Tampilkan postingan dengan label Tanaman Obat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tanaman Obat. Tampilkan semua postingan

CARA YANG AMPUH HILANGKAN UBAN DENGAN MENGGUNAKAN BIJI PEPAYA

http://tipspetani.blogspot.com/2016/12/cara-yang-ampuh-hilangkan-uban-dengan.html


Munculnya uban di usia muda membuat penampilan dan rasa percaya diri kita menjadi terganggu.

Rambut berubah menjadi putih karena terjadi perubahan pada melanin yaitu pigmen pada rambut, yang disebabkan karena kurangnya asupan oksigen yang diterima batang rambut.

Faktor yang mempengaruhi rambut beruban seperti dikutip dari infokecantikan.com yaitu :

1. Faktor Usia
Seperti disebutkan diatas, faktor usia mempengaruhi rambut uban. Semakin bertambahnya usia, maka rambut anda juga semakin lama menjadi putih.


2. Faktor Keturunan
Faktor keturunan turut mempengaruhi anda memiliki rambut uban di usia muda.


Jika anda memiliki riwayat orangtua yang demikian, maka bisa jadi hal tersebut diturunkan pada anda dan keturunan anda.


3. Faktor Nutrisi
Nutrisi tentunya mempengaruhi kesehatan rambut, seperti asam folat, vitamin B12, C dan E. Oleh karena itu ada baiknya anda menjaga asupan nutrisi tersebut.

4. Perawatan Rambut Yang Salah
Penggunaan hair dryer serta catok rambut akan membuat melemah dan rapuh. Akibat panas yang ditimbulkan alat tersebut, dapat mengganggu produksi melanin pada rambutanda.


5. Stress
Stress membuat pikiran dan otak menjadi letih.


Dalam kondisi tertekan, produksi melanin akan menjadi terganggu.
Oleh karena itu, olahraga yang cukup dan istirahat tentunya dapat mengurangi beban pikiran anda sehingga terhindar dari stress.
Bagaimana Cara Menghilangkannya?

Cara menghilangkan uban secara alami menggunakan biji pepaya sebenarnya cukup mudah.


Pertama-tama siapkan biji pepaya yang telah dijemur sampai kering, kemudian sangrai atau goreng tanpa menggunakan minyak.


Lakukan beberapa menit sampai biji pepaya mengering, kemudian tumbuk hingga halus.
Campurkan tumbukan biji pepaya tersebut dengan minyak kelapa secukupnya kemudian aduk dan ratakan.


Sampai disini, anda sudah berhasil membuat obat uban alami dari biji pepaya, langkah selanjutnya adalah oleskan pada rambutdan kulit kepala sampai merata sambil dipijat lembut.


Biarkan selama 2 jam kemudian bilas hingga bersih. Lakukan 1-2x seminggu untuk hasil optimal.


Cukup mudah bukan cara menghilangkan uban dengan biji pepaya?


Selain menggunakan biji pepaya tersebut, anda juga disarankan untuk mencukupi nutrisi rambut anda seperti disinggung diatas, konsumsi buah dan sayuran segar untuk menjaga kesehatan anda pada umumnya, dan rambut pada khususnya.


Pola hidup juga tak kalah pentingnya, hindari stress dengan berolahraga dan istirahat yang cukup.


Jangan lupa untuk menghindari produk perawatan rambut yang justru dapat merusak rambut dan melanin.


(Sumber:http://jabar.tribunnews.com)

KUNIR PUTIH UNTUK PENGOBATAN ALAMI

KUNIR PUTIH UNTUK PENGOBATAN ALAMI

Nama lokalnya antara lain: Kunir putih, Temu Rapet, Ardong (Jawa); Kunir Putih (Sunda); Konce Pet (Madura). Karena daunnya bercorak indah dan tumbuhnya tidak tinggi maka sosoknya menyerupai tanaman hias sehingga sering ditanam di pekarangan atau di dalam pot. la juga bisa ditemukan tumbuh liar di beberapa tempat di bagian timur Jawa sampai ketinggian kurang dari 750 mdpl. Selain digunakan sebagai campuran jamu tradisional, ia sering digunakan untuk kosmetika tradisional.

Terna tahunan dengan tinggi 30-70 cm ini tumbuh merumpun dengan batang semu yang tumbuh dari rimpangnya. Daun tunggal, helaian daun berbentuk lanset, panjang 20-30 cm, lebar 7,5-10 cm, ujung runcing, pangkal berpelepah, tepi rata, warnanya hijau muda dengan bagian tengah bercorak warna coklat.

Bunga keluar dari rimpang dengan batang semu yang amat pendek. Bunga bisa tumbuh menggerombol, sering mekar beberapa kuntum sekaligus, warnanya ungu muda kemerahan.

Akarnya berdaging membentuk rimpang yang tidak terlalu besar, yaitu seukuran telur puyuh. Dari rimpang induk keluar akar-akar kasar yang ujungnya terdapat anakan rimpang yang berair dan tampak tumbuh menggerombol menutupi rimang induk.

Jika rimpang dibelah terlihat warnanya putih pucat, berserat halus, dan rasanya pahit. Jika telah keluar bunga, menandakan rimpang siap di panen. Umbi muda bisa dijadikan lalap.

Rimpang mengandung minyak asiri berwarna kuning muda, agak berbau, mengandung borneol, sineol, metil khavikol, dan saponin.

Mengatasi Gangguan Pencernaan

Rimpang kunir putih digunakan untuk mengatasi gangguan pencernaan, sakit perut, perut mulas, bengkak karena memar, serta keseleo.

Mengobati Bengkak

Untuk mengobati bengkak, cuci bersih rimpang induk kunir putih yang segar, lalu tumbuk sampai halus. Jika menggunakan rimpang kering, tambahkan sedikit air. Tempelkan hasilnya pada bagian tubuh yang memar atau bengkak, lalu balut.

Mengobati Masuk Angin

Seduh serbuk kunir putih sebanyak 1 sendok teh dengan secangkir air panas, lalu tutup. Setelah dingin, minum beningannya.

