hewan ini benar-benar adalah Gagak Banggai baru ada pada 2009 ketika Pamela C Rasmussen dari American Museum of Natural History menganalisis penemuan terbaru dan membandingkannya dengan spesimen yang ada di museum .
Populasi saat ini diperkirakan tinggal sekitar 500 individu dan Mochamad Indrawan sekarang terlibat usaha menjaga dan melindungi spesies ini yang sering diburu dan dikonsumsi oleh penduduk setempat.

2. New Zealand Storm Petrel 
Oceanites maorianus

Dianggap punah: 1850
Ditemukan kembali: 2003
Status terkini: sangat terancam punah

Burung laut yang kecil ini, mirip dengan hewan lain di daftar ini, hanya pernah diketahui para ilmuwan oleh sejumlah kecil spesimen. dianggap punah sejak 1850-an.
Penemuan kembali menjadi menarik karena menunjukkan bahwa satu foto ambigu dapat menyebabkan hasil yang lebih menjanjikan.
Pada awal tahun 2003 beberapa foto diambil dari Semenanjung Coromandel Selandia Baru Pulau Utara, dan ini diikuti pada akhir tahun dengan foto-foto berkualitas baik dan video dari sekitar 10 burung di Teluk Hauraki.
Spesimen hidup ditangkap di daerah itu sekitar dua tahun kemudian, dan mereka masih terlihat dari waktu ke waktu di sana.Populasi saat ini tidak diketahui dan para ilmuwan belum menemukan lokasi penangkaran burung.

3. Terror Skink 
Phoboscincus bocourti

Tidak tercatat sejak tahun 1870-an
Ditemukan kembali: 2003
Status terkini: Terancam

Sedikit yang diketahui mengenai hewan ini sampai satu dekade lalu, dikenal para ilmuwan dari hanya satu spesimen yang ditemukan pada tahun 1876. Kedua hal ini spesimen dan yang ditemukan baru-baru ini terletak di Ile de Pin di Kaledonia Baru.
Pada tahun 2003, sebuah spesimen hidup ditemukan oleh Ivan Ineich dari Museum nasional d’Histoire Naturelle, Paris.

Makhluk itu difilmkan dan difoto sebelum dibebaskan, dan individu yang lebih lanjut ditemukan oleh Ineich di pulau tak berpenghuni di tahun 2005.
Populasi saat ini tidak diketahui tetapi diperkirakan kurang dari 250 individu dan dianggap terancam punah karena walaupun tidak ada ancaman manusia, pulau ini rentan terhadap kebakaran liar dan tsunami.

4. Kadal Raksasa La Palma 
Gallotia auaritae

Dianggap Punah : 500 tahun yang lalu
Ditemukan kembali: 2007
Status terkini: sangat terancam punah

Para ilmuwan tampaknya tidak mampu memilih tanggal yang tepat untuk kepunahan makhluk ini tapi mereka setuju bahwa penurunan reptil ini mulai di sekitar waktu manusia mulai menghuni Kepulauan Canary.
Sekali lagi, tikus memainkan peran mereka dalam mengurangi hewan dalam populasi, seperti halnya konsumsi manusia dan hilangnya habitat.

Hewan ini diyakini telah punah sekitar 500 tahun yang lalu. namun ditemukan kembali pada tahun 2007 ketika Luis Enrique Minguez, seorang peneliti di lembaga satwa liar IREC memotret makhluk ini saat merangkak naik. Penelitian lebih lanjut menyimpulkan ini adalah Kadal Raksasa la palma.
Menariknya, dua lainnya diduga reptil punah ditemukan kembali juga di Kepulauan Canary, Kadal Raksasa El Hierro di tahun 1974 dan Kadal Raksasa La Gomera di tahun 1996.

5. Cuban Solenodon
Solenodon cubanus

Terakhir dilihat: 1890
Resmi dinyatakan punah: 1970
Ditemukan kembali: 2003
Status terkini: Terancam

Pada tahun 2003 seekor Cuban Solenedon ditangkap, difilmkan, dipelajari selama dua hari dan dilepaskan kembali ke alam liar, tetapi sebelumnya diberi nama Alejandrito. Alejandrito hanyalah Cuban Solenedon ke-37 yang telah dicatat.

