CARA MEMANEN BUAH KOPI YANG BENAR

http://tipspetani.blogspot.com/2017/06/cara-memanen-buah-kopi-yang-benar.html
CARA MEMANEN BUAH KOPI YANG BENAR

Tingkat kematangan buah kopi tidak terjadi secara serentak. Sehingga proses pemanenan memerlukan waktu yang lama. Musim panen kopi di Indonesia biasanya dimulai pada bulan Mei/Juni dan berakhir sekitar Agustus/September. Periode panen raya berlangsung 4-5 bulan dengan frekuensi pemetikan buah kopi bisa setiap 10-14 hari sekali.


Ciri-ciri buah kopi yang telah matang bisa dilihat dari warna kulitnya. Buah kopi yang paling baik untuk dipanen adalah yang telah matang penuh, berwarna merah. Namun karena berbagai alasan, para petani sering memanen buah yang masih berwarna kuning bahkan hijau.

http://tipspetani.blogspot.com/2017/06/cara-memanen-buah-kopi-yang-benar.html
CARA MEMANEN BUAH KOPI YANG BENAR

Setiap tingkat kematangan menghasilkan karakteristik kopi yang berlainan. Berikut ini karakteristik buah kopi dilihat dari tingkat kematangannya:

  • Warna hijau dan hijau kekuningan. Warna ini menandakan kondisi buah kopi masih muda. Apabila dipetik bijinya berwarna pucat keputihan dan keriput. Aroma dan postur (body) yang dihasilkan masih sangat lemah. Buah seperti ini tidak disarankan untuk tidak dipetik.
  • Warna kuning kemerahan, menunjukkan sudah mulai matang. Aroma dan posturnya mulai terasa mantap. Bijinya berwarna keabu-abuan. Buah seperti ini sudah boleh untuk dipetik.
  • Warna merah penuh, menunjukkan buah telah matang sempurna. Aroma dan citarasanya telah terbentuk dengan mantap. Keadaan buah seperti ini merupakan kondisi paling baik untuk dipetik.
  • Warna merah tua, menandakan buah sudah kelewat matang. Bijinya berwarna coklat dan kehitaman. Aroma dan posturnya mulai menurun, terkadang mengeluarkan citarasa seperti bau tanah (earthy). Buah seperti ini harus sudah dipetik.

Selain warna kulit, untuk menentukan kematangan buah kopi bisa diketahui dari kandungan senyawa gula yang terdapat pada daging buah. Kopi yang telah matang memiliki kandungan senyawa gula relatif tinggi pada daging buahnya. Pada buah yang telah matang, daging buah lunak dan berlendir serta terasa manis.

Pemetikan buah kopi

Pada tanaman kopi arabika, buah kopi yang telah matang cenderung mudah rontok. Apabila dibiarkan jatuh ke tanah, buah tersebut akan menyerap bau-bauan di atas tanah yang bisa menurunkan mutu kopi. Sehingga dianjurkan untuk segera memetik buah kopi arabika begitu terlihat berwarna merah penuh.

Buah kopi tidak dipanen serentak, proses pemetikan dilakukan secara bertahap. Berikut ini beberapa cara pemetikan buah kopi:
  • Pemetikan selektif. Pemetikan dilakukan hanya pada buah yang telah berwarna merah penuh atau telah matang sempurna. Sisanya dibiarkan untuk pemetikan selanjutnya.
  • Pemetikan setengah selektif. Pemetikan dilakukan pada semua buah dalam satu dompol. Syaratnya dalam dompolan tersebut terdapat buah yang telah berwarna merah penuh.
  • Pemetikan serentak atau petik racutan. Pemetikan dilakukan terhadap semua buah kopi dari semua dompolan, termasuk yang berwarna hijau dipetik habis. Biasanya pemetikan seperti ini dilakukan diakhir musim panen.
  • Lelesan. Pemanenan dengan cara memungut buah kopi yang gugur berjatuhan di tanah karena sudah kelewat matang.
baca juga  CARA MEMBUAT BUAH KOPI MENJADI BUBUK KOPI

Untuk menjaga produktivitas tanaman kopi, pemetikan harus dilakukan dengan cara yang benar. Cabut buah secara vertikal agar tidak merusak tangkai buah, sehingga akan tumbuh kembali buah pada tangkai tersebut. Memetik buah kopi dengan cara merampas tidak dianjurkan karena bisa merusak tangkai.
Sortasi buah kopi

Pada tahap ini, buah kopi disortir berdasarkan kualitasnya. Pisahkan buah kopi dari kotoran, buah yang cacat dan buah berpenyakit. Kemudian pilah buah yang merah dan mulus (buah superior) dari buah yang masih kuning atau hijau (buah inferior). Pemisahan ini nantinya akan menentukan grade kualitas mutu kopi.