PERBEDAAN POHON MIMBA DAN POHON MINDI

http://tipspetani.blogspot.com/2016/11/perbedaan-pohon-mimba-dan-pohon-mindi.html


Banyak masyarakat beranggapan bahwa pohon mimba sama dengan dengan pohon mindi. Berikut ini ada beberapa perbedaan yang bisa dilihat dari pohon Mindi dan pohon Mimba. 
Untuk lebih jelasnya berikut pada foto dibawah ini :


http://tipspetani.blogspot.com/2016/11/perbedaan-pohon-mimba-dan-pohon-mindi.htmlhttp://tipspetani.blogspot.com/2016/11/perbedaan-pohon-mimba-dan-pohon-mindi.html

kiri -kanan : batang pohon mimba-batang pohon mindi

http://tipspetani.blogspot.com/2016/11/perbedaan-pohon-mimba-dan-pohon-mindi.html

kiri-kanan ; daun mimba-daun mindi

http://tipspetani.blogspot.com/2016/11/perbedaan-pohon-mimba-dan-pohon-mindi.html

foto bawah : daun mindi muda (kiri)-daun mimba muda (kanan)

Jika daun mimba dicicipi, rasanya jauh lebih pahit daripada rasa daun mindi. Selain itu pada daun mindi, masih terlihat bekas gigitan serangga. Beda dengan daun mimba, yang biasanya bersih dari bekas gigitan serangga.

dari blog BPT Situbondo

PROSES PENGOLAHAN MIMBA

http://tipspetani.blogspot.com/2016/11/proses-pengolahan-mimba.html


Bagian utama dari pohon mimba yang dimanfaatkan adalah daun dan biji. Berikut dijelaskan mengenai prosesing daun dan biji agar dapat dimanfaatkan, baik sebagai obat, pestisida, kosmetik, toilet teries, pupuk dan lainnya.


Biji mimba mengandung minyak sekitar 40%. Untuk memperoleh minyaknya dapat diperoleh dengan 2 (dua) cara ;

Cara pengepresan, yaitu dengan jalan mengepres biji mimba dengan suatu alat pengepres sehingga yang tersisa adalah bungkilnya yang biasanya masih mengandung minyak. Dengan cara ini minyak yang terambil antara 15-20 %, sehingga kandungan minyak pada bungkil masih tinggi, oleh karena itu banyak orang yang menggunakan bungkil mimba ini sebagai bahan pestisida dengan cara mengekstraknya dengan ethanol atau denan air dengan sedikit penambahan deterjen atau sabun colek, agar antara minyak dan air terjadi emulsi.

Ekstraksi dengan heksan : yaitu dengan cara mengaduk dan maserasi adukan tersebut, sehingga minyak yang terkandung dalam biji mimba tertarik dan bercampur dengan heksan. Selanjutnya heksan tersebut di rotavapor (diuapkan) untuk memisahkan pelarut heksan dengan minyak mimba. Dengan cara ini minyak yang terambil lebih tinggi, yaitu dapat mencapai antara 20 – 25%. Namun demikian, bungkil mimbanya masih mengandung minyak dan masih dapat digunakan sebagai bahan pestisida nabati, yaitu dengan cara mengekstraknya dengan ethanol, atau ada juga yang mengekstraknya dengan air yang ditambah sedikit emulsifier, biasanya deterjen atau sabun cair Teepol. Selanjutnya minyak yang diperoleh digunakan untuk berbagai keperluan, diantaranya pembuatan sabun mandi, shampo, pestisida, sabun pencuci tangan, pasta gigi dan lainnya.


Daun dapat digunakan langsung dalam keadaan segar, ataupun dikeringkan, sehingga di peroleh simplisia kering, namun ada juga yang dibuat tepung, sehingga lebih praktis pengemasannya. Dalam keadaan segar tidak memerlukan perlakuan khusus, hanya perlu dibersihkan dari kotoran yang menempel dengan cara dicuci, selanjutnya apabila akan digunakan sebagai obat, cukup menyeduh tujuh lembar daun dalam dua gelas air sampai menjadi satu gelas air. Simplisia kering daun diperoleh dengan cara mengering-anginkan daun sampai daun bisa diremas menjadi serpihan. Bisa juga dilakukan pemanasan dengan

oven yang dilengkapi fan (kipas angin) pada suhu maksimal 400C atau ada juga yang menjemur di bawah sinar matahari di bawah jam 10 pagi (tidak terlalu terik). Tepung daun mimba diperoleh dengan cara menggrinder simplisia kering tadi dengan alat khusus(grinder) atau dapat juga dengan alat penghancur yang ada pada mixer.

Pemanenan Biji Mimba

biasanya pohon mimba mulai berbuah pada bulan Oktober – November dan mulai tua/matang pada bulan Desember s/d Februari tahun berikutnya. memanen biji mimba hanya yang terjatuh dari pohon, karena buah tua/matang atau karena buahnya dimakan hewan seperti burung, kelelawar, tikus dan musang.

Mimba (Azadirachta indica A. Juss) merupakan tanaman multimanfaat karena selain dapat tumbuh dengan baik di daerah marginal yang panas dan kering, juga dapat berfungsi sebagai pohon reboisasi dan penghijauan, bahan pestisida nabati yang dapat mengendalikan OPT secara ramah lingkungan serta bahan pupuk organik yang selain mengandung unsur hara tanaman, baik makro, maupun mikro, juga mengandung bahan pestisida untuk menanggulangi OPT di dalam tanah.


TUMBUHAN YANG DAPAT DIGUNAKAN SEBAGAI OBAT SAKIT MATA

http://tipspetani.blogspot.com/2016/11/tumbuhan-yang-dapat-digunakan-sebagai.html
TUMBUHAN YANG DAPAT DIGUNAKAN SEBAGAI OBAT SAKIT MATA

Di indonesia banyak tanaman yang bisa dipakai dan digunakan untuk obat sakit mata salah satu yang paling terkenal adalah sirih namun ternyata masih banyak daun dan tumbuhan lainnya misalkan saja daun dewa rumput mutia , daun muntiris dan sebagainya . 