Makhluk kecil berbisa ini endemik Kuba dan pada awalnya ditemukan oleh naturalis Jerman Wilhelm Peters pada 1861, tidak ada spesimen telah ditemukan sejak tahun 1890 dan makhluk itu dikhawatirkan punah tahun 1970. 3 spesimen ditemukan di 1974/75 tetapi hanya ada sedikit informasi tentang spesimen-spesimen ini dan tidak ada penampakan lagi sampai 2003.
Tidak ada spesimen hidup lebih lanjut telah ditemukan sejak tahun 2003, tapi satu spesimen yang mati ditemukan pada tahun 2005.

6. Tikus Pinus Bavaria
Microtus bavaricus

Dianggap punah: tahun 1962
Ditemukan kembali: 2000/2001
Status terkini: sangat terancam punah

Penemuan kembali tikus kecil ini , di daerah Alpen Bavaria, Austria dan Italia, yang menarik karena menunjukkan berapa lama kadang-kadang untuk makhluk yang sebelumnya dianggap punah untuk diakui sebagai ada.

Mamalia ini terakhir tercatat pada tahun 1962 di Garmisch-Partenkirchen, Bavaria, yang pada waktu itu diketahui sebagai satu-satunya lokasi tikus berdomisili. Dikhawatirkan punah pada 1980-an ketika padang rumput terakhir yang dihuni dibangun aspal di atasnya.

Namun, populasi hewan itu ditemukan di Tyrol Austria di tahun 1976-1977, tetapi belum dikonfirmasi sebagai spesies Bavaria voles Pine sampai tahun 2000. Kebetulan, tahun berikutnya, Frederike Spitzenberger, seorang ilmuwan penelitian Wina, menemukan spesimen hidup dalam perangkap dan tes DNA lebih lanjut membuktikan bahwa makhluk ini memang tikus pinus Bavaria.

Populasi tikus ini kini terus menurun dan kurang dari 50 individu telah dikumpulkan. Hewan ini dianggap punah secara lokal di Jerman dan hanya ditemukan di satu lokasi di Pegunungan Rofan, Utara Tyrol, Austria.

7. Painted Frog
Atelopus ebenoides

Dianggap punah : tahun 1995
Ditemukan kembali : 2006
Status terkini : sangat terancam punah

Asli hanya ada Kolombia, amfibi ini, sebelum penemuan kembali, terakhir terlihat pada tahun 1995 dan diduga telah menjadi korban dari penyakit jamur Chytridiomycosis yang telah memberikan kontribusi terhadap penurunan populasi global di hampir semua spesies amfibi.
Upaya untuk menemukan spesies ini terbukti sia-sia sampai Mei 2006, ketika ditemukan oleh Profesor Carlos Rocha dan tim peneliti dari Universitas Pedagogi dan Teknologi dari Kolombia.
Penemuan kembali ini memberikan harapan bagi para ilmuwan bahwa beberapa amfibi sedang mengembangkan adaptasi resistensi terhadap penyakit jamur itu.

8. Kokanee Hitam
Oncorhynchus nerka kawamurae

Dianggap punah :Tahun 1940
Ditemukan kembali : 2010
Status terkini : Informasi terbatas

Ini ikan Jepang, subspesies salmon, dianggap telah punah pada tahun 1940 ketika hanya penduduk pribumi membuat proyek listrik hidro di Danau Tazawa tempat habitat asli ikan ini, sehinga air danau menjadi asam
Meskipun usaha pemindahan telur ikan pernah dilakukan ke Danau Saiko sekitar 300 mil jauhnya, ini dianggap telah gagal sampai tahun 2010 ketika ilmuwan Tetsuji Nakabo dan tim peneliti di Kyoto University menemukan spesimen hidup di Danau Saiko.

9. Lord Howe Stick Insect 
Dryococelus australis

Pemikiran punah : 1930
Ditemukan kembali : 2001
Status terkini : sangat terancam punah

Ini adalah serangga tongkat besar dijuluki “serangga paling langka di dunia” pada penemuan kembali , hanya 30 individu yang ditemukan. Mereka ditemukan kembali di salah satu pulau kecil tak berpenghuni yang disebut Bola Piramida dalam kepulauan Lord Howe.

