APA SAJA MANFAAT TANAMAN GINSENG?


Mendengar kata-kata gingseng, pasti yang kebayang ialah film-film Cina dan Korea. Karena memang kita banyak mengetahui tanaman ini ya melalui film-film dan iklan obat – obatan produksi cina dan korea.. bahkan korea sendiri memiliki julukan negeri gingseng. Wah.. seistimewa apakah tanaman gingseng sehingga menjadi julukan untuk sebuah negara.. jadi penasaran..

Ginseng memang telah di manfaatkan oleh masyarakat di kawasan asia pasifik dari sejak zaman dahulu kala.. khususnya negara di kawasan Cina, Korea, Jepang dan beberapa wilayah asia tenggara. Tanaman ini memang sudah melegenda yang banyak dmanfaatkan sebagai tanaman untuk pengobatan dan kesehatan.

Ginseng (Panax) adalah sejenis terna berkhasiat obat yang termasuk dalam suku Araliaceae. Ginseng tumbuh di wilayah belahan bumi utara terutama di Siberia, Manchuria, Korea, dan Amerika Serikat. Jenis ginseng tropis dapat ditemukan di Vietnam, yaitu Panax vietnamensis. Nama "ginseng" diambil dari bahasa Inggris, yang dibaca mengikuti lafal Bahasa Kantonis, jên shên, dalam bahasa Mandarin dibaca "ren shen", "人蔘" (duplikat manusia), karena bentuk akar yang menyerupai manusia. (Versi Wikipedia ).

Lalu apakah kandungan yang terdapat pada tanaman gingseng ? sehingga banyak digunakan untuk pengobatan.. nah berikut kandungan secara umum yang terdapat didalam tanaman gingseng :

Kandungan Ginseng :

Kandungan kimia ginseng yang telah diketahui adalah saponin dan glikosida. Glikosida pada akar ginseng dikenal sebagai ginsenosida . Selain itu, akar ginseng juga mengandungi 16jenis ginsenosida seperti minyak asiri , panasena, resih, musilago, asam panax, fitosterol, hormon, vitamin B, kabohirat dan selulosa. Pada tahun 1960 an, sejenis sebatian yang dikenal sebagai “terpenidol glycisides” telah ditemui oleh peneliti-peneliti Moskow dan Tokyo.

Manfaat dan Khasiat Gingseng

  • Ginseng dapat meningkatkan vitalitas dan stamina tubuh : bisa dibilang ginseng menjadi semacam tonik stimulan. Selain itu ginseng juga dapat digunakan sebagai obat kelelahan karena mengandung adaptogenik.
  • Mengurangi stres mental : Ginseng mampu meningkatkan kewaspadaan mental, disamping juga merubah mood dan menghilangkan rasa lelah. Manfaat lainnya adalah sebagai ramuan antidepresan dan anti-kecemasan. Ketika seseorang mengalami stres yang berlebihan, hormon adrenal (kortisol, adrenalin, dan noradrenalin) akan mengalir keluar dan menyebabkan berbagai masalah kesehatan. Dalam situasi ini, ginseng dapat membantu Anda dalam menyeimbangkan tingkat adrenalin.
  • Merangsang sistem kekebalan dan saraf : Ginseng mampu meningkatkan kekebalan tubuh. Sejumlah pakar obat herbal mengatakan ginseng dapat meningkatkan kualitas hidup. Sifat adaptogenik pada ginseng membantu merangsang orang tetap muda. Sedangkan pada orang tua, dapat memulihkan sel-sel yang rusak dalam tubuh.
  • Mengurangi rasa nyeri di dada pada masuk angin, merangsang biokimia dalam tubuh sebagai pereda stress dan memperbaiki fungsi paru-paru.
  • Mengobati Diabetes: Tingkat gula darah dapat turun secara drastis dengan mengkonsumsi ginseng. Namun, jika Anda sudah menggunakan obat antidiabetes, perlu mempertimbangkan kembali untuk menggunakan ginseng secara bersamaan. Pasalnya, mencampur ginseng dengan obat diabetes bisa membuat kadar gula darah terlalu rendah. Oleh karena itu, sangat diperlukan rekomendasi dari dokter.
  • Ginseng dapat membantu mengatasi penyakit flu dan penyakit infeksi lainnya.
  • Mencegah perkembangan kanker : Pertumbuhan jenis tertentu dari sel-sel kanker dapat dihambat oleh Ginseng. Chinese Medicine Journal melaporkan, ginsenosides memiliki efek anti-tumor serta dapat menginduksi kerusakan sel pada kanker prostat, sel kanker ovarium, sel paru-paru adenokarsinoma, dan sel-sel neuroblastoma. Selain itu, ginseng juga berfungsi dalam menghambat perkembangan siklus sel, sehingga dapat memperlambat pertumbuhan sel kanker.
  • Ginseng dapat mempengaruhi kesuburan manusia : terutama pria karena dapat meningkatkan kadar hormon testosteron sehingga dapat memproduksi lebih banyak sp3rm4. Sedangkan bagi wanita, ginseng dapat menghambat terjadinya menop4use dan nyeri pada saat ha!d.
  • Menurunkan kadar kolesterol : Dalam beberapa penelitian, Ginseng ditemukan menurunkan kolesterol LDL (kolesterol jahat). Para ilmuwan percaya bahwa ginsenocides yang terdapat dalam ginseng bertanggung jawab terhadap penurunan kadar kolesterol dalam tubuh.
Penggunaan ginseng tidak disarankan terutama pada ibu hamil dan menyusui, untuk mencegah terjadinya kontraindikasi. Selain itu, ginseng juga dapat mempengaruhi reaksi dari beberapa obat, seperti, pengencer darah seperti warfarin, heparin, aspirin, dan diuretik.