1. Daun Sirih
http://tipspetani.blogspot.com/2016/11/tumbuhan-yang-dapat-digunakan-sebagai.html
Daun Sirih SEBAGAI OBAT SAKIT MATA
Khasiat dan cara meramu / pemakaian: Obat Mata Bagian tanaman yang digunakan sebagai obat mata adalah daun. Caranya: diambil daun muda dan segar 3 – 5 lembar, dicuci kemudian direbus. Setelah mendidih didinginkan dan dimasukkan kedalam wadah (baskom). Masukkan (muka/mata) ditenggelamkan dan mata dikedip-kedipka


2. Kitolod
http://tipspetani.blogspot.com/2016/11/tumbuhan-yang-dapat-digunakan-sebagai.html
KITOLOD SEBAGAI OBAT SAKIT MATA
Tanaman ini memiliki nama ilmiah Isotoma Longiflora atau Laurentia Longiflora yang memiliki kandungan senyawa alkaloid yaitu lobelin, lobelamin serta isotomin. Daunnya memiliki kandungan alkaloid, saponin, flavonoid, serta polifenol. Getah tanaman memiliki kandungan racun, namun sisi tanaman lain mempunyai dampak antiradang ( antiflamasi ), antikanker ( antineoplasmik ), menyingkirkan nyeri serta menghentikan pendarahan.

Menurut Prof. ( HC) Dr. H. W. Isnandar, seorang ahli toga pimpinan jamu dayang sumbi, kita bisa menggunakan bunga fresh kitolod untuk penyembuhan mata dimulai dari rabun, katarak apalagi mata minus serta plus.


3. Rumput Mutiara
http://tipspetani.blogspot.com/2016/11/tumbuhan-yang-dapat-digunakan-sebagai.html
RUMPUT MUTIARA SEBAGAI OBAT SAKIT MATA
Rumput mutiara bisa digunakan untuk menghilangkan sumbatan – sumbatan dalam pembuluh darah halus yang dapat menghambat aliran darah. Dengan mengonsumsi rumput mutiara, aliran darah menjadi lancar. Ramuan rumput mutiara untuk menyembuhkan pembuluh darah pada mata dibuat dengan cara merebus 30 gram daun rumput mutiara dalam empat gelas air hingga tersisa dua gelas. Air rebusaannya diminum 2 – 3 kali sehari, masing – masing dua gelas.


4. Daun Dewa
http://tipspetani.blogspot.com/2016/11/tumbuhan-yang-dapat-digunakan-sebagai.html
DAUN DEWA SEBAGAI OBAT SAKIT MATA
Daun dewa bisa digunakan untuk menobati kebutaan yang cukup lama dan menurunkan kolesterol tinggi. Daun dewa bisa menghancurkan pembekuan darah di pemnbuluh darah, sehingga aliran darah menjadi lancar. Bagi penderita gangguan pada mata yang pernah mengalami kecelakaan di bagian kepala, bisa menggunakan daun dewa yang dikombinasikan dengan umbi dewa.

Cara membuat ramuannya dalah merebus 3 – 4 lembar daun dewa ditambah dengan 15 – 30 gram umbinya dalam tiga gelas air hingga tersisa satu gelas. Air rebusnya diminum 2 – 3 kali sehari.


5. Daun Sendok atau Kiurat
http://tipspetani.blogspot.com/2016/11/tumbuhan-yang-dapat-digunakan-sebagai.html
DAUN SENDOK SEBAGAI OBAT SAKIT MATA
Daun sendok atau Plabtago major berkhasiat untuk mengobati gangguan pada mata. Selain itu, dau8n sendok juga berkhasiat untuk memperkuat wilayah hati dan meningkatkan fungsi ginjal. Selain itu, daun sendok juga bisa meningkatkan gairah seksual. Daun sendok atau kiurat mengandung vitamin A, B, C, kalium dan kalsium.
Ramuan dari daun sendok untuk menyembuhkan berbagai gangguan pada mata dibuat dengan cara merebus setengah genggam daun sendok dalam tiga gelas air hiongga tersisa dua seperempat gelas. Air rebusannya disaring, lalu diminum tiga kali sehari, masing – masing tiga seperempat gelas. Sebelum diminum, sebaiknya ramuan dicampur dengan madu.


6. Boroco
http://tipspetani.blogspot.com/2016/11/tumbuhan-yang-dapat-digunakan-sebagai.html
BOROCO SEBAGAI OBAT SAKIT MATA
Nama boroco disetiap daerah berbeda – beda. Di Sumatera Barat dikenal dengan nama bayam buludu, di Sunda disebut dengan jawer hayam, di Jawa Tengah disebut dengan jengger ayam, dan di Bali disebut denagn janggar siap. Di Cina, boroco disebut dengan qing xiang zi. Tanaman boroco akan terasa pahit jika dikonsumsi. Bagian tanaman yang biasa dikonsumsi segar dan kering adalah biji, bunga, atau seluruh bagian tanaman. Tanaman ini berkhasiat menyembuhkan penyakit radang mata hipertensi serta infeksi mata luar dan dalam.

Ramuan untuk mengobati infeksi mata bagian dalam adalah 10 – 30 gram dan biji boroco direbus dengan air secukuonya. Air rebusnya dipakai untuk merimbang mata sebanyak 2 – 3 kali sehari. Sementara itu, infeksi mata bagian luar bisa diobati dengan cara merebus bunga boroco dan menggunakan air rebusnya itu untuk mencuci mata.

7. Kembang Telang
http://tipspetani.blogspot.com/2016/11/tumbuhan-yang-dapat-digunakan-sebagai.html
KEMBANG TELANG SEBAGAI OBAT SAKIT MATA
Tanaman ini berkhasiat untuk menyembuhkan beberapa penyakit, seperti abses, bisul, sakit telilnga, demam, busung perut, dan radang mata merah. Khususnya untuk menyembuhkan radang mata merah, bagian tanaman yang digunakan adalah bunga. Bunga kembang telang yang berwarna buri direndam hingga menghasilkan air rendaman yang berwarna bitru. Air rendaman tersebut dipakai untuk mencuci mata.