Serangga bersayap berukuran raksasa ini dulu sangat banyak dijumpai di kepulauan ini, namun populasinya menurun, setelah tikus mendarat bersama kapal pasokan SS makambo yang kandas di sana. Sehingga serangga-serangga ini menjadi makanan utama para tikus yang mulai meraja lela.
Harapan bahwa spesies binatang itu ada yang selamat dalam kepunahan kembali ada, ketika spesimen yang baru sajaa mati ditemukan oleh pendaki pada tahun 1960.

Spesimen hidup ditemukan pada Februari 2001. Saat ini ada sekitar 450 spesies yang diketahui masih hidup, beberapa dikembalikan ke habitat asli mereka Lord Howe Island.
Ada juga rencana untuk membasmi populasi tikus untuk memberikan kesempatan serangga raksasa ini untuk berkembang biak.

10. Burung Pelatuk Paruh Gading
Campephilus principalis

Dianggap Punah : di Circa 1944
Status saat ini : Unknown Sejauh ini bukti keberadaannya belum begitu meyakinkan dan tidak ada spesimen , baik hidup atau mati, telah ditangkap. IUCN mendaftar burung ini dalam status terancam punah tetapi American Birding Association menggambarkan burung ini kemungkinan punah.
Bukti konklusif terakhir tercatat keberadaan burung di Amerika Serikat itu pada tahun 1944, tapi itu terlihat di Kuba akhir 1987.

Sejak 1990-an ada banyak ekspedisi ke bayous Louisiana di mana burung tinggal, sementara rekaman suara dan video telah dibuat, ini masih dianggap tidak meyakinkan, . Sementara beberapa ilmuwan percaya burung masih hidup, tanpa bukti status burung pelatuk berparuh gading masih merupakan misteri.

Tips Mengatasi Busuk Ujung Buah Tomat


Penyakit busuk ujung buah (blossom end rot) yang sangat menurunkan kualitas buah tomat memang cukup merugikan petaninya. Karena itu sedapat mungkin serangan penyakit ini harus dihindarkan. Salah satu caranya, dengan pemupukan berimbang.

Sistem pertanian intensif yang disertai pemupukan tidak berimbang sering menyebabkan gejala penyakit fisiologis akibat kekurangan unsur hara tertentu, salah satu di antaranya yang sering ditemukan pada tanaman tomat adalah busuk ujung buah. Penyakit ini sangat merugikan petani tomat, karena dapat menggagalkan panen. Kalaupun bisa, kualitas buah akan sangat menurun sehingga sulit dipasarkan.

Sejak Buah Tomat Muda

Gejala penyakit busuk ujung buah biasanya sudah tampak pada stadium buah muda. Mula-mula terlihat bercak berwarna hijau gelap pada ujung buah tomat. Kemudian berubah menjadi lekuk basah cokelat sampai kehitam-hitaman. Setelah itu ujung buah akan mengkerut, bentuknya pipih, dan daging buah dalam setiap dompolan menjadi busuk basah atau busuk kering serta rusak.

Pada serangan serius buah tomat berubah warnanya lebih awal. Seringkali diikuti infeksi akibat serangan cendawan yang dapat memperparah busuk buah.

Kurang Kalsium

Penyakit ini biasanya disebabkan oleh kurangnya unsur hara Ca (Kalsium) yang diperoleh tanaman. Padahal unsur Ca pada tanaman sangat berguna untuk menyusun dinding-dinding sel, pembelahan sel, dan perpanjangan sel. Akibatnya pertumbuhan tanaman dan perkembangan buah tomat terganggu.

Kondisi kurangnya unsur Ca ini mungkin karena tanah kurang menyediakan unsur Ca, atau karena tanah cukup Ca namun tidak diserap oleh akar tanaman akibat tanahnya terlalu basah atau kekeringan. Dapat pula terjadi akibat pemupukan tidak berimbang, terutama tingginya dosis pupuk nitrogen dan kalsium yang dapat mempengaruhi ketersediaan Ca dalam tanah.