Oleh karena itu, tidak dianjurkan untuk mengkonsumsi ginseng jika Anda sedang minum obat untuk hipertensi atau penyakit kardiovaskular lainnya.

BUDIDAYA JAMUR MERANG SISTEM KARDUS


Jamur merang adalah salah satu jamur yang bisa di konsumsi dan peminat jamur ini pun tidak sedikit. Jamur ini bisa di masak dengan mie dan juga bisa dijadikan kuah. Pada umumnya, jamur ini banyak di budidayakan di daerah asia dan Indonesia termasuk salah satunya. Sesuai dengan namanya, jamur merang biasanya dibudidayakan pada merang atau jerami yang telah dijadikan kompos.

Budidaya jamur ini tergantung tidak sulit, panennya pun sudah bisa dilakukan terhadap tubuh buah yang belum sepenuhnya berkembang. Meski demikian tubuh jamur merang yang telah membuka payungnya juga masih bisa di konsumsi meski harganya akan cenderung lebih murah.

Pada tulisan kali ini, kita akan coba membahas cara budidaya jamur merang di dalam kardus. Pada umumnya jamur merang dibudidayakan pada merang ataupun jerami tetapi akhir-akhir ini penanaman jamur merang dilakukan di dalam kardus, hal ini dilakukan di wilayah perkotaan yang pada umumnya kesulitan mencari bahan baku merang dan lebih mudah mendapatkan kardus. Kardus juga mempunyai keunggulan lebih sebagai tempat pembudidayaan jamur merang, kelebihannya yaitu dengan hanya menyobek bagian kardus dan kemudian direndam dengan air kapur selama 5 hari, maka media kardus sudah siap dimasukkan ke dalam lumbung atau rak. Selain itu pembudidayaan jamur dengan kardus ini menghasilkan jamur yang lebih kenyal dan juga aroma yang lebih wangi dengan warna yang lebih putih.

Dan berikut adalah langkah-langkah dari memulai hingga memanen jamur merang. 

A. Persiapan Tempat Budidaya Jamur Merang

Yang pertama tentu saja pembuatan kumbungnya yang umumnya dibuat dari rangka bambu. Dinding juga bisa dibuat dari bambu atau bisa juga memakai plastik agar biayanya semakin murah sementara bagian atap bisa dibuat menggunakan rumbia. Ukuran kumbung yang paling ideal adalah 4 meter, panjang 6 meter, dan tinggi 3,5 meter dan di dalam lumbung tersebut dapat di isi 2 baris rak penanaman dengan panjang masing-masing rak 5 meter dengan lebar 80 cm dan juga terdiri dari 4-5 tingkat. Hal yang perlu di jaga di dalam kumbung yaitu temperatur suhunya yang berkisar 28-35 derajat celcius dan sebaiknya di pasang lampu agar bisa lebih menjaga suhunya.

B.Pembuatan Media Rak Dengan Ukuran 2 M2

Bahan yang digunakan adalah kardus dan juga ditambahkan dengan campuran-campuran lainnya, yaitu :

  • Pupuk NPK berfungsi sebagai unsur hara makro primer untuk merangsang pertumbuhan pada fase awal atau pertumbuhan vegetatif (misal : akar).
  • Petroganik
  • Dedak halus (makanan yang dibutuhkan untuk pertumbuhan jamur)
  • Kapur untuk menetralisasi kampus
  • Tepung beras ketan
  • Bonggol pisang (akar pohon pisang)
  • Limbah sayuran dari tanaman kubis, bungkol, pecsai, caisin dan kangkung (bisa diminta di pasar karena di buang)
  • Arah sekam, sebagai pelapis akhir media (untuk menstabilkan suhu tempat tumbuh jamur)
Komposisi bahan yang diperlukan dalam sebuah rak dengan ukuran 2 M2, yaitu :

  • Bibit 5 botol
  • Kardus 20kg
  • Dedak halus 5kg
  • Kapur 5kg
  • Aram sekam 25kg
  • Bonggol pisang batu 5kg (atau bisa juga buncis)
  • Limbah sayur 10 karung
  • Pupuk NPK ¼ kg
  • Petroganik 1 kg

Hal-hal yang perlu dilakukan terhadap kardus sebelum proses penanaman.