Buah kopi yang telah disortasi harus segera diolah jangan disimpan terlalu lama. Penundaan pengolahan bisa memicu reaksi kimia yang akan menurunkan mutu kopi. Untuk mengetahui lebih jauh mengenai cara mengolahnya, silahkan baca proses pengolahan biji kopi.
Info ini bersumber dari : http://alamtani.com

SEKILAS INFO TENTANG BURUNG Nightingale atau Sikatan Londo

http://tipspetani.blogspot.com/2017/06/sekilas-info-tentang-burung-nightingale.html
SEKILAS INFO TENTANG BURUNG Sikatan Londo

http://tipspetani.blogspot.com/2017/06/sekilas-info-tentang-burung-nightingale.html
SEKILAS INFO TENTANG BURUNG Nightingale


Di Indonesia burung Nightingale di kenal dengan nama “Sikatan Londo” yang merupakan salah satu burung migrasi yang sebenarnya berasal dari wilayah utara dan barat Amerika. Migrasi besar-besaran yang terjadi di masa lalu membuat perubahan peta persebaran burung ceriwis tersebut sehingga Nightingale tak pernah lagi ditemukan di habitat aslinya dan justru berkembang biak dengan pesat di sejumlah negara Eropa dan Asia Barat Daya. 

Pada musim dingin mereka biasanya bermigrasi ke Selatan terutama di Afrika Utara. Disebut Nightingale karena burung ini selalu bernyanyi tanpa mengenal waktutermasuk pada malam hari. Sekitar 1 jam sebelum matahari terbit, Burung Nightingale membuka hari dengan bernyanyi untuk mempertahankan wilayah teritorialnya.

http://tipspetani.blogspot.com/2017/06/sekilas-info-tentang-burung-nightingale.html
SEKILAS INFO TENTANG BURUNG Nightingale atau Sikatan Londo
Burung Nightingale mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
  • Selalu menyertakan siulannya baik dengan nada sedang maupun tinggi.
  • Suaranya sangat tajam
  • Lagu bervariasi dan merdu
  • Ocehannya memiliki beberapa variasi tembakan dengan speed tinggi dan rapat.
  • Tubuh bagian atas berwarna coklat kecuali ekornya yang agak kemerahan.
  • Tubuh bagian bawah berwarna putih sedang bulu dibagian dada berwarna sama seperti tubuh bagian atas.

Adapun perbedaan jantan dan betina meskipun sulit dibedakan karena warna bulu hampir mirip:

Jantan
  • Panjang tubuh jantan dewasa sekitar 15,5 cm – 16 cm
  • Lebih aktif berkicau dengan lagu bervariasi dan suara yang lebih keras
Betina
  • Panjang tubuh sedikit lebih kecil
  • Jarang berkicau cenderung monoton dan volumenya tak sekeras burung jantan
  • Tubuh bagian atas coklat dan bagian bawah cenderung berwarna putih.
http://tipspetani.blogspot.com/2017/06/sekilas-info-tentang-burung-nightingale.html
SEKILAS INFO TENTANG BURUNG Nightingale atau Sikatan Londo
Di alam liar pasangan burung Nightingale membuat sarang di permukaan tanah atau di semak-semak. Perilaku ini sama seperti perilaku burung Branjangan. Oleh sebab itu jika ditangkarkan di Indonesia, tehnik penangkarannya tidak jauh berbeda dengan burung Branjangan. Namun sayangnya sampai sejauh ini, belum ada sobat kicaumania di Indonesia yang menangkarkan burung ini. Selain sulit mendapatkan burung ini juga sulit dikarenakan burung Nightingale terbiasa hidup di Negara yang mempunyai 4 musim. Sebagai burung Linnet, kicauan merdu burung Nightingale menginspirasi para sastrawan Eropa, bahkan burung ini pernah diabadikan oleh HC Andersen dalam cerita berjudul “The Nightingale” yang mengisahkan kegemaran kaisar Cina terhadap burung ini.

PANDUAN MEMBUAT KOPI BUBUK TRADISIONAL

http://tipspetani.blogspot.com/2017/06/panduan-membuat-kopi-bubuk-tradisional.html


Membuat Bubuk Kopi Hitam yang nikmat dengan cara tradisional dinilai lebih nikmat dan memberikan citarasa serta aroma yang lebih enak, hal ini dikarenakan dengan menggunakan cara tradisional dalam menggiling kopi bubuk, karakter asli dari kopi tetap terjaga karena itu lah banyak penggemar kopi yang masih lebih memilih pembuatan kopi bubuk secara tradisional.

secara prinsipnya, membuat kopi bubuk dengan cara tradisional memiliki serangkaian langkah yang saling berkaitan mulai dari pemetikan penyortiran, penggorengan sampai pengupasan kulit kopi, silahkan mengikuti panduan dibawah ini untuklebih jelasnya.