Pengapuran dan Pemupukan Berimbang

Untuk mengatasi serangan penyakit fisiologis ini dianjurkan memilih varietas tomat yang tahan, misalnya saja tomat hibrida variteas Kada. Namun akan lebih baik lagi jika anjuran-anjuran berikut ini dilakukan :

Penyakit busuk ujung buah, menurunkan harga jual buah tomat

  • Lakukan pengapuran tanah pada saat pengolahan tanah, terutama lahan yang mudah kekurangan Ca atau pH-nya rendah. Dosis pengapuran disesuaikan dengan angka pH tanah, namun umumnya sekitar 1.000 kg per ha, dicampurkan merata dengan tanah. Kalsit, dolomit, dan zeolit adalah contoh jenis kapur yang dapat digunakan.
  • Lakukan pemupukan berimbang sesuai anjuran (rekomendasi) setempat. Hindari pemupukan nitrogen dan kalium yang berlebihan, karena dapat mempengaruhi penyerapan unsur Ca.
  • Pengairan (penyiraman) harus merata, jangan membiarkan tanah terlalu basah atau terlalu kering / kekeringan.
  • Bila ditemukan ada gejala awal kurang Ca, segera disemprot dengan CaC12 pada seluruh permukaan daun 5 – 7 hari sekali secara berulang-ulang sampai sembuh. Dosisnya 0,5 – 1,0 % dan tidak boleh dicampur dengan pestisida. Dapat pula disemprot pupuk daun yang kandungan unsur Ca-nya tinggi.
  • Buah tomat yang terserang segera dikumpukan dan dibuang.

Ayam Hutan Hijau Yang Mempesona


Ayam hutan hijau, terutama yang jantan, bagai gadis cantik yang “sok jual mahal”. Begitu indah dipandang mata, namun sulit untuk didekati karena sifatnya yang liar.

Kepopuleran ayam hutan hijau meningkat akhir-akhir ini. Sebab dia banyak digunakan sebagai pejantan untuk menghasilkan ayam bekisar. Selain itu orang juga tertarik untuk memelihara karena sosoknya, terutama warna bulunya.

Mempesona Namun Liar

Bila diamati sosok yang jantan, maka dari jengger sampai ke ekor penuh dengan warna-warna yang beragam dan indah. Jenggernya yang tidak bergerigi berwarna unik, campuran ungu, merah, dan biru muda. Warna bulunya sendiri dominan hijau terang dengan bintik-bintik kuning di bagian sayapnya. Bila terkena cahaya, timbul warna-warni seperti pelangi.

Sayang, sosok si betina tidak semenarik yang jantan. Warna bulunya biasa saja, cokelat dengan bintik-bintik kuning pada bagian kepala sampai leher. Walau demikian, ayam hutan betina ini juga dibutuhkan untuk kelanjutan generasinya.

Ukuran badannya termasuk kecil bila dibandingkan dengan ayam kampung, yang jantan sekitar 30 cm dan yang betina 25 cm. Menurut Ir. Buyung Taurin, ketua jurusan Reproduksi dan Kebidanan Fakultas Kedokteran Hewan IPB, sifat ayam ini merupakan peralihan dari sifat burung ke ayam, yakni mencari makan dan bertelur di “bawah” namun tidurnya di pohon-pohon. Selain itu sifatnya liar sekali dan sulit dijinakkan. Meskipun sudah lama ditangkarkan, bila dipindahkan ke kandang baru dengan lingkungan yang baru pula ia akan kembali liar. “Kalau diganggu bisa stres dan akhirnya mati”, ujar Ali Thamin, SH, penangkar ayam hutan hijau di Jakarta.

Suara ayam ini juga mempesona. Frekuensi suaranya rapat dan beramplitudo tinggi. Karena suara uniknya ini pula ayam hutan hijau jantan banyak dicari untuk dikawinkan dengan ayam kampung betina, agar diperoleh ayam bekisar yang bersuara bagus.

Perawatan Ayam Hutan Hijau

Ayam hutan senang pada udara yang tidak terlalu lembap, dengan temperatur sekitar 27oC. malah musim bertelurnya hanya pada saat musim kering, 2 – 3 kali setahun. Pakan sebaiknya berbentuk butiran, seperti bentuk makanan di habitat aslinya, berupa jagung, kacang hijau, ketan hitam, dan gabah ditambah campuran pakan ayam ras dan ayam kampung dengan komposisi 1 : 1.