  • Sobek kardus hingga ukurannya 5-10 cm
  • Rendam kardus dengan larutan kapur (5kg kapur dalam air hingga semua kardus habis terendam)
  • Bak kolam berukuran 4x6 m yang dibuat dari terpal plastik
  • Taburkan pupuk NPK (1/4) dalam rendama
  • Biarkan hingga 5 hari
  • Potong-potong bonggol pisang dan limbah sayuran hingga menjadi potongan kecil
  • Hancurkan bibit jamur dari botol, kemudian campurkan dengan beras ketan

Penanaman jamur merang
Ketika media atau tempat budidaya telah selesai dipersiapkan maka langkah selanjutnya adalah penanaman jamur merang,yaitu :

  • Taburkan sisa kapur sebagai dasar media
  • Tuangkan media kardus yang sudah ditiriskan ke atas rak atau kumbung (bentuk medianya menjadi gundukan (30x30cm) dengan tinggi 10 cm ) dan tiap rak berjejer dua baris gundukan.
  • Taburkan setengah bagian campuran limbah sayuran dan juga bonggol 
  • Lapisi kembali gundukan dengan media kardus setinggi 10cm, kemudian taburkan sisa dedak, bonggol pisang dan sayuran. Media tanam terdiri dari dua lapisan media.
  • Lakukan parteurisasi untuk mensterilkan media dan ruangan dalam kumbung. Dengan memasukkan uap panas (dengan suhu 60-70 derajat Celcius) selalma 6-8 jam. Saat proses parteurisasi kumbung di tutup rapat.
  • Turunkan suhu sampai 30 derajat celcius dengan membuka jendela kumbung.
  • Tanam bibit jamur di media (2 botol /2m). Sebagian bibit dibenamkan dalam gundukan media. Sisanya ditaburkan merata di atas seluruh permukaan media.
  • Taburi dengan arang sekam yang sudah dicampur dengan air dan pupuk organik biogan.
  • Tutup rapat media yang sudah ditanami dengan plastik transparan.
Pemeliharaan jamur merang
Untuk menjaga jamur merang agar mendapatkan hasil yang optimal, ada beberapa cara yang harus dilakukan seperti berikut :

  • Suhu ruangan harus dijaga 28-35 derajat Celcius.
  • Pada hari kelima, pukul 00.00, buka plastik penutup media dan jendela kumbung, kemudian semprot dengan 10 liter air cucian beras yang dicampur dengan 10 tutup biogan dengan bantuan hand sprayer.
  • Setiap hari plastik dibuka selama 10 menit untuk menjaga sirkulasi udara dan atur supaya pada jam 07.00-11.00 sinar matahari dapat masuk ke lumbung.

Paskapanen
Jamur sudah dapat dipanen pada saat usia jamur 10-14 hari sejak penanaman. Panen dapat dilakukan setiap harinya sampai tananan berumur sabulan. Sebaiknya jamur merang dipanen sebelum mekar yaitu pada saat kancing masih dalam tahap stadium telur agar mendapatkan harga yang lebih baik.

CARA MEMELIHARA INDUKAN LELE


Pemeliharaan calon induk sangat perlu diperhatikan karena hanya dari induk yang baik dapat diperoleh benih yang baik kuaritas maupun kuantitasnya. Manajemen (pemeliharaan dan perawatan) induk dan calon induk lele haruslah ditujukan agar induk-induk lele itu selalu dalam keadaan sehat, pertumbuhannya cepat, dan daya vitalitasnya tinggi sehingga dapat menghasilkan jumlah telur yang banyak dan keturunan yang sehat. Untuk tujuan tersebut, air kolam diatur agar sering berganti, walaupun air pemasukan tidak terlalu deras. 