1. Pemetikan Buah Kopi

Pemetikan dilakukan pada buah kopi yang sudah benar-benar matang. Ciri-cirinya yatu buah tersebut berwarna merah sempurna, teksturnya cukup empuk, dan beraroma semerbak. Biasanya tanaman kopi akan menghasilkan buah pada akhir musim kemarau sekitar bulan September sampai Oktober. Buah-buah kopi yang telah dipetik lantas dikumpulkan di wadah khusus untuk disortir menurut ukuran dan tingkat kematangannya.

2. Penyortiran Buah Kopi

Penyortiran kopi dilakukan berdasarkan ukuran penampang dan tingkat kematangannya. Hal ini berguna untuk menjaga kualitas kopi terutama untuk buah yang bermutu bagus. Selain itu, penyortiran ini juga berguna supaya pada saat penggorengan biji kopi, maka semuanya akan matang secara merata karena ukurannya yang sama. Buah kopi mentah yang ikut terbawa sebaiknya dipisahkan tersendiri karena dapat merusak citarasa dan aroma kopi.

3. Pengupasan Kulit Kopi

Secara tradisional, buah kopi dikupas kulitnya dengan cara ditumbuk menggunakan alu di dalam lesung. Hati-hati saat memukulkan alu ke buah kopi jangan sampai menghancurakn buahnya. Setelah beberapa kali penumbukan biasanya lapisan kulit ari, daging buah, dan cangkang kopi akan terkelupas dengan sendirinya.

4. Penjemuran Biji Kopi

Biji-biji kopi yang sudah bersih selanjutnya dijemur di bawah sinar matahari langsung. Proses ini dilakukan selama 5-7 hari sampai kadar air yang terkandung di dalam biji kopi tersisa sekitar 30-35%. Biji-biji yang telah mengering sempuran ini kemudian dipindahkan ke penggorengan untuk dimasak/disangrai.

5. Penggorengan Biji Kopi

Wadah yang paling baik dipakai untuk menggoreng biji kopi adalah wajan besi yang cukup tebal sehinggga panasnya bisa merata dan stabil. Disarankan untuk memakai tungku kayu ketimbang kompor gas karena mampu menambah mampu menambah kenikmatan tersendiri pada kopi yang dihasilkan. Selama proses penggorengan, biji-biji kopi harus dibolak-balik secara rutin agar tidak gosong. Biji kopi digoreng sampai permukannya berubah warna menjadi cokelat kelam, aroma khasnya semakin keluar, dan mudah dihancurkan. Sebagai gambaran, proses penggorengan 2 kg biji kopi umumnya memakan waktu selama 2 jam.

6. Penggilingan Bubuk Kopi

Biji kopi yang telah disangrai hingga matang sempurna kemudian dipindahkan ke lesung untuk ditumbuk sampai halus. Lakukan penumbukan secara berulang-ulang menggunakan tenaga yang cukup agar bubuk kopi yang dihasilkan mempunyai tekstur yang halus. Setelah itu, bubuk kopi ini diayak untuk memisahkan partikel yang masih berukuran cukup besar. Sebaiknya serbuk kopi hasil proses pengolahan ini disimpan di dalam wadah yang bersih, kering, dan tertutup rapat sehingga kenikmatannya tetap terjaga.
sumber https://www.kopiindonesia.web.id

CARA MUDAH MENGETAHUI KADAR KEASAMAN TANAH

http://tipspetani.blogspot.com/2017/06/cara-mudah-mengetahui-kadar-keasaman.html

A. Cara Mudah Mengetahui Tanah Masam atau Basa


Cara Menggunakan pH Meter Tanah

Budidaya – Dalam usaha budidaya tanaman tanah berfungsi sebagai media tanam dan sebagai sumber unsur hara dimana akar tanaman memperoleh nutrisi atau makanan. Syarat utama media tanam yang baik adalah mengandung unsur hara yang cukup yang dibutuhkan oleh tanaman sehingga tanaman mampu tumbuh dengan baik dan berproduksi secara maksimal. Faktor penting lainnya yang juga sangat berpengaruh terhadap keberhasilan usaha budidaya tanaman adalah kadar keasaman tanah atau pH tanah. Dimana setiap tanah memiliki kadar keasaman (pH) yang berbeda-beda. Sebagian jenis tanaman dapat tumbuh dengan baik pada tanah dengan kadar pH rendah (tanah asam) dan sebagian lainnya bisa tumbuh pada tanah yang ber pH tinggi (tanah basa). Akan tetapi sebagian besar tanaman yang sering dibudidayakan hanya bisa tumbuh pada tanah yang ber-pH netral. Oleh karena itu setiap petani hendaknya wajib mengetahui kondisi tanah sebelum melakukan kegiatan budidaya tanaman. pH tanah atau media tanam sangat berpengaruh terhadap keberhasilan suatu usaha budidaya pertanian. Seringkali kegagalan usaha pertanian disebabkan karena minimnya kesadaran masyarakat akan pentingnya mengetahui kadar keasaman lahan pertanian.