Ali Thamin memberi ayam ayam-ayam hutannya beras merah, jagung, kacang-kacangan, dan hijauan seperti rumput, kangkung, daun jambu, atau daun pepaya. Sebagai selingan bisa juga diberi udang, cacing, atau jangkrik.

Inilah gambar ayam hutan hijau yang membuat ia diburu orang karena bulunya yang berwarna-warni

Penyakit yang sering menyerangnya berak kapur dan cacingan. Penyakit ini bisa diobati dengan obat cacing yang diberikan pada minumannya, atau tetracol yang dicampurkan pada makanan dan minumannya. Untuk mencegah tetelo, minimal 6 bulan sekali divaksin.

Yang paling penting, harus diusahakan agar ayam tidak stress. Caranya dengan mengusahakan lingkungan yang tenang dan tidak banyak orang lalu-lalang. “Bahkan warna baju perawat kandang yang berbeda dengan yang biasa dipakai sehari-hari juga dapat membuat ayam ini menjadi stress. Kalau sudah mulai stress ayam ini bisa mati dalam waktu singkat,” tutur H. Ali Thamin.

Penyebaran di Indonesia

Ayam hutan hijau banyak terdapat di Jawa Barat bagian Timur, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Lombok, Sumbawa, dan NTT bagian Barat. Ayam ini asli Indonesia dan menjadi penghuni hutan-hutan di sekitar perkampungan.

Saat ini populasi di hutan mulai menipis, karena banyak ditangkap orang, terutama yang jantan, sebagai pejantan untuk mendapatkan ayam bekisar, atau untuk hobi dan tidak dikembangbiakkan. Alangkah baiknya mulai saat ini lebih dipikirkan penangkaran ayam hutan ini. Jangan sampai keindahan ayam hutan hijau hanya tinggal kenangan suatu saat nanti.

CARA MEMANEN KOPI


Pemanenan buah kopi dilakukan secara manual dengan cara memetik buah yang telah masak. Ukuran kematangan buah ditandai oleh perubahan warna kulit buah. Kulit buah berwarna hijau tua ketika masih muda, berwarna kuning ketika setengah masak dan berwarna merah saat masak penuh dan menjadi kehitam‐hitaman setelah masak penuh terlampaui (over ripe).

Kematangan buah kopi juga dapat dilihat dari kekerasan dan komponen senyawa gula di dalam daging buah. Buah kopi yang masak mempunyai daging buah lunak dan berlendir serta mengandung senyawa gula yang relatif tinggi sehingga rasanya manis. Sebaliknya daging buah muda sedikit keras, tidak berlendir dan rasanya tidak manis karena senyawa gula masih belum terbentuk maksimal. Sedangkan kandungan lendir pada buah yang terlalu masak cenderung berkurang karena sebagian senyawa gula dan pektin sudah terurai secara alami akibat proses respirasi.

Tanaman kopi tidak berbunga serentak dalam setahun, karena itu ada beberapa cara pemetikan:
  • Pemetikan selektif dilakukan terhadap buah masak.
  • Pemetikan setengah selektif dilakukan terhadap dompolan buah masak.
  • Secara lelesan dilakukan terhadap buah kopi yang gugur karena terlambat pemetikan.
  • Secara racutan/rampasan merupakan pemetikan terhadap semua buah kopi yang masih hijau, biasanya pada pemanenan akhir
sumberhttp://rizalarigayo.wordpress.com/

TAHUKAH ANDA? BAHAYA MEMBUNUH LIPAS

TAHUKAH ANDA?

BAHAYA MEMBUNUH LIPAS


Apabila anda melihat binatang lipas di rumah, jangan anda memukulnya sampai mati kerana isi perut lipas sangat bahaya.


Dalam perut Lipas terdapat cacing halus/lembut yg akan hidup meskipun diluar dari tubuh lipas. Bila cacing ini sudah berada di luar dari tubuh lipas (perut) dia akan bergerak untuk mencari tempat baru.

Cacing ini bentuknya sangat pendek, halus dan lembut akan terlihat pada mata kasar bila jarak pandang sekitar 10-20cm.