Debit air 5-6 liter per menit untuk kolam seluas 100 m2 sudah memadai untuk menyegarkan lingkungan hidup lele. Selain itu, induk lele juga diberi pakan yang bermutu baikdan daram jumlah yang cukup. Karena induk lele memerlukan pakan berkadar protein tinggi untuk pembentukan telurnya maka pakan alami saja diperkirakan tidak cukup dan harus diberi pakan tambahan yang kaya protein hewani. Ada pakan buatan pabrik berupa pelet yang khusus untuk induk. Pakan ini mengandung kadar protein 400/o dilengkapidengan asam lemak esensial (asal dari minyak ikan) dan vitamin-vitamin yang menyuburkan perkembangan telurnya, yaknivitamin E, D, B kompleks, dan C. Pelet untuk induk harganya memang mahal sehingga pemberiannya cukup sebagai pelengkap saja, yaitu seminggu sekali sebanyak 5olo dari berat seluruh ikan yang dipelihara itu. Sementara dalam kesehariannya, induk diberi pakan tambahan berupa cacahan siput air (siput murbei, siput sawah), keong racun (bekicot), ataupun sisa-sisa hewan ternak yang dipotong, misalnya bagian usus hewan potong yang biasanya dibuang saja. Bahkan, bangkai ayam pun dapat diberikan kepada lele. 

Calon induk dan induk lele yang diberi pakan berkualitas baik menunjukkan peningkatan berat badan (gemuk), pertumbuhannya relatif seragam, kemampuan memijah (bertelur) lebih sering, jumlah telur banya
dan daya tetas telur tinggi. Sepasang induk lele yang diberi pakan berkualitas baik dapat memijah hanya dalam selang waktu 3-4 minggu. Lele mulai dapat bertelur setelah berat badannya mencapai 200 g. Jumlah telur yang dihasilkan oleh lele lokal dengan berat tersebut sekitar 3.000-4.000 butir. Semakin berat bobot induk lele maka semakin banyak telur yang dihasilkan. Namun, tidak diperoleh data mengenai umur maksimum lele dapat bertelur dan berat badan maksimum yang dapat dicapai.

CARA PENGELOLAAN BENIH LELE BARU NETAS


Bila lele dumbo telah memijah (bertelur) di dalam bak pemijahan maka keesokan harinya kakaban yang tampak telah penuh dilekati telur dipindahkan ke dalam bak pendederan yang telah disiapkan 2 hari sebelumnya. Setelah 30-40 jam, telur akan menetas di dalam bak pendederan ini. Kalau telah tampak burayak menetas semua (keesokan harinya), kakaban dapat dikeluarkan dari dalam bak pendederan itu. Kakaban segera dicuci, dijemur, lalu disimpan agar dapat digunakan lagi. Benih lele yang baru menetas (burayak) sampai umur 2 haritidak perlu diberi pakan. Hal ini karena burayak tersebut masih belum dapat makan dan hanya menyerap zatgizi dari kuning telurnya sendiri. pada hari ketiga mulai diberikan serbuk halus, yaitu pelet pakan ikan yang ditumbuk atau dihaluskan dengan blender.

Dosis pakan untuk burayak ini diberikan sedikit-sedikit saja, cukup 2 sendok makan sekali pemberian. Cara memberikannya tidak ditaburkan merata, melainkan pakan berupa tepung tersebut dibasahi dengan sedikir air agar menggumpal dan dapat tenggelam, lalu dionggokkan sedikit demi sedikit di bebebrapa tempat sehingga dapat diamati ketika burayak lele bergerombol memakan serbuk pakan tersebut. Apabila burayak ini tampak bernafsu untuk makan, berarti masih belum kenyang sehingga perlu ditambahkan lagi pakan sampai dalam waktu sekitar 5 menit burayak makan. setelah itu, pemberian pakan tersebut sebaiknya dihentikan. Pada tengah hari dan sore hari, pakan diberikan lagi. Jadi, sehari diberi pakan 3 kali. Di dalam air kolam tentu banyak ditumbuhi binatang renik semacam rotifera dan protozoa yang cocok untuk pakan burayak. Burayak yang telah berumur 3 hari mulaidiberi pakan berupa kutu air (Daphnia atau Moina) dan cacing sutera. 

Pakan ini dapat dibeli dari pengumpul kutu air dari selokan atau danau-danau kecil di sekitar kampung. Pemeliharaan burayak di kolam pendederan biasanya berlangsung selama 12-15 hari saja. selama selang waktu itu biasanya air tidak perlu diganti, cukup ditambah saja bila terjadi banyak penguapan. Murai umur 12 hari, burayak lele sudah dapat dijual atau dipindahkan ke kolam pendederan yang lebih besar agar pertumbuhannya lebih cepat. Bila pemeliharaan berhasil dengan baik dari seekor induk lele betina yang beratnya 1 kg dapat dihasilkan 40.000-60.000 ekor burayak umur 12-14 hari. Dari pemeliharaan di pendederan selama 12-14, diperoleh benih lele ukuran 2-3 cm. Benih kecil ini sudah dapat dipindahkan untuk diperihara lebih lanjut di kolam atau sawah atau sudah dapat dijual.