Kadar pH tanah diukur dalam skala pH dengan rentang angka antara 0 hingga 14. Tanah dengan kadar pH 0 hingga 7 bersifat asam, sedangkan tanah dengan kadar pH antara 7-14 disebut basa. Tanaman yang dibudidayakan pada tanah ber pH rendah maupun tinggi tidak akan tumbuh dengan baik. Sebab pada tanam masam dan basa akar tanaman tidak mampu menyerap unsur hara dengan baik. Sebagian besar tanaman budidaya hanya mampu tumbuh dengan baik pada tanah yang memiliki kadar pH netral, yaitu 7. pH minimal yang masih bisa ditoleransi oleh tanaman adalah 5,5.

B. Faktor Yang Mempengaruhi pH Tanah Rendah

Beberapa faktor penyebab rendahnya pH tanah antara lain sebagai berikut ;
  • Tercucinya unsur hara pada tanah akibat curah hujan yang tinggi,
  • Adanya unsur Aluminium (Al), Tembaga (Cu) dan Besi (Fe) yang berlebihan,
  • Drainase yang kurang baik sehingga menyebabkan tergenangnya air secara terus menerus dan dalam wakyu yang lama,
  • Terjadinya dekomposisi bahan organik yang berakibat keluarnya kalsium dari dalam tanah,
  • Penggunaan pupuk kimia yang berlebihan, terutama pupuk nitrogen,
  • Tanah kekurangan unsur magnesium (Mg) dan kalsium (Ca).

C. Cara Sederhana Mengukur dan Mengetahui pH Tanah

Cara mengetahui pH tanah dapat dilakukan dengan berbagai metode, baik secara tradisional (cara sederhana) maupun menggunakan pH meter tanah. Secara tradisonal, pH tanah dapat diketahui dengan memperhatiakn jenis tanaman yang tumbuh secara alami pada tanah tersebut dan menggunakan indikator dari bahan alami, misalnya kunyit. Berikut ini beberapa cara mudah mengetahui tanah asam (pH Tanah), baik secara tradisional maupun menggunakan alat pH Meter ;

1). Cara Sederhana Mengetahui Keasaman pH Tanah dengan Indikator Tanaman

Tanaman liar yang tumbuh secara alami pada tanah asam dan basa berbeda-beda. Oleh karena itu tumbuhan yang ada pada suatu lahan dapat digunakan sebagai indikator kadar pH tanah tersebut. Dengan cara ini kita dapat mengetahui apakah tanah tersebut asam atau basa hanya dengan memperhatikan tanaman yang tumbuh di atasnya. Tumbuhan yang bisa kita jadikan indikator misalnya adalah Senggani atau Keduduk (Melastoma malabathricum). Senggani memiliki banyak nama lokal atau nama daerah, diantaranya yaitu Harendong (Sunda), Senduduk atau Sikaduduk (Minang), Keduduk (Melayu) dan dalam bahasa Jawa dikenal dengan Senggani atau Kemanden. Jika suatu lahan banyak ditumbuhi tanaman tersebut maka mengindikasikan bahwa tanah pada lahan tersebut memiliki kadar pH yang rendah atau masam.

baca juga CARA MEMANEN BUAH KOPI YANG BENAR

2). Cara Mudah Mengetahui pH Tanah Menggunakan Indikator Kunyit

Selain dengan cara memperhatikan tanaman yang tumbuh, cara lain untuk mengetahui keasaman tanah adalah menggunakan kunyit. Rimpang kunyit dapat digunakan sebagai indikator kadar keasaman tanah. Cara mengetahui pH tanah menggunakan kunyit adalah sebagai berikut ;

  • Sediakan rimpang kunyit seukuran jempol,
  • Potong kunyit tersebut menjadi dua bagian,
  • Ambil sampel tanah dari 5 titik yang berbeda, yaitu 4 titik pada ujung lahan dan 1 titik di tengah-tengah lahan,
  • Semua sampel tanah dijadikan satu dalam wadah dan dibasahi dengan air secukupnya, kemudian diaduk hingga tercampur rata,
  • Satu bagian kunyit dimasukkan kedalam adonan tanah tersebut dan biarkan selama 30 menit, kemudian angkat,
  • Selanjutnya bandingkan warna kunyit dengan potongan kunyit yang tidak dimasukkan kewadah berisi adonan tanah,
  • Jika warna kunyit menjadi pudar maka tanah tersebut dapat dipastikan masam (pH rendah), Jika warna kunyit tetap berarti pH tanah tersebut netral, dan jika warna kunyit berubah menjadi biru berarti tanah tersebut ber pH tinggi atau basa.
3. Cara Mengukur pH Tanah Menggunakan Kertas Lakmus