8. Pegagan
http://tipspetani.blogspot.com/2016/11/tumbuhan-yang-dapat-digunakan-sebagai.html
PEGAGAN SEBAGAI OBAT SAKIT MATA
Pegagan berkhasiat untuk memperbaiki dan merevitalisasi pembuluh darah atau sel – sel saraf mata yang rusak. Selain itu, tanaman pegagan dapat menurunkan tekanan darah tinggi dan menyembuhkan mata bengkak.

Ramuan obat tetes untuk mata bengkak dibuat dengan cara melumatkan daun pegagan, lalu memerasnya hingga meluarkan cairan. Setelah itu, cairan yang diperoleh disaring hingga terpisah dari ampasnya. Air hasil saringan digunakan sebagai obat tetes mata. Cairan ini digunakan 3 – 4 kali sehari. Selain itu, pegagan juga dapat diminum dengan cara merebus 20 lembar daun pegagan dalam tiga gelas air hingga tersisa dua seperempat gelas. Air rebusannya diminum

DAUN MIMBA UNTUK PESTISIDA DAN PUPUK ORGANIK

http://tipspetani.blogspot.com/2016/11/daun-mimba-untuk-pestisida-dan-pupuk.html


Sangat banyak berita-berita yang menginformasikan khasiat mimba dalam menyembuhkan berbagai macam penyakit, bahkan saat ini daun mimba sudah dijual dalam berbagai macam kemasan, mulai dari kapsul, tepung daun, daun kering ataupun teh mimba instant. Dalam kemasan tersebut disebutkan bahwa daun mimba mampu menanggulangi penyakit tumor, kanker, diabetes, kolesterol, asma, darah tinggi, asam urat dan lainnya. Diberitakan oleh Karjono dalam majalah Trubus (1998) mengenai suatu kasus seorang pasien yang sudah divonis dokter bahwa yang bersangkutan tidak bisa tertolong, namun berkat meminum 7 (tujuh) lembar daun mimba, berangsur-angsur si pasien sembuh, sampai akhirnya sembuh total dan sampai saat ini masih segar bugar dan meneruskan meminum teh mimba.

Sampai saat ini masih terjadi kontroversi mengenai digunakannya daun mimba sebagai obat tradisional. Disatu pihak bersikeras bahwa mimba adalah racun yang apabila digunakan sebagai obat akan sangat membahayakan si pasien. Dilain pihak bersikeras pula bahwa mimba dapat digunakan sebagi obat tradisional untuk berbagai jenis penyakit, karena telah digunakan sejak jaman dahulu dan sudah banyak bukti akan khasiat mimba dalam menanggulangi berbagai macam penyakit, hanya proses pembuatan dan dosisnya yang harus diperhatikan secara tepat dan benar. Suatu contoh bahwa untuk digunakan sebagai obat, hanya 7 (tujuh) lembar daun mimba atau setara dengan ¼ sendok teh tepung daun mimba yang perlu digodok dalam 2 (dua) dua gelas air, sehingga menjadi 1 (satu) gelas air atau langsung diseduh air panas dalam satu gelas dan diminum selagi hangat, jangan sampai dibiarkan/diendapkan sampai keesokan harinya, karena akan berubah menjadi racun. Dalam hal ini banyak kasus pasien keracunan karena si pasien ingin puas dan cepat sembuh, sehingga mengkonsumsi over dosis yang sangat membahayakan si pasien itu sendiri. Selain itu banyak kasus bahwa dengan alasan lupa meminum, akhirnya seduhan tadi mengendap sampai keesokan harinya dan diminum yang akhirnya juga membahayakan si pasien.

http://tipspetani.blogspot.com/2016/11/daun-mimba-untuk-pestisida-dan-pupuk.html


Sudah sejak lama mimba digunakan sebagai pestisida nabati dengan kemanjuran dan peruntukan yang luas (Broad spectrum), baik digunakan secara sederhana di negara berkembang, maupun digunakan secara terformula di negara maju, seperti Amerika Serikat. 
http://tipspetani.blogspot.com/2016/11/daun-mimba-untuk-pestisida-dan-pupuk.html

Di Amerika Serikat sendiri mimba sudah digunakan secara meluas, yang pada awalnya hanya diperuntukan untuk mengendalikan organisme pengganggu tumbuhan (OPT) pada tanaman yang bukan untuk dikonsumsi (non-food crops), namun belakangan ini sudah diperkenankan dipergunakan untuk mengendalikan OPT pada tanaman pangan (food crops), dengan berbagai jenis merk dagang, diantaranya adalah Margosan, Aligin, Turpex, Azatin dan Bio-neem. Negara lainpun di Asia sudah banyak yang memproduksi pestisida nabati dari mimba, diantaranya India dengan berbagai merk dagang, satu diantaranya yang sudah masuk ke Indonesia adalah “Neemazal”, Singapura yang juga telah memproduksi pestisida nabati mimba dan telah masuk pula ke Indonesia, namun dengan mengaku/mengklaim sebagai pupuk organik cair, yaitu “Bionature”, dan masih banyak merk dagang lain yang telah dibuat oleh Thailand, Myanmar dan Singapura.

Indonesiapun saat ini telah banyak yang memproduksi pestisida nabati dari mimba,diantaranya oleh Institut Teknologi Bandung (ITB), Balai penelitian Tanaman Serat dan Kapas (Balittas-Malang), Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro-Bogor) dan pihak-pihak swasta (PT. Nihon Seima), maupun LSM lainnya.Namun demikian hanya satu yang telah terdaftar dan mendapat ijin dari Komisi Pestisida – Departemen Pertanian. Prosesnya pendaftaran pestisida agak rumit (disamakan dengan pestisida kimia sintetis), yang paling utama adalah “Biaya” yang harus dikeluarkan relatif besar bila diukur dari para pengembang lokal yang umumnya bukan merupakan pengusaha besar dengan skala impor-ekspor. Untuk itu, jika pemerintah mempunyai itikad baik (Political will) untuk membatasi berkembangnya penggunaan pestisida kimia sintetis yang semakin waktu semakin meningkat dengan pencemaran lingkungan dan dampak negatif yang semakin meningkat pula, maka pemerintah harus mendukung berkembangnya penggunaan pestisida nabati, khususnya dari mimba ini, salah satunya dengan memberikan kemudahan perijinan dan keringanan biaya pendaftarannya.