KANDUNGAN JAMUR TIRAM UNTUK ANTI KOLESTROL


Khasiat jamur bagi kesehatan tubuh memang terbukti. Selain mengandung berbagai macam asam amino essensial, lemak, mineral, dan vitamin, juga terdapat zat penting yang berpengaruh terhadap aspek medis. Sejak berabad-abad lalu, jamur sudah menjadi makanan istimewa sehingga banyak orang menjadi penggemar.

Sudah turun-temurun masyarakat Jepang dan Cina melengkapi menu dengan jamur. Bukan saja kelezatan rasa, tetapi juga tinggi nilai gizinya. Orang Yunani kuno percaya, makan jamur menyebabkan seseorang menjadi lebih kuat dan sehat. Hasilnya mereka lebih kuat, berani dan perkasa. Firaun, Raja Mesir yang terkenal sangat keji, penghobi berat makan jamur. Saking istimewanya, raja itu menyebut jamur sebagai makanan para dewa.

Kandungan gizi

Tidak hanya menyedapkan, jamur mempunyai kandungan gizi cukup baik. Komposisi kimia yang terkandung tergantung jenis dan tempat tumbuhnya. Dari hasil penelitian, rata-rata jamur mengandung 19-35 persen protein. Dibanding beras (7,38 persen) dan gandum (13,2 persen), ia berkadar protein lebih tinggi. Asam amino esensial yang terdapat pada jamur, sekitar ada sembilan jenis dari 20 asam amino yang dikenal. Yang istimewa 72 persen lemaknya tidak jenuh, jamur juga mengandung berbagai jenis vitamin, antara lain B1 (thiamine), B2 (riboflavine), niasin dan biotin. Selain elemen mikro, jamur juga mengandung berbagai jenis mineral, antara lain K, P, Ca, Na, Mg, dan Cu. Kandungan serat mulai 7,4-24,6 persen sangat baik bagi pencernaan. Jamur mempunyai kandungan kalori yang sangat rendah sehingga cocok bagi pelaku diet.

Hasil studi di Massachusett University menyimpulkan bahwa riboflavin, asam Nicotinat, Pantothenat, dan biotin (Vitamin B) masih terpelihara dengan baik meskipun jamur telah dimasak. Hasil penelitian dari Beta Glucan Health Center menyebutkan bahwa jamur tiram (Pleurotus ostreatus) mengandung senyawa Pleuran (di Jepang, jamur tiram disebut Hiratake sebagai jamur obat), mengandung protein (19-30 persen), karbohidrat (50-60 persen), asam amino, vit B1 (thiamin), B2 (riboflavin), B3 (Niacin), B5 (asam panthotenat), B7 (biotin), Vit C dan mineral Calsium, Besi, Mg, Fosfor, K, P, S, Zn. Dapat juga sebagai antitumor, menurunkan kolesterol, dan antioksidan.

Para peneliti dari Ujagar Group (India) menyampaikan, bahwa jamur tiram memiliki nilai nutrisi yang sangat bagus dengan alasan: 100 persen sayuran dan bersih; mengandung protein tinggi dan kaya vitamin-mineral; rendah karbohidrat, lemak dan kalori; bagus untuk liver, pasien diabetes, dan menurunkan berat badan; berserat tinggi membantu pencernaan; antiviral dan antikanker; mudah memasaknya dan mudah dicerna; dan jamur tiram merupakan jamur yang paling enak rasanya dibanding jamur pangan lainnya.

Dari hasil penelitian Departemen Sain, Kementerian Industri Thailand, jamur tiram (Oyster mushroom) mempunyai kandungan: protein 5,94 persen, karbohidrat 50,59 persen, serat 1,56 persen, lemak 0,17 persen, abu 1,14 persen. Per 100 gram jamur tiram segar, mengandung 45,65 kalori, 8,9 miligram (mg) kalsium, 1,9 mg besi, 17,0 mg fosfor, 0,15 mg vitamin B-1, 0,75 mg vitamin B-2, dan 12,40 mg Vitamin C. Jamur juga mengandung folic acid yang cukup tinggi, konon mampu menyembuhkan anemia.

Sebagai perbandingan, tempe yang terbuat dari kedelai yang kaya serat dan juga sebagai sumber berbagai nutrien seperti calsium, Vitamin B, dan besi, mempunyai kandungan sebagai berikut: kalori 204, protein 17 gram, lemak 8 gram, karbohidrat 15 gram, calium 80 mg, Fe (Besi) 2 mg, dan Zn 0,2 mg.