Kedua cara diatas memang sudah cukup membantu kita dalam mendeteksi kadar keasaman suatu lahan pertanian, namun kita tidak dapat mengetahui dengan pasti angka pH-nya. Sehingga kita masih mengalami kesulitan dalam perlakuan tanah tersebut. Misalnya ketika kita akan melakukan pengapuran untuk menaikkan pH tanah, kita tidak tahu pasti berapa dosis kapur yang harus diberikan. Untuk itu kita perlu mengukur pH tanah menggunakan suatu alat, salah satunya adalah kertas lakmus. Cara mengukur pH tanah menggunakan kertas lakmus adalah sebagai berikut :

  • Ambil sampel tanah dari 5 titik yang berbeda, yaitu 4 titik pada ujung lahan dan 1 titik di tengah-tengah lahan,
  • Semua sampel tanah dijadikan satu dalam wadah dan dibasahi dengan air dengan perbandingan 1:1, kemudian diaduk hingga tercampur rata,
  • Biarkan selama kurang lebih 15-20 menit sehingga tanah mengendap (air dan tanah terpisah),
  • Celupkan ujung kertas lakmus pada air selama 1 menit dan jangan sampai menyentuh tanah,
  • Segera angkat jika warna kertas lakmus sudah stabil,
  • Cocokkan warna kertas lakmus tersebut dengan bagan warna,
  • Lihat warna tersebut ada pada skala berapa, apakah 0, 1, atau 7
4. Cara Mengukur pH Tanah Menggunakan pH Meter

Cara yang yang terakhir ini merupakan cara yang paling mudah, praktis dan akurat jika dibandingkan dengan ketiga cara diatas. Dengan menggunakan pH Meter bisa langsung diketahui berapa skala pH tanah tersebut, sehingga mempermudah kita dalam memberikan perlakuan. Cara menggunakan pH meter tanah sangat mudah dan praktis, yaitu cukup dengan menusukkan ujung alat pH meter pada keempat ujung titik lahan dan satu titik ditengah-tengah lahan. Hasil yang diperoleh pada skala pH akan menunjukkan angka yang sudah dirata-ratakan.

Mengukur kadar keasaman tanah menggunakan pH Meter sangat mempermudah kita dalam pemberian dosis kapur pertanian. Karena angka atau skala pH hasil pengukuran dapat diketahui dengan pasti. Secara umum untuk menaikkan 1 tingkat skala pH membutuhkan 2 ton dolomit (kapur pertanian) setiap hektar. Misalnya jika hasil pengukuran menunjukkan angka skala pH 6 maka untuk memperoleh pH 7 dalam satu hektar lahan dibutuhkan 2 ton dolomit. Jika hasil pengukuran menunjukkan angka 4, maka dalam satu hektar dibutuhkan 6 ton dolomit untuk memperoleh pH netral (7.0). Pengukuran pH tanah dan pemberian dolomit atau pengapuran sebaiknya dilakukan saat pengolahan lahan, sehingga ketika benih atau bibit ditanam pH tanah sudah benar-benar stabil.
sumber http://mitalom.com/

PANDUAN CARA MENANAM BUNCIS

http://tipspetani.blogspot.com/2017/06/panduan-cara-menanam-buncis.html
PANDUAN CARA MENANAM BUNCIS


Budidaya buncis adalah budidaya tanaman sayuran yang dapat dibudidayakan di seluruh kawasan pertanian atau area lahan yang memenuhi kondisi persyaratan yang diperlukan untuk budidaya buncis. Tanaman budidaya buncis merupakan tanaman sayuran kelompok leguminosa yang ideal dibudidayakan di atas lahan yang terletak pada ketinggian 1000-1500 meter dari permukaan laut dengan suhu 20-25 derajat celcius.

Tanaman budidaya buncis masih dimungkinkan tumbuh di area budidaya yang berada di daerah rendah di bawah 1000 dari ketinggian laut. Tanaman budidaya buncis bahkan masih bisa tumbuh dengan kerendahan hingga 400 meter dari permukaan laut.

Petani budidaya buncis perlu mengenali beberapa faktor-faktor yang mendukung pertumbuhan tanaman. Tanaman budidaya buncis i membutuhkan cahaya matahari yang cukup banyak dengan curah hujan yang sedang. Jika anda hendak ingin membudidayakanya, lebih baik di akhir musim hujan atau awal musim kemarau agar pertumbuhan pada tanaman ini bisa meningkat.

Sayuran budidaya buncis sangat peka sekali dengan genangan air, dengan demikian sangat cocok sekali jika anda membudidayakan pada waktu kemarau. Ini sangat harus diperhatikan karena jika terlalu lama tergenang air maka perakaran buncis akan busuk, dan bahkan tanaman akan layu dan mati. Pada dasarnya air hujan itu tidak baik bagi tanaman ini karena mengandung asam dan ini buruk untuk pertumbuhan selanjutnya.
Tanaman budidaya buncis merupakan tanaman sayuran kelompok leguminosa yang ideal dibudidayakan di atas lahan yang terletak pada ketinggian 1000-1500 meter dari permukaan laut dengan suhu 20-25 derajat celcius. Foto: extension.uga.edu
Mengenal Jenis Tanaman Budidaya Buncis

Ada dua jenis tanaman budidaya buncis yaitu tumbuhnya merambat dan tegak. Tanaman budidaya buncis yang berjenis merambat dapat tumbuh mencapai hingga 2 meter. Sedangkan tanaman budidaya buncis yang tegak memiliki ketinggian tumbuh mencapai 60 cm.