Bungkil atau dedak biji mimba yang telah diambil minyaknya, baik secara di pres, maupun diekstrak dengan heksan, merupakan bahan pupuk organik yang kaya akan nutrisi yang bermanfaat bagi pertumbuhan tanaman. Selain bahan nutrisi tanaman, baik unsur makro, maupun mikro, bungkil biji mimba ini juga masih mengandung bahan aktif pestisida nabati, seperti azadirachtin yang akan bermanfaat mengendalikan organisme pengganggu tumbuhan yang berada di dalam tanah, seperti hama rayap, uret/kuul/lundi, nematoda dan hama lainnya, sehingga penggunaannya sebagai pupuk organik akan bermanfaat ganda, yaitu secara tidak langsung akan bermanfaat sebagai pestisida juga. Keuntungan lain yang diperoleh adalah bahwa azadirachtin bersifat sistemik, yaitu dapat meresap kedalam jaringan tumbuhan, sehingga apabila diaplikasikan sebagai pupuk di tanah, maka apabila terisap oleh tanaman akan ditranslokasikan ke bagian tanaman lainnya, seperti daun dan akan berfungsi melindungi tanaman dari gangguan OPT. Pupuk organik dari bungkil biji mimba ini telah diproduksi oleh Balittro, yaitu dengan penambahan pupuk kandang, kompos ataupun guano kedalamnya, sehingga diperoleh pupuk organik plus.

Selain bungkil biji mimba, daunnyapun dapat digunakan sebagai bahan kompos untuk dijadikan pupuk organik yang juga mengandung kandungan bahan aktif pestisida nabati, sehingga dapat berfungsi ganda. Pohon mimba berdaun lebat, sehingga daun mudah diperoleh. Walaupun pohon mimba hanya akan berbiji bila ditanam ditempat yang panas dan kering di dataran rendah, namun mimba akan tetap berdaun walaupun ditanam di dataran tinggi dengan curah hujan yang tinggi.

Mimba sebagai pohon penghijauan dan reboisasi

Pohon mimba termasuk pohon yang mampu beradaptasi di daerah marginal yang panas dan kering, bahkan berbatu. Di Situbondo pohon mimba dapat ditemukan dari mulai pesisir pantai, rawa-rawa sampai di perbukitan berbatu sekalipun, sehingga pohon ini akan sangat cocok digunakan sebagai pohon penghijauan ataupun reboisasi di Indonesia, khususnya di daerah yang panas dan kering di dataran rendah. Walaupun tidak berbiji apabila ditanam di dataran tinggi (di atas 300 m dpl.), namun pohon mimba masih mampu berdaun dengan lebat.

Pohon mimba dengan tinggi yang mampu mencapai 20 m, bersifat mampu meresap CO2 dari udara relatif lebih banyak dibanding pohon-pohon lainnya, juga dengan sendirinya mampu mengeluarkan O2 relatif lebih banyak pula dibandingkan pohon pohon lainnya, sehingga pohon ini dianggap mampu meminimalkan polusi udara dan memberikan kesegaran pada lingkungan. Oleh karena itu pohon ini sangat cocok dijadikan pohon penghijauan di perkotaan khususnya kota-kota besar seperti Jakarta yang memang sudah sangat tinggi dengan polusi udaranya.

Pohon mimba mempunyai perakaran yang kuat dan dalam, sehingga sangat memungkinkan mampu mengangkat unsur hara di dalam tanah dan mengeluarkannya ke permukaan melalui jatuhnya bagianbagian tanaman ke permukaan tanah. Oleh karena itu pohon ini diharapkan mampu memperbaiki kesuburan tanah dan akan sangat cocok ditanam di daerah yang kurang subur. Untuk keperluan ini sebaiknya bibit mimba yang digunakan adalah yang berasal dari biji (generatif), bukan yang berasal dari stek batang atau ranting (vegetatif), karena bibit yang berasal dari biji memiliki akar tunggang (dari perbanyakan vegetatif tidak memiliki akar tunggang) dan akan lebih tahan dalam menghadapi terpaan angin ataupun gangguan goyangan lainnya agar tidak tumbang.

Pohon mimba memiliki diameter batang yang cukup besar dan kayunya termasuk kayu kelas satu, sehingga akan sangat bermanfaat untuk digunakan sebagai bahan bangunan, sedangkan daunnya yang lebat dapat digunakan sebagai pakan ternak yang juga bersifat sebagai obat cacing untuk ternak. Namun demikian, saat ini tidak dianjurkan menebang pohon mimba untuk digunakan kayunya, karena populasinya di Indonesia masih relatif rendah.

PENGGUNAAN DAUN MIMBA SEBAGAI OBAT ALAMI

http://tipspetani.blogspot.com/2016/11/penggunaan-daun-mimba-sebagai-obat-alami.html
PENGGUNAAN DAUN MIMBA SEBAGAI OBAT ALAMI

Daun Mimba mempunyai nama latin Azadirachta indica A. Juss. Tanaman daun Mimba biasa hidup pada daerah Tropis. Diperkirakan tumbuhan Mimba berasal dari daerah Hindustan dan menyebar ke Indonesia sekitar tahun 1.500 M.


Khasiat tumbuhan Mimba ini paling banyak terletak pada bagian Daun Mimba. Pada beberapa dekade ini penelitian membuktikan bahwa Daun imba memiliki aktivitas Antikanker, selain itu secara biologis tanaman ini terutama pada bagian batang memiliki sifat anti serangga (fungisida alami). Kandungan zat yang terkandung dalam Daun Mimba antara lain ; nimbin, nimbine, 6-desacetylbimbine, nimbolide dan quercetin. Senyawa ; β-sitosterol, hyperoside, nimbolide, quercetin, quercitrin, rutin, azadirachtin, dan nimbine. 