Cara nak tengok lipas ni, letak isi perut lipas di atas kertas hitam atau cermin.. Nanti cacing perut lipas akan bergerak2.

Sangat berbahaya apabila cacing ini sampai menyentuh kulit tubuh kita (terutama kaki) kerana dapat masuk melalui pori-pori kulit atau bila ada luka terbuka pada kulit luar.

Silakan copy, share atau apa sahaja tanpa perlu meminta izin untuk manfaat bersama

MENGENAL TANAMAN KAPAS



Kapas merupakan bahan penting yang dipergunakan untuk bahan pakaian,selain itu serabut kapas mempunyai ketahanan terhadap kebasahan maupun kekeringan.

Akar 
Pada umumnya tanaman kapas berasal dari biji, bila keadan memungkinkan , dalam tempo 2-3 hari biji tumbuh. Kapas mempunyai akar tunggang yang dalam pandang akar dapat mencapai 15cm atau lebih. Pada waktu pertumbuhan tanaman mencapai tinggi 20-25cm.

Batang 
Batang kapas tumbuh tegak lurus, ini merupakan batang pokok dimana ruas ruas tumbu daun dan cabang cabang pada ketiak tumbuh 3 macam tunas yang akan menjadi cabang vegetatif, generatif dan senap

Daun
Daun diatas keeping daun pertama samapi kelima bentukna sempurna, kadang kadang agak bulat atau pendana, sedang diatas helai daun ke-5 sedikit berbeda, semakin keatas semakin sempurna. Umumnya daun berbulu halus dan ada pula yang tidak 

Bunga
Tanaman kapas mulai berbunga setelah umur 35-45 hari, dari titik bunga sampai mekar,berkisar waktu 25 hari

Buah
Setelah persarian, maka terbentuklah buah dari bunga sampai buah itu masak, berlangsung lebih kurang 40-70 hari yang masak akan retak dan membuka.
  • Biji kapas,kapas menghasilkan biji 2/3 dari beratnya,sedangkan serabut hanya 1/3 nya.Biji merupakan hasil tambahan tetapi besar manfaatnya misalnya:minyak goring,margarine,bahan sabun,pelumas,pelebur gelas,dll.
  • Serabut kapas,digunakan sebagai benang sebagai bahan dasar tekstil,sedang kapas kasar dapat dibuat bermacam-macam permadani,kasur,kertas yang bermutu tinggi,bantalan pada kapal dll.
  • Kulit buah,dibakar sebagai abu yang digunakan sebagai pupuk yang mengandung banyak kalium.

Minuman Durian Campur Kopi



Kopi durian (Foto:libotero)
KOPIdan durian, banyak orang menyukai keduanya. Bagaimana kalau kopi dan durian dikonsumsi bersamaan? Kalau penasaran, segera coba, yuk!Menyeduh kopi dengan tambahan cabai atau bumbu rempah-rempah, sebagian orang telah membuktikan kenikmatannya. Bila ingin pengalaman berbeda dalam menikmati kopi, durian bisa menjadi pilihan.”Memadukan kopi dengan durian, enak sekali, menikmati kopi jadi penuh sensasi,” kata konsultan Kopi Indonesia, Adi W. Taroepratjeka

Diakuinya, cara menikmati kopi bersama durian sudah menjadi kebiasaan masyarakat Bengkulu, khususnya di daerah Kebun Mangkuraja. Untuk bisa menikmati kopi durian, caranya kopi panas langsung diberi durian lalu aduk rata.

“Buah duriannya cukup satu biji untuk satu cangkir,” ujarnya.

Menurutnya, perpaduan durian dan kopi akan menjadikan kopi terasa creamy, manis, dan beraroma tajam menggoda. Mirip kopi susu, katanya. Aroma durian yang tajam bercampur dengan kopi hingga tak begitu tercium.

“Kafein tidak ada korelasi dengan rasa, maka yang terjadi karakter wangi durian tertutupi kopi yang memiliki sifat menyerap bau. Daging durian menjadi lebih lembut sedangkan kopi menjadi creamy dan lebih kental,” tutupnya. (ftr)

by Johan Sompotan