Kedua jenis tanaman budidaya buncis ini memiliki keunggulan masing-masing, tergantung anda untuk memilihnya jenis apa yang cocok di lahan anda.

Jika anda memilih jenis tanaman budidaya buncis yang merambat biasanya mudah rebah, untuk mengatasi hal itu anda harus menambahkan sedikit biaya untuk memasang lanjiran atau ajir.

Sedangkan jenis tanaman budidaya buncis yang tegak tidak membutuhkan ajir karena terbilang pendek maka hal ini bisa menghemat pengeluaran anda untuk membeli ajir.
Mengenal Lahan Budidaya Buncis

Pengolahan lahan budidaya buncis adalah langkah yang dilakukan sebelum memulai penanaman benih di area lahan. Pengolahan lahan diawali dengan pembersihan lahan dari tanaman dan rumput pengganggu hingga pencangkulan dan penggemburan tanah.

Setelahnya, siapkan bedengan berukuran sedang yaitu lebar 1 meter tinggi 20-30 cm dan dan jarak tanam 30-40 cm. Kemudian, buat lubang tanam untuk benih budidaya buncis.

Caranya, bentuk lah dua baris degan jarak baris 50-60 dan di dalam baris berukuran 30 cm. Jika anda memiliki lahan miring dan sedikit berbatu maka sesuaikan bedengan anda dengan kapasitas lahan anda.

Agar hasil tanaman budidaya buncis yang diperoleh lebih baik, masukkan pupuk kandang, pupuk kompos atau bahan pupuk organik lainnya ke dalam lubang tanam. Berikan sedikit pupuk dasar, kira-kira satu genggam, ke dalam lubang tanam benih budidaya buncis. 
(dari berbagai sumber)

PANDUAN MENANAM JAMBU AIR MENGGUNAKAN POT

PANDUAN MENANAM JAMBU AIR MENGGUNAKAN POT


Jambu air adalah salah satu type buah yg mempunyai rasa manis pula mempunyai ragam kategori. Di Mana terhadap buah ini, sanggup dibudidayakan dgn gampang. Bahkan, sanggup diproduksi dalam jumlah yg berlimpah. Apalagi lagi, dgn adanya trik penanaman yg lebih praktis adalah dgn fasilitas pot ini, sanggup lebih gampang buat berbudidaya. Buat itu, Kamu dapat cobalah utk melaksanakan budidaya jambu air dalam pot ini bersama serta-merta nan praktis.

Terhadap pembuatan pembudidayaan jambu air di dalam pot ini, terdapat sekian banyak komponen yg mesti disiapkan apalagi dulu. Seperti halnya kepada step perdana adalah pemilihan bibit yg top, termasuk juga kepada sekian banyak petunjuk berikut ini, adalah :

Pilih bibit untuk jambu air ini, dapat lebih baik jika dari proses cangkok, bukan dari biji.
Bibit secara stek ini mesti berasal dari induk yg telah berbuah
Pemilihan bibit mesti telah berusia, setidaknya terhadap umur stek tatkala 2 hingga 3 bln.
Sesudah terhadap pemilihan bibit selesai, seterusnya yakni proses penanaman. Terhadap penanaman di dalam pot ini, mesti berisikan tanah yg subur pula pas utk tumbuhan jambu air ini. Tanah tersebut bukanlah dengan cara utuh 100%, namun pun dicampurkan bersama pupuk kandang bersama perbandingan 1 : 1.

Setelah Itu, sesudah fasilitas pot & tanahnya sudah siap, jambu air siap utk ditanamkan. Setelah Itu merupakan penataan tanaman dgn jarak 2, 5 meter sampai 3 meter. Maksud dari pemberian jarak ini yakni utk memberikan sela atas adanya sirkulasi hawa dari antar pohon.


Sesudah penanaman ini selesai, proses budidaya tanaman jambu air masihlah masihlah berlanjut. Yakni terhadap step penyiraman & pemupukan. Terhadap fase yg mula-mula merupakan penyiraman bersama 2 kali di tiap-tiap harinya. Trik penyiraman ini mampu dilakukan tiap-tiap pagi & sore hri dgn kran automatis.

Dikarenakan sanggup memudahkan proses tersebut. Lebih-lebih jikalau tabulampot jambu air ini dalam jumlah yg tidak sedikit. Tidak Sama dgn pemupukan yg dilakukan seminggu dua kali ini, memakai pupuk kandang. Bakal tapi, pemupukan ini berlaku sekali dalam satu pekan bilamana tanaman tersebut sedang berbuah.