Bisa dibandingkan dengan daging ayam yang kandungan proteinnya 18,2 gram, lemaknya 25,0 gram, namun karbohidratnya 0,0 gram dan Vitamin C-nya juga 0,0 gram. Maka, kandungan gizi jamur masih lebih komplet sehingga tidak salah apabila dikatakan jamur merupakan bahan pangan masa depan.

Antikolesterol

Disebutkan bahwa para peneliti penyakit kanker menyarankan bahwa sebaiknya manusia mengonsumsi daging merah tidak lebih dari tiga ons per hari atau kurang dari itu. Daging tersebut adalah daging sapi, kerbau, kambing, dan babi yang dapat menyebabkan risiko lebih tinggi sebagai penyebab kanker usus, dan juga kemungkinan payudara, prostat, pankreas, perut, dan kanker ginjal. Kecil kemungkinan terkena kanker apabila mengonsumsi ayam dan ikan, dan untuk beberapa kasus malahan dapat melawan kanker. Sehubungan dengan hal itu, untuk yang senang mengkonsumsi burger disarankan untuk diselang-seling dengan ayam, seafood, sayuran, dan jamur (Anonympus, 1999).

Saat ini beberapa jamur digunakan sebagai obat untuk melawan kolesterol, kanker, dan AIDS. Senyawa aktif jamur yang terkandung dikabarkan dapat sebagai antijamur, antibakteri, dan antivirus dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan dapat membunuh serangga dan nematoda. Pada tahun 1960, para peneliti berhasil menemukan pengaruh beberapa jamur sebagai antitumor. Komponen aktif yang dimaksud adalah polysaccharida, dan khususnya adalah Beta – D – Glucans. Sebagai standardisasi produk dari jamur tiram (Plurotus ostreatus dan P. eryngii) disebut Plovastin yang dipasaran sebagai suplemen penurun kolesterol. Komponen aktif dari Plovastin adalah statin, secara baik menghambat metabolisme kolesterol di dalam tubuh manusia (Itzkovich, 2001).

Hasil dari penelitian Bobek (1999) dari Research Institute of Nutrition Bratislava tentang “Natural products with hypolipemic and anti oxidant effect”. Telah dilakukan studi pada sebuah grup dengan 57 laki-laki: perempuan = 1:1, usia setengah umur, dengan kasus hyperlipoproteinemia. Selama satu bulan mereka mengonsumsi 10 gram jamur tiram secara teratur. Kesimpulan, secara statistik sangat menjanjikan, yakni kolesterol dan serum turun 12,6 persen dan triglycerol turun 27,2 persen. Jamur tiram juga mempunyai efek antioksidan dengan turunnya hasil peroksidasi di dalam eritrosit.

Beta-1,3/1-6-Glucan secara alami berasal dari polysaccharida yang secara intensif dipelajari sejak tahun 1950 sebagai antitumor dan perangkat immunostimulating (pemicu kekebalan). Pleuran adalah Beta- 1,3/1-6-Glucan diisolasi dari jamur tiram yang mempunyai kandungan polysaccharida tinggi, biasa digunakan untuk cream, salep, suspensi, dan bedak untuk perawatan wajah di dunia oleh peneliti dan perusahaan kosmetik untuk formulasinya (Contoh; Estee Lauder dan Clinique). Konsentrasi 0,5-2,00 persen. Perawatan wajah ini berguna untuk mengikat air, melembabkan kulit dan anti-inflamasi. Percobaan pada 121 pasien berjerawat kronis, diberikan setiap hari selama 21 hari, hasilnya 73,5 persen kondisinya membaik, 18,2 persen sembuh total (Kuniak et al, 1995. Faculty of Pharmacy and STV, Batislava, Slovak Republic in Beta Glucan Health Center, www.glucan.com/therapy 2002).
Sumber:
Kompas

BERBGAI BENTUK USAHA LELE

Sebagaimana dipraktikkan oleh para petani, usaha produksi lele lokal maupun lele dumbo dipisahkan menjadi usaha pembenihan dan usaha pembesaran. Pola pengusahaan itu pada prinsipnya sama, tetapi dalam budi daya lele istilah pembenihan/pendederan dan pembesaran ditentukan oleh ukuran lele hasil panennya. Apabila ukuran lele hasil panen adalah ukuran konsumsi maka disebut sebagai tahap pembesaran. Namun, bila ukuran lele hasil panen adalah benih (akan dibesarkan lagi) maka disebut sebagai pembenihan/pendederan.

Oleh karena itu, ada istilah pembenihan I (hasilnya untuk didederkan lagi), pembenihan ll (hasilnya untuk didederkan lagi), dan pembenihan lll (merupakan pendederan terakhir karena pemeliharaan setelah tahap ini adalah pembesaran). Jadi, walaupun benih yang ditebarkan berukuran l-3 cm, tetapi bila pemeliharaan yang dilakukan bertujuan untuk mencapai ukuran konsumsi (hasil panen berupa lele ukuran konsumsi) maka pemeliharaan itu disebut pembesaran.