Dibawah ini adalah bentuk, ciri-ciri dan khasiat tanaman daun Mimba.

http://tipspetani.blogspot.com/2016/11/penggunaan-daun-mimba-sebagai-obat-alami.html

BENTUK DAN CIRI CIRI DAUN MIMBA


Ciri-ciri Daun Mimba :



  • Memiliki daun seperti daun kedondong (kecil bergerigi)
  • Daun memiliki rasa yang pahit
  • Daun tipis
  • Daun Mimba berbentuk spiral dan mengumpul di ujung rantai
  • Anak daun memiliki jumlah genap pada ujung tangkai (8-16 helai)
  • Panjang Anak daun antara 3 sampai 10,5 cm.
Manfaat Daun Mimba Untuk Kesehatan : 
  • Bersifat sebagai anti­kanker yang sangat berguna untuk mencegah pertumbuhan sel kanker dan tumor dalam tubuh. 
  • Bersifat anti­inflamasi yang berfungsi untuk mengatasi peradangan atau pembengkakan. 
  • Menyembuhkan penyakit kulit seperti gatal­gatal, kudis, kurap dan lain­lainnya. 
  • Bersifat sebagai anti­bakteri yang ampuh untuk membasmi virus dan kuman dalam tubuh.
  • Bersifat anti­piretik yang ampuh untuk menurunkan demam atau suhu panas tubuh. 
  • Menormalkan sistem peredaran darah dalam tubuh. Terkait erat untuk mencegah tekanan darah tinggi (hipertensi). 
  • Mencegah penyakit kardiovaskular. 
  • Obat herbal untuk mengatasi malaria. 
  • Mencegah infeksi pada luka dan mempercepat pengeringan luka tersebut. 
  • Mengatasi penyakit lambung. 
  • Mengembalikan selera makan. 
  • Menyembuhkan penyakit disentri. 
  • Mengeluarkan cacing dalam tubuh. Ampuh untuk mengobati cacingan pada anak. 
  • Mengatasi eksim pada kulit. 

Semua manfaat diatas didapat karena adanya kandungan senyawa berupa : β­sitosterol, Hyperoside, Nimbolide, Quercetin, Quercitrin, Rutin, Azadirachtin, dan Nimbine. Sedangkan untuk penggunaan sebagai obat, mungkin resep sederhana dibawah ini bisa membantu/

Disentri : Siapkan1 genggam daun mimba, 2 jari kulit mimba dan potong­potong hingga kecil. Rebus dengan 600cc air (setara dengan 3 gelas air) hingga mendidih dan berubah warna. Dinginkan, saring dan diminum 2x sehari dengan porsi 150cc (1/4 gelas). 

Eksim : 2 tangkai daun mimba. Haluskan dan campurkan dengan kapur sirih secukupnya. Balurkan pada kulit yang terkena eksim dan bisa diganti 2x sehari. 


Untuk lain­ lain : Siapkan daun mimba secukupnya, 2 rimpang temulawak, 1 rimpang temu ireng, dan 1 genggam daun sambiloto. Haluskan semua bahan setelah dicuci bersih. Rebus dengan 400cc (2 gelas air) hingga mendidih. Saring dan ramuan bisa diminum selagi hangat dengan porsi 3/4 gelas 2x sehari.


POSTINGAN POPULER

SEPUTAR MANFAAT TANAMAN MIMBA

http://tipspetani.blogspot.com/2016/11/seputar-manfaat-tanaman-mimba.html


Salah satu jenis pestisida hayati yang sudah banyak dikenal masyarakat dunia adalah yang berasal dari pohon mimba (Azadirachta indica A. Juss) (Gagoup and Hayes, 1984; Ermel, 1995). Selain dikenal sebagai pestisida dan juga bahan pupuk, bangunan serta penghijauan, belakangan ini dikenal juga sebagai bahan obat dan kosmetik sehingga disebut sebagai tanaman multi-fungsi (Grainge and Ahmed, 1987).

Mimba merupakan tanaman yang memenuhi persyaratan untuk dikembangkan menjadi sumber bahan dasar pembuatan pestisida nabati. Adapun persyaratan-persyaratan tersebut menurut Ahmed (1995) antara lain
  • merupakan tanaman tahunan,
  • tidak perlu dimusnahkan apabila suatu saat bagian tanamannya diperlukan,
  • mudah dibudidayakan,
  • tidak menjadi gulma atau inang bagi organisme pengganggu tumbuhan (OPT)
  • mempunyai nilai tambah
  • mudah diproses, sesuai dengan kemampuan petani.

KANDUNGAN BAHAN AKTIF

Seperti telah kita ketahui, bahwa tanaman merupakan gudang bahan kimia yang kaya akan kandungan berbagai jenis bahan aktif. Di dalam tanaman mungkin terkandung puluhan atau ratusan, bahkan ribuan jenis bahan kimia, sehingga sangat sulit untuk menentukan jenis dan fungsi atau manfaat setiap jenis kandungan bahan aktif tersebut. Dikenal suatu kelompok bahan aktif yang disebut “Produk metabolit sekunder” (Secondary metabolic products), dimana fungsinya bagi tumbuhan tersebut dalam proses metabolismenya kurang jelas. Namun kelompok ini dikenal berperan dalam hal berinteraksi atau berkompetisi, termasuk menjadi bahan untuk melindungi diri dari gangguan pesaingnya (Kardinan, 2002).

Mimba, terutama dalam biji dan daunnya mengandung beberapa komponen dari produksi metabolit sekunder yang diduga sangat bermanfaat, baik dalam bidang pertanian (pestisida dan pupuk), maupun farmasi (kosmetik dan obat-obatan). Beberapa diantaranya adalah azadirachtin, salanin, meliantriol, nimbin dan nimbidin (Ruskin, 1993). Azadirachtin sendiri terdiri dari sekitar 17 komponen dan komponen yang mana yang paling bertanggung jawab sebagai pestisida atau obat, belum jelas diketahui (Rembold, 1989). Mimba tidak membunuh hama secara cepat, namun mengganggu hama pada proses makan, pertumbuhan, reproduksi dan lainnya (Senrayan, 1997).