Step ini termasuk juga kepada wujud perawatan tabulampot jambu air dari serangan hama & penyakit. Bilamana tanaman ini terserang oleh satu hama maupun penyakit, sehingga akan menggagalkan hasil panen. Utk itu, dimanfaatkan perlindungan berupa penanaman yg tertutup oleh kelambu. Kiat ini serta jauh lebih efektif buat menjaga keadaan tabulampot di tiap-tiap harinya.

Sesudah seluruh itu siap, tinggal menunggu periode panen. Di Mana utk musim ini mampu dipanen tiap-tiap ketika sebab bukan buah musiman. Bakal tapi, tanaman jambu air ini setidaknya sudah berumur 1, 5 sampai 2 thn. Sampai kepada umur tersebut, terhadap nantinya bakal berbuah yg tidak sedikit & bukan musiman.

PANDUAN MENANAM SELEDRI DALAM POT ATAU POLYBAG

http://tipspetani.blogspot.com/2017/06/panduan-menanam-jambu-air-menggunakan.html
PANDUAN MENANAM SELEDRI DALAM POT ATAU POLYBAG


Bisnis budidaya seledri amat sangat tepat dilakukan di dataran tinggi dgn ketinggian 1000-1200 meter dari permukaan laut. Tetapi tanaman ini masihlah toleran ditumbuhkan di dataran rendah. Tanaman ini kurang tahan pada curah hujan tinggi. 

Kategori tanah yg dikehendaki dalam budidaya seledri yaitu tanah yg gembur & mengandung tidak sedikit bahan organik. Tanaman ini tumbuh baik kepada tingkat keasaman tanah PH 5,5-6,5. Jika tanah terlampaui asam sebaiknya tambahkan kapur atau dolomit. 

Terdapat dua kiat menanam seledri merupakan perbanyakan generatif (dari biji) & perbanyakan vegetatif (dari anakan). Perbanyakan generatif kebanyakan diterapkan buat budidaya seledri skala luas atau komersial. Utk budidaya skala pekarangan seperti dalam pot atau polybag, perbanyakan dengan cara vegetatif lebih mudah dilakukan. 

Perbanyakan generatif dmulai bersama menyemaikan biji lebih-lebih dulu. Sesudah biji tumbuh jadi bibit, baru dipindahkan ke dalam pot atau polybag. Berikut langkah-langkahnya : 
  • Sebelum biji disemai, rendam apalagi dulu dalam air hangat kuku (50-60 derajat celcius) sewaktu 1 jam. 
  • Siapkan lokasi persemaian berupa bedengan atau baki semai. Sarana semai terdiri dari campuran tanah & kompos yg sudah diayak bersama perbandingan 2 : 1. Baca kiatmenciptakan sarana persemaian. 
  • Memberi naungan bersama plastik bening kepada bedengan semai utk menlindungi tanaman dari kucuran air hujan serta-merta & terik matahari. 
  • Utk alur garitan di atas bedengan sedalam 0,5 centimeter dgn jarak antar alur 10-20 centi meter. Tebarkan benih ke dalam alur tersebut & tutup slim dgn tanah dulusiram utk mempertahankan kelembabannya. 
  • Siram dgn air secukupnya tiap-tiap pagi atau sore utk mempertahankan kelembaban fasilitas persemaian. Sarana janganlah terlampaui basah & jangan sampai pun hinggakekeringan. 
  • Bibit siap dipindahkan ke pot atau polybag sesudah 1 bln atau sesudah tumbuh 3-4 helai daun. 
  • Perbanyakan vegetatif rata rata dilakukan jika kita sudah mempunyai tanaman seledri diawal mulanya. Kiat perbanyakannya, ambil anakan yg terdapat dalam rumpun tanaman seledri yg sudah ada. Selanjutnya pindahkan ke pot atau polybag baru. Seterusnya tanaman dapat diperbanyak dari rumpun seledri yg tumbuh. 
  • Sesudah bibit siap dipindahkan, siapkan pot atau polybag ukuran sedang. Isikan bersama alat tanam yg terdiri dari campuran tanah, kompos & arang sekam dgnperbandingan 1 : 1 : 1. Ayak terlabih dulu bahan-bahan tersebut. Pemakaian arang sekam tujuannya supaya sarana tanam mempunyai porositas yg baik & bobot fasilitasjadi ringan maka pot atau polybag mudah dipindahkan. 
  • Jikalau ga ada arang sekam sanggup ditukar dgn sekam padi, jerami padi atau serbuk gergaji. Hati-hati dalam menciptakan fasilitas tanam, pakai bahan-bahan yg bebas dari hama & penyakit. Mari baca trik menciptakan sarana tanam. 