1. Usaha pembenihan lele

Dalam usaha pembenihan, dikenal istilah pembenihan tahap I, pembenihan tahap ll, dan pembenihan tahap lll.

Usaha pembenihan tahap I 
dilakukan mulai dari pemeliharaan calon induk (lele yang sudah dewasa) kemudian dikawinkan.Telur yang dihasilkan ditetaskan di kolam ipukan (kolam pendederan) sampai benih berumur 12-15 haridengan ukuran panjang badan 2-3 cm. Benih sepertiinisudah dapat dijual. Dalam kegiatan pembenihan tahap ll, benih dari usaha pembenihan I (umur 12-15 hari, panjang 2-3 cm)dipelihara lagioleh produsen benih tersebut atau oleh petani lain. Benih tersebut dipelihara dalam kolam pemeliharaan benih selama 21-30 hari (3-4 minggu) sampai ukuran panjang badannya mencapai 5-6 cm. Benih ukuran ini dapat dijual atau dipelihara lebih lanjut.

Benih dari usaha pembenihan ll 
(umur 35-45 hari, panjang 5-6 cm) dipelihara lagi dalam usaha pembenihan tahap lll selama 30 hari hingga ukuran panjangnya mencapai 10-'15 cm dan berat 40-50 g per ekor. Benih besar ini disebut "gelondongan". Selanjutnya benih gelondongan itu dipelihara dalam kolam pembesaran dengan lama pemeliharaan 45-60 hari hingga ikan menjadi ukuran konsumsi yang beratnya 125-150 g per ekor. Semakin besar ukuran benih, semakin tahan terhadap penyakit sehingga jarang ada yang mati dalam pemeliharaan. Dengan demikian, tingkat mortalitasnya makin rendah.

2. Usaha pembesaran lele

Dalam usaha pembesaran, benih dari berbagai ukuran dipelihara hingga menjadi lele ukuran konsumsi. jangka waktu pembesaran tergantung dari ukuran benih waktu mulai dipelihara. Ada yang memulai dari ukuran ada pula yang memeliharanya mulai dari benih berukuran 3-5 cm, 6-8 cm, atau dari gelondongan ukuran 10-15 cm. Jangka waktu pemeliharaan berbeda-beda, tergantung pada ukuran/berat ikan konsumsi yang akan dipanen.

Lahan untuk Budi Daya

Lele dapat dibudidayakan di kolam pekarangan, di sawah, dan di kolam dengan sistem longyam. Ada beberapa sistem budidaya perairan yang juga berkembang di lndonesia, misalnya keramba jaring apung (kejapung, UA) yang berada di danau atau rawa dan keramba dasar yang dibuat dari bambu kemudian ditenggelamkan di dasar saluran/selokan. Namun, masyarakat kurang berminat memelihara lele dalam keramba karena sistem budi daya tersebut masing-masing mempunyai kelemahan. Sebagai contoh, keramba dasar yang dipasang di dasar saluran, seperti di kota Cianjur dan sekitarnya, menyebabkan ikan/lele yang dipelihara di dalamnya berbau lumpur yang sulit dihilangkan. Pemeliharaan lele di KJA juga kurang disukai karena biaya produkinya relatif mahal, sedangkan harga jual lele relatif murah. Apalagi ditambah dengan pengaruh biaya pakan yang cukup tinggi.terkecil,

Proses dan Teknik Budidaya Jamur Tiram


Jamur tiram (Pleurotus ostreatus) adalah jamur konsumsi dari kelompok Basidiomycota dan termasuk kelas Homobasidiomycetes dengan ciri-ciri umum tubuh buah berwarna putih hingga krem dan tudungnya berbentuk setengah lingkaran mirip cangkang tiram dengan bagian tengah agak cekung. Jamur tiram masih satu kerabat dengan Pleurotus eryngii dan sering dikenal dengan sebutan King Oyster Mushroom.


Cara Budidaya Jamur Tiram

Langkah awal yang perlu disiapkan


1. Ruang persiapan
Ruang persiapan adalah ruangan yang berfungsi untuk melakukan kegiatan Pengayakan, Pencampuran, Pewadahan, dan Sterilisasi.


2. Ruang Inokulasi
Ruang Inokulasi adalah ruangan yang berfungsi untuk menanam bibit pada media tanam, ruang ini harus mudah dibersihkan, tidak banyak ventilasi untuk menghindari kontaminasi (adanya mikroba lain).