Azadirachtin berperan sebagai ecdyson blocker atau zat yang dapat menghambat kerja hormon ecdyson, yaitu suatu hormon yang berfungsi dalam proses metamorfosa serangga. Serangga akan terganggu pada proses pergantian kulit, ataupun proses perubahan dari telur menjadi larva, atau dari larva menjadi kepompong atau dari kepompong menjadi dewasa. Biasanya kegagalan dalam proses ini seringkali mengakibatkan kematian (Chiu, 1988).

Salanin berperan sebagai penurun nafsu makan (anti-feedant) yang mengakibatkan daya rusak serangga sangat menurun, walaupun serangganya sendiri belum mati. Oleh karena itu, dalam penggunaan pestisida nabati dari mimba, seringkali hamanya tidak mati seketika setelah disemprot (knock down), namun memerlukan beberapa hari untuk mati, biasanya 4-5 hari. Namun demikian, hama yang telah disemprot tersebut daya rusaknya sudah sangat menurun, karena dalam keadaan sakit (Ruskin, 1993).

Meliantriol berperan sebagai penghalau (repellent) yang mengakibatkan serangga hama enggan mendekati zat tersebut. Suatu kasus terjadi ketika belalang Schistocerca gregaria menyerang tanaman di Afrika, semua jenis tanaman terserang belalang, kecuali satu jenis tanaman, yaitu mimba (Sudarmadji, 1999). Mimbapun dapat merubah tingkah laku serangga, khususnya belalang (insect behavior) yang tadinya bersifat migrasi, bergerombol dan merusak menjadi bersifat solitair yang bersifat tidak merusak (informasi lisan Prof. K. Untung).

Nimbin dan nimbidin berperan sebagai anti mikro organisme seperti anti-virus, bakterisida, fungisida sangat bermanfaat untuk digunakan dalam mengendalikan penyakit tanaman (Ruskin, 1993). Tidak terbatas hal itu, bahan-bahan ini sering digunakan dan dipercaya masyarakat sebagai obat tradisional yang mampu menyembuhkan segala jenis penyakit pada manusia (Kardinan dan Taryono, 2003).

Selain mengandung bahan-bahan tersebut di atas, di dalam tanaman mimba masih terdapat berpuluh, bahkan beratus jenis bahan aktif yang merupakan produksi metabolit sekunder yang belum teridentifikasi dan belum diketahui manfaatnya. Oleh karena itu,penelitian mengenai penggalian potensi mimba masih banyak diperlukan.

PENGOBATAN BERBAGAI PENYAKIT DARI PINANG

http://tipspetani.blogspot.com/2016/11/pengobatan-berbagai-penyakit-dari-pinang.html

Tanaman pinang dapat tumbuh dengan baik di wilayah tropis dengan ketinggian sekitar 1.400 meteri di atas permukaan air laut. Tanaman yang satu ini dapat tumbuh dengan ketiggian mencapai 25 meter.


Buah pinang ini banyak dimanfaatkan dalam bidang kesehatan karena kandungan nutrisinya yang banyak dan bagus untuk tubuh. Berikut beberapa manfaat dan khasiat yang bisa didapat dari buah pinang.

Mengobati Kudis

Salah satu manfaat yang bisa didapat dari buah pinang adalah dapat menyembuhkan penyakit kudis. Caranya adalah dengan dengan mengoleskan ramuan buah pinang yang diparut dan dicampur seperempat sendok teh kapur sirih serta air secukupnya. Oles ke bagian kulit yang terkena kudis secara rutin dan lihat khasiatnya.

Mengatasi Pengeluaran Darah Secara Berlebih

Buah pinang memiliki manfaat dapat mengatasi masalah pengeluaran darah secara berlebih baik itu pada saat wanita mengalami haid ataupun karena masalah lain seperti mimisan dan luka. Cara mengatasinya adalah dengan cara meminum air rebusan biji buah pohon pinang.

Mengatasi Sakit Pinggang

Buah pinang juga efektif digunakan untuk mengatasi rasa nyeri akibat sakit pinggang. Caranya adalah dengan mengoleskan buah pinang yang telah ditumbuh ke bagian pinggang yang sakit atau nyeri.

Mengatasi Rabun Mata


Kandungan zat alami yang terdapat pada buah pinang dipercaya mampu mengatasi penyakit rabun mata. Bagi penderita penyakit rabun mata bisa mengonsumsi buah pinang secara rutin.

Menyembuhkan Difteri

Air rebusan buah pinang yang dicampur dengan madu terbukti mampu menyembuhkan penyakit difteri secara efektif.

Obat Cacingan

Ramuan yang terbuat dari buah pinang yang dicampur dengan temu lawak dan kunyit yang direbus ternyata mampu dan efektif digunakan untuk menyembuhkan penyakit cacingan. Biasanya anak-anak yang sering terkena penyakit cacingan. Konsumsi ramuan buah pinang secara rutin terbukti dapat menghindarkan diri dari penyakit yang satu ini.

Menguatkan Gigi dan Gusi

Pastinya anda sudah tidak asing lagi dengan orang yang memiliki kebiasaan nginang? Ya, kinang yang biasa digunakan tersebut terbuat dari buah pinang yang dipotong-potong kemudian dikunyah. Kebiasaan tersebut terbukti mampu menjaga kesehatan gigi dan gusi.

Mengobati Luka

Buah pinang juga memiliki khasiat dapat membantu proses penyembuhan luka pada kulit. Caranya adalah dengan menumbuk biji buah pinang kemudian ditempelkan pada bagian kulit yang terluka. Hal tersebut dapat membantu proses pengeringan luka.

MEMBUAT RAMUAN OBAT DARI TANAMAN PASAK BUMI



http://tipspetani.blogspot.com/2016/11/membuat-ramuan-obat-dari-tanaman-pasak.html
Tanaman Pasak bumi merupakan salah satu jenis tanaman herbal yang memiliki khasiat yang dapat meningkatkan vitalitas pria dewasa. Oleh sebab itu tanaman yang satu ini banyak digemari dan ditanam oleh orang. 