Perawatan budidaya seledri 
  • Melakukan penyiraman tiap-tiap pagi & sore sampai tanaman berusia satu pekan. Sesudah itu frekuensi penyiraman pass dilakukan 2-3 kali dalam satu pekan. Tergantungkepada keadaan cuaca, usahakan sarana tak terlampaui becek atau kering. 
  • Buat budidaya seledri organik pemberian pupuk organik cair amat efektif diberikan sbg pupuk susulan. Pupuk organik cair tidak sedikit dipasarkan di toko-toko pertanian dalam beraneka ragam brand, atau bisa pula dibuat sendiri. Silakan baca trick menciptakan pupuk organik cair. Tidak Cuma pupuk cair juga dapat diperlukan pupuk kompos, pupuk kandang atau pupuk hayati. 
  • Encerkan pupuk organik cair sebelum disiramkan terhadap tanaman. Rata-rata 10 ml pupuk cair diencerkan bersama 1 liter air sebelum dipakai. Buat lebih khsususnya ikuti pedoman yg terdapat dalam kemasan pupuk tersebut. Siramkan pupuk yg sudah diencerkan dgn dosis 100 ml per polybag. Frekuensi pemupukan dilakukan tiap-tiap1-2 pekan sekali. 
  • Budidaya seledri dalam pot atau polybag sebenarnya relatif jarang terkena hama atau penyakit. Tapi terhadap budidaya seledri skala luas serangan tidak sedikit dijumpai.Tak ada salahnya kita mengetahui jenis-jenis hama & penyakit tersebut. 
  • Terdapat sekian banyak hama yg tidak jarang dijumpai dalam budidaya seledri. Sekian Banyak diantaranya yakni ulat tanah, keong, kutu & tunggau. Hama-hama tersebutsanggup diberantas bersama dipungut cepat dgn tangan. Terlebih utk penanaman dalam polybag. 
  • Sedangkan jenis-jenis penyakit budidaya seledri ialah cercospora, bercak septoria & virus aster yellow. Buat menghindari serangan penyakit-penyakit itu, jalankanpencegahan sejak dini. Pencegahan dilakukan sejak pemilihan benih, menjaga sanitasi kebun & pemupukan yg baik. 
  • Seandainya serangan penyakit menghebat, mampu dilakukan penyemprotan bersama pestisida organik. Silakan baca tentang pengendalian penyakit bersama pestisida organik. 
Panen budidaya seledri 
Panen budidaya seledri dapat dilakukan berkali-kali. Panen mula-mula umumnya berlangsung sesudah tanaman berusia 1-3 bln sesudah tanam, tergantung varietasnya. Pertumbuhan seledri dikatakan sudah maksimum sesudah daunnya rimbun & anakannya tidak sedikit. 
Seledri dipanen secara memotong pangkal batang dengan cara periodik. Frekuensi pemanenan dapat dilakukan 1-2 pekan sekali. Panen berhenti kalau pertumbuhan anakan telah tak produktif lagi. Panen dapat juga dilakukan bersama dicabut. 

Pilihlah pot tanaman & fasilitas tumbuh yg serasi bersama type tanaman hias yg bakal kita potkan. Pot serta mesti disesuaikan dgn ruangan di mana & macam mana pot tersebut diletakkan. 

Kalau pot & alat yang sudah disiapkan sedia, pastikan pot mempunyai lubang drainase yg pass. Isi alat lebih kurang 1/3 bidang pot. masukkan tanaman, usahakan fasilitasasal yg menempel kepada tanaman tetap ada, supaya tanaman tak mengalami stres kala beradaptasi bersama fasilitas yg baru. 

Tambahkan lagi alat tanam, sambil tanaman dipegang konsisten bersama sebelah tangan. Sesudah nyaris penuh, tekan alat perlahan-lahan bersama ibu jari supayatanaman bakal berdiri kokoh. Pot janganlah diisi hingga penuh, sisakan lebih kurang 2 senti meter dari bibir pot supaya gampang dikala laksanakan penyiraman. 

Sesudah pengepotan selesai, siramlah tanaman hias secukupnya. Dinding luar & basic pot dibersihkan dari kotoran & fasilitas tanam yg masihlah menempel sebelum diletakkan kepada area yg di inginkan. 

Trik Pengairan Pot yg Pas 

1. Air diberikan lewat alas pot. secara ini air bakal meresap ke atas ke sarana tanam dgn lewat system kapiler. Keuntungan sarana tak terlampaui basah, tapi ketersediaan air pass terjamin. Buat mempermudah peresapan air ke fasilitas tanam sebaiknya dipasang tali dari fasilitas ke alas pot melintasi lubang drainase. 

2. Air diberikan serta-merta terhadap alat tanam. Terhadap kiat ini air bisa disiramkan serta-merta terhadap permukaan fasilitas tanam atau serta bakal lewat pipa ygditancapkan ke sarana tanam. Usahakan air siraman tak tentang tanaman hias dengan cara serta-merta.