3. Ruang Inkubasi
Ruangan ini memiliki fungsi untuk menumbuhkan miselium jamur pada media tanam yang sudah di inokulasi (Spawning). Kondisi ruangan diatur pada suhu 22 – 28 derajat C dengan kelembaban 60% – 80%, Ruangan ini dilengkapi dengan rak-rak bambu untuk menempatkan media tanam dalam kantong plastic (baglog) yang sudah di inokulasi.


4. Ruang Penanaman
Ruang penanaman (growing) digunakan untuk menumbuhkan tubuh buah jamur. Ruangan ini dilengkapi juga dengan rak-rak penanaman dan alat penyemprot/pengabutan. Pengabutan berfungsi untuk menyiram dan mengatur suhu udara pada kondisi optimal 16 – 22 derajat C dengan kelembaban 80 – 90%.


Peralatan Dan Bahan Budidaya Jamur Tiram


Peralatan : yang digunakan pada budidaya jamur diantaranya, Mixer, cangkul, sekop, filler, botol, boiler, gerobak dorong, sendok bibit, centong.
Bahan-bahan : yang digunakan dalam budidaya jamur tiram adalah Serbuk kayu, bekatul (dedak), kapur (CaCO3), gips (CaSO4), tepung jagung (biji-bijan), glukosa, kantong plastik, karet, kapas, cincin plastik.


Proses dan Teknik Budidaya Jamur Tiram


Dalam melaksanakan Budidaya Jamur Tiram ada beberapa proses dan kegiatan yang dilaksanakan antara lain:

1. Persiapan Bahan
Bahan yang harus dipersiapkan diantaranya serbuk gergaji, bekatul, kapur, gips, tepung jagung, dan glukosa.


2. Pengayakan
Serbuk kayu yang diperoleh dari penggergajian mempunyai tingkat keseragaman yang kurang baik, hal ini berakibat tingkat pertumbuhan miselia kurang merata dan kurang baik. Mengatasi hal tersebut maka serbuk gergaji perlu di ayak. Ukuran ayakan sama dengan untuk mengayak pasir (ram ayam), pengayakan harus mempergunakan masker karena dalam serbuk gergaji banyak tercampur debu dan pasir.


3. Pencampuran
Bahan-bahan yang telah ditimbang sesuai dengan kebutuhan dicampur dengan serbuk gergaji selanjutnya disiram dengan air sekitar 50 – 60 % atau bila kita kepal serbuk tersebut menggumpal tapi tidak keluar air. Hal ini menandakan kadar air sudah cukup.


4. Pengomposan
Pengomposan adalah proses pelapukan bahan yang dilakukan dengan cara membumbun campuran serbuk gergaji kemudian menutupinya dengan plastic.


5. Pembungkusan (Pembuatan Baglog)
Pembungkusan menggunakan plastik polipropilen (PP) dengan ukuran yang dibutuhkan. Cara membungkus yaitu dengan memasukkan media ke dalam plastik kemudian dipukul/ditumbuk sampai padat dengan botol atau menggunakan filler (alat pemadat) kemudian disimpan.


6. Sterilisasi
Sterilisasi dilakukan dengan mempergunakan alat sterilizer yang bertujuan menginaktifkan mikroba, bakteri, kapang, maupun khamir yang dapat mengganggu pertumbuhan jamur yang ditanam. Sterilisasi dilakukan pada suhu 90 – 100 derajat C selama 12 jam.


7. Inokulasi (Pemberian Bibit)
Inokulasi adalah kegiatan memasukan bibit jamur ke dalam media jamur yang telah disterilisasi. Baglog ditiriskan selama 1 malam setelah sterilisasi, kemudian kita ambil dan ditanami bibit diatasnya dengan mempergunakan sendok makan/sendok bibit sekitar + 3 sendok makan kemudian diikat dengan karet dan ditutup dengan kapas. Bibit Jamur Tiram yang baik yaitu:
- Varitas unggul
- Umur bibit optimal 45 – 60 hari
- Warna bibit merata
- Tidak terkontaminasi


8. Inkubasi (masa pertumbuhan miselium) Jamur Tiram
Inkubasi Jamur Tiram dilakukan dengan cara menyimpan di ruangan inkubasi dengan kondisi tertentu. Inkubasi dilakukan hingga seluruh media berwarna putih merata, biasanya media akan tampak putih merata antara 40 – 60 hari.


9. Panen Jamur Tiram
Panen dilakukan setelah pertumbuhan jamur mencapai tingkat yang optimal, pemanenan ini biasanya dilakukan 5 hari setelah tumbuh calon jamur. Pemanenan sebaiknya dilakukan pada pagi hari untuk mempertahankan kesegarannya dan mempermudah pemasaran.