Bagian dari tanaman pasak bumi yang dijadikan sebagai obat herbal adalah bagian akarnya. Konon tanaman yang satu ini sudah digunakan untuk meningkatkan kejantanan pria dewasa sejak turun temurun dari nenek moyang. Tanaman ini banyak digunakan karena sifatnya yang alami.

Saat ini banyak sekali obat-obat penambah stamina dan vitalitas pria yang dijual di toko-toko obat. Namun khasiat yang diperoleh tentunya tak akan sebagus ramuan herbal alami. Kandungan bahan kimia yang terdapat pada obat-obatan akan menimbulkan efek samping yang tidak baik bagi penggunanya.

Berbeda dengan ramuan pasak bumi ini. Khasiatnya sangat luar biasa namun sangat minim bahkan tidak ada efek samping yang dapat mengganggu kesehatan bagi para pemakainya. Tak heran banyak orang yang lebih memiliki ramuan herbal alami pasak bumi dibanding membeli obat atau jamu di apotek maupun kedai jamu.

Sebenarnya tanaman pasak buma ini merupakan salah satu jenis tanaman tropis yang banyak ditemui di wilayah hutan Kalimantan. Khasitan utama dari tanaman ini adalah dapat meningkatkan hormon testosteron pada pria. Selain itu tanaman ini juga mengandung berbagai macam senyawa yang dapat berkhasiat menyembuhkan penyakit kanker sampai dengan HIV Aids.

Namun yang menjadi kendala bahwa masih sedikit sekali orang yang mengetahui bagaimana cara mengolah dan menggunakan akar pasak bumi ini untuk obat. Oleh sebab itu bagi anda yang ingin tahu bagaimana cara mengolah pasak bumi, simak baik-baik ulasan berikut.

Pengolahan tanaman pasak bumi untuk obat

Rebus akar pasak bumi dengan air sebanyak 200 ml liter sampai mendidih dan air menyusut menjadi 150 ml. Setelah itu diamkan sampai dingin dan minum air rebusan tadi setiap hari. Cukup satu kali dalam sehari.

Pengolahan tanaman pasak bumi untuk obat

Selain merebusnya, anda juga bisa mengolah akar pasak bumi dengan cara merendamnya pada air panas selama kurang lebih satu hingga satu setengah jam. Setelah itu minum air rendaman tadi secara rutin satu kali dalam sehari.
Pengolahan tanaman pasak bumi untuk obat

Cara yang ketiga ini adalah cara yang paling rumit dibanding dengan kedua cara yang telah disebutkan tadi. Yakni dengan cara membuat akar pasak bumi menjadi serbuk. Anda dapat mengambil ekstrak pasak bumi dengan cara menghaluskannya.

Khasiat yang dapat diperoleh dari ekstrak akar pasak bumi sangatlah mantap. Selain itu anda juga bisa mencampurkan esktrak pada minuman seperti kopi. Jika sudah menjadi ekstrak, obat herbal alami ini juga akan mudah untuk dibawa kemana-mana.


OBAT ALAMI UNTUK PENYAKIT KULIT



Berbagai macam penyakit kulit seperti panu, kadas, kurap sudah tidak asing lagi di masyarakat Indonesia.

Beberpa obat tradisional yang sering di gunakan untuk pengobatan penyakit kulit tersebut adlah:

Kudis, gatal-gatal

Untuk pengobatan luar, cukup ambil daun, kulit, batang, atau akar salam seperlunya. Cuci bersih, lalu giling halus sampai menjad adonan seperti bubur. Balurkan ke tempat yang gatal, kemudian dibalut.
borok, luka, dan kutil
  • Olesi dengan getah buah jambu monyet atau jambu mete (Anarcadium occidentale L) selama beberapa hari sampai luka mengering
  • Untuk kutil, petiklah 5 lembar DAUN DEWA, tumbuk daun hingga halus. Lumurkan daun yang telah halus pada tempat yang berkutil, buatlah sampai merekat, biarkan satu hari dan lepas ke esokan harinya
Ragam penyakit kulit

Bagi penderita penyakit kulit, gatal-gatal, dan luka, ramuan yang harus diracik adalah daun biduri dan minyak kelapa secukupnya. Daun itu diolesi minyak kelapa, lalu dilayukan di atas pengapian. Setelah itu, daun ditempel ke bagian kulit yang luka atau gatal. Sebelum diobati, kulit yang luka dicuci dulu dengan air hangat atau alkohol 70 %.

Bisul, eksim, dan penyakit-penyakit kulit

Helaian mahkota bunga teratai ini dibakar, akan menghasilkan abu yang juga berkhasiat sebagai obat. Abu ini bisa dimanfaatkan sebagai obat luar untuk menyembuhkan bisul, eksim, dan penyakit-penyakit kulit. Sedangkan serbuk dan benang sari bunga teratai jika dicampur madu dan keju akan menjadi obat penyakit wasir.

Kudis pada Anak-anak

Anak-anak yang terkena kudis dianjurkan mandi dengan rebusan air brotowali. Cara membuat air rebusannya: ambil batang brotowali 1m, di rajang atau potong kecil2, rebus dengan 4 liter air hingga mendidih, masukkan air rebusan ke dalam emberdan tambahkan air dinngin, mandikan anak sambil merendam tubuhnya.
Eksim
- Parut rimpang jahe, lalu di peras
- Campur dengan parutan lobak
- Oleskan ramuan ke bagian kulit yang terkena eksim

Lengkuas untuk: Panu, kadas, kudis, koreng, borok
Pengobatan: Pengobatan luar, di oles di tempat yang sakit
Cara membuat: - Tumbuk halus rimpang lengkuas dengan bawang putih (perbandingan 1:4, 1 rimpang 4 bawang putih) sampai jadi bubur
- Oleskan/tempelkan di tempat yang sakit
- Untuk kurap yang telah menahun, tambahkan ramuan tadi dengan cuka
- Untuk Panu: sediakan rimpang segar, cacah hingga timbul seratnya, gosokkan pada bagian yang